ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Cemburu itu sakit


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan, pak beruang." ucap Naura.


"Aku benar-benar merindukanmu."? jawab Abian.


"Untuk apa kau merindukanku, seharusnya kau merindukan calon istrimu." jawab Naura.


Abian ingin sekali mengatakan semua kebenaran itu, namun bukan gengsi yang Abian rasakan. Abian takut kalau Naura tiba-tiba murka dengan semua yang sudah dia lakukan.


"Apakah kau tidak merindukanku?" tanya Abian balik.


"Buat apa aku harus merindukanmu, Aku tidak boleh merindukan seorang pria yang sudah mempunyai calon isteri." jawab Naura yang kemudian mendorong tubuh Abian.


terlihat Abian langsung memeluk Naura dari belakang, pria itu tidak bisa membendung kerinduan yang sudah dia rasakan selama satu minggu ini.


"Apakah kau masih marah pada ku?" tanya Abian.


"Untuk apa aku harus marah padamu, Memangnya kenapa aku harus marah." jawab Naura.


Terlihat Naura menata pada Abian, kata-kata yang diucapkan Abian serasa seperti perkataan yang begitu memilukan.


"Aku sudah bilang Kan kalau aku tidak akan mengharapkan seorang pria yang sudah menjadi milik orang lain, masih banyak pria yang ada di luar sana, para pria yang bisa menerimaku, yang bisa jujur padaku bahkan seorang pria yang bisa mengakuiku." jawab Naura yang kemudian pergi meninggalkan Abian.


Kata-kata yang dikeluarkan oleh Naura seperti sebuah pedang yang sudah menancap di jantung Abian. serasa kata-kata itu bagaikan jarum yang sudah masuk ke dalam tubuh Abian, begitu menyakitkan terlihat.


DEG...


Seketika Abian mematung, membisu dengan semua perkataan Naura.


Terlihat Naura pergi meninggalkan Abian, wanita itu berjalan menuju kantor Azrul. saat dia hendak memasuki kantor Azrul, terlihat Silvia sudah berada di sana dengan membawa makanan yang begitu banyak.


"Hai Naura!!" seru Silvia.


"Hai, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Naura.


"Aku kemari karena aku harus melihat kondisi Kakakku, lagi pula ada sesuatu yang membuatku harus kemari." jawab Silvia sembari tersenyum kepada Naura.


"Alasan saja, Bilang aja kalau kamu mau ketemu Mas Sandi." ledek Naura.


"Tau aja sih." jawab Silvia yang kemudian meminta Naura untuk mengantar dirinya ke tempat Sandi.


"Untuk apa sih kamu ke sana?" tanya Naura.


"Tentu saja aku sudah membuatkan masakan untuk pria yang sudah aku catat untuk menjadi calon suamiku." jawab Silvia yang membuat Naura memutar kedua bola matanya.


"Apa kamu nggak punya pria lain?" tanya Naura.


"Nggak ah.., aku mau pria itu saja." jawab Silvia.

__ADS_1


"Kalau Papa dan mamamu tahu bisa-bisa kamu diseret dari rumahmu, apalagi mas Sandi kan seorang pria yang tidak mempunyai kekayaan?" tanya Naura.


"Aku tidak peduli dia itu kaya atau tidak, yang penting pria itu mau bekerja keras. aku yakin jika kami berusaha berdua maka kami bisa menjadi orang yang sukses." jawab Silvia.


DEG..


Entah mengapa jantung Naura serasa berdebar begitu kencang, seandainya Abian bisa melakukan hal itu maka Naura tidak akan seperti wanita bodoh yang sudah dia tipu selama 6 bulan ini.


"Ada apa?" tanya Naura.


"Kenapa ya jantungmu tiba-tiba berdebar seperti ini?" tanya Silvia.


"Memangnya aku tahu." jawab Naura yang kemudian berjalan meninggalkan Silvia. sedangkan Silvia sendiri wanita itu langsung berlari kecil untuk mengejar Naura, sekitar 5 menit kemudian terlihat Naura sudah berada di tempat Sandi, di dalam kantor itu tidak ada Abian.


"Mas!!" seru Naura.


"Naura." jawab Sandi yang kemudian berdiri mendekati Naura. saat pria itu berada di depan Naura seketika tatapan matanya menatap seorang wanita yang sudah berada di belakang tubuh Naura.


"Halo!" seru Silvia yang memanggil Sandi.


Sandi nampak menatap seorang wanita dengan senyum yang begitu mengembang dan menatap dirinya.


"Naura, ada apa?" tanya Sandi.


"Ini lho Mas, lagi ngantar seseorang. Katanya dia mau menemuimu." jawab Naura sambil melirik kepada Silvia.


sandi sedikit grogi saat Naura mengatakan hal itu, seorang wanita muda putri dari salah satu pengusaha dan juga adik dari Azrul.


"Kok pada diam-diman aja sih, Katanya mau ketemu. sana kasih apa yang kamu ingin beri." ucap Naura dengan nada yang sedikit sewot.


"Apaan sih, Naura. kok bicaranya gitu." jawab Silvia yang kemudian berjalan mendekati Sandi. Terlihat Silvia langsung menyodorkan sekotak makanan kepada Sandi.


"Apa ini?" tanya Sandi.


"Udah kan, aku mau kembali. kalau kalian mau berbicara..., berbicara aja." ucap Naura yang kemudian berjalan meninggalkan Sandi dan Silvia. saat wanita itu baru memutar tubuhnya tetapkan mata Naura langsung menangkap pemandangan yang ada di depannya, sebuah pemandangan dari Abian dan Franda.


Deg..


Seketika Abian mematung saat melihat Naura sudah berada di luar kantornya. apalagi saat ini Naura melihat sebuah pemandangan Abian yang sedang menggandeng tangan Franda.


"Naura." ucap Abian.


Seketika Naura yang melihat hal itu, wanita itu langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Naura." panggil Abian yang langsung mencegah tangan Naura.


"Iya, ada pak." jawab Naura.

__ADS_1


Sedangkan Franda yang melihat hal itu tentu saja wanita itu sedikit tidak senang dengan perlakuan Abian yang tiba-tiba menghentikan anak buahnya tersebut.


"Apa yang kau lakukan, sayang?" tanya Franda .


Terlihat Naura menunjukkan senyumnya, tepat di saat itu Azrul sudah datang mencari keberadaan Naura yang belum ada di kantornya. "Naura." Panggil Azrul.


"Iya Mas." jawab Naura dengan nada yang begitu lembut dan begitu luar biasa.


"Apa yang kalau kan di sini?" tanya Azrul.


"Aku lagi nganterin Silvia menemui Mas Sandi." jawab Naura.


Tatapan mata Azrul menatap Abian yang sedang memegang tangan Naura, seketika pria itu menarik Naura dan melepaskan tangan Abian.


"Apa yang kamu lakukan, Abian?" tanya Azrul kepada Abian.


"Memangnya apa yang aku lakukan." jawab Abian.


Terlihat kedua pria itu saling menatap satu sama lain, sedangkan Sandi yang melihat hal itu tentu saja pria itu sedikit menunjukkan senyumnya. Bagaimana tidak akhirnya pasti Abian akan terjebak pada permainannya sendiri, sebuah kecemburuan yang begitu menyakitkan.


"Ayo kita kembali ke kantor." pinta Azrul.


Naura menarik tangannya, wanita itu tersenyum begitu cantik kepada Azrul.


"Kamu tidak akan bisa pergi dariku!" seru Abian.


"Apa yang kau lakukan, sayang?!" seru Franda yang tidak terima karena Abian langsung menarik tangan Naura kembali.


"Diam, Ini bukan urusanmu!" seru Abian yang terlihat langsung ingin menarik tubuh Naura.


Sedangkan Azrul yang melihat hal itu tentu saja dia langsung menarik balik salah satu tangan Naura.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa aku tidak boleh membawanya? Coba katakan kenapa aku tidak boleh membawanya, dia adalah sekretarisku." jawab Azrul.


"Aku lebih berhak membawanya." ucap Abian.


"Apa, kenapa kamu lebih berhak? dia hanya karyawan mu, sedangkan aku mempunyai niat untuk menikahi wanita ini." jawab Azrul yang secara tiba-tiba Hal itu membuat Sandi dan Silvia yang Mendengar hal itu mereka berdua terlihat langsung melongo.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2