
"Selamat pagi!" seru Naura yang baru masuk ke dalam perusahaan.
"Semangat banget," canda Azrul kepada Naura.
"Iya dong, mas. kita harus semangat, jika tidak kita tidak akan berhasil." jawab Naura.
"Kalau begitu, semangat!" seru Azrul yang membuat Abian yang berada di belakang mereka nampak sedikit kesal.
"Apa-apaan mereka." ucap Abian.
"Ada apa,bos?" tanya Sandi saat melihat wajah bosnya.
"Tidak usah banyak tanya, aku sedang kesal jadi jangan terus bertanya seperti itu padaku." jawab Abian yang benar-benar memperlihatkan kekesalannya.
"Udah tahu cemburu kok masih gaya-gayaan tidak mau mengakui." guman Sandi dalam hati.
Abian terus menatap Apa yang dilakukan oleh Naura dan Azrul, kedua orang itu berbicara begitu akrab. Bahkan mereka tidak melihat ada orang di belakang mereka. terlihat Abian yang terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Naura dan Azrul.
"Ayo kita masuk dan bersih-bersih di kantorku, karena mulai sekarang kau akan menjadi sekretarisku." ucap Azrul.
"Tentu saja siap bos." jawab Naura yang kemudian masuk ke dalam kantor Azrul.
Abian benar-benar sangat kesal dengan semua yang dilakukan oleh Naura dan Azrul, terlihat mereka berdua seperti ingin mengatakan kalau mereka akan segera menjadi pasangan.
"Tuan mau ke mana?" tanya Sandi kepada Abian.
"Tentu saja mau ke kantorku." jawab Abian dengan nada yang sedikit ketus.
"Tapi kantor tuan Abian di sebelah sana, Ini kantor Tuan Azrul." Sandi yang mencoba untuk memperingatkan Abian Kalau pria itu salah tempat.
seketika Abian menoleh menatap wajah Sandi. "Aku harus berbicara sebentar dengan wanita itu, Karena dia sudah kabur dari rumahku." ucap Abian.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Abian masuk ke kantor Azrul, pria itu terus menatap Naura yang sedang membereskan kantor baru milik Azrul.
"Naura!" seru Abian.
Seketika Naura langsung menoleh menatap Abian yang berteriak padanya.
"Ya ada apa, Pak?" jawab Naura.
"Kita harus berbicara sesuatu," pinta Abian.
"Iya Pak." jawab Naura kembali.
__ADS_1
Sesaat kemudian Azrul yang melihat Abian yang berada di sana tentu saja pria itu menanyakan kepada Naura.
"Apa yang terjadi?" tanya Azrul.
"Tidak tahu, Pak." jawab Naura yang kemudian berjalan mendekati Abian.
"Kenapa kamu pergi meninggalkan rumah?" tanya Abian yang begitu serius.
"Soalnya Bu Lena minta untuk ikut dengannya." jawab Naura.
Abian terlihat menatap Naura yang menjawab pertanyaannya, Abian yakin kalau Naura menjawab pertanyaan itu tidak secara terbuka, Abian yakin kalau Naura sakit hati dengan semua yang dia lakukan kepada wanita itu.
"Apakah kamu yakin?" tanya Naura.
"Tentu." jawab Naura yang tidak mau menatap Abian.
"Ada apa Abian?" tanya Azrul kepada Abian.
"Tidak apa-apa, dia hanya tiba-tiba pergi dari rumahku. dia ikut bersama orang tuaku tinggal di tempat mereka." jawab Abian.
"Jadi, kamu sekarang tidak tinggal di rumah Abian?" tanya Azrul.
Naura menganggukkan kepalanya, sedangkan Abian benar-benar sangat kesal saat melihat tatapan mata Azrul kepada istrinya.
"Kamu akan merasakan perasaan yang aku rasakan saat ini." guman Naura dalam hati yang kemudian meminta Azrul untuk masuk.
Mulai dari hari ini waktu mulai berjalan, Abian terus merasakan api kecemburuan kepada Azrul ketika melihat Naura bersamanya. pria itu benar-benar tidak bisa menahan kecemburuannya. pria itu benar-benar tidak bisa merasakan perasaan yang begitu sakit, hatinya begitu sakit saat melihat istrinya bersama pria lain.
* SATU MINGGU KEMUDIAN **
"Selamat pagi, sayang!!" seru Franda kepada Abian.
"...," Abian tidak menjawab. sesaat kemudian pria itu terlihat menatap wajah Naura dengan kekesalan.
"Sayang." panggil Franda kembali.
"Ya, sayang." jawab Abian sembari menatap wajah Naura. tatapan mata Abian nampak menatap Naura yang sedang berbicara dengan Azrul. pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Naura tidak menatap padanya.
Sekitar pukul 12.00 Naura akhirnya beristirahat karena hari ini Azrul ada janji ketemu dengan seseorang. Hal itu membuat Naura sendirian saat berada di sebuah ruangan tempat arsip milik perusahaan Abian.
Abian terus menatap wajah Naura yang berada di ruang arsip. jantung Abian berdebar begitu kencang saat menatap wajah Naura.
DEG..
__ADS_1
DEG..
DEG..
"Maaf..," ucap Abian dalam hati.
"Hem..," Naura yang tidak sengaja menoleh menatap Abian yang berada di ruang arsip. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Naura kepada Abian.
Jantung Abian berdebar begitu kencang saat dirinya mendapat pertanyaan seperti itu dari Naura, lidahnya terasa keluh dadanya terasa sakit saat menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu menyayat hatinya. entah apa yang terjadi, sesaat kemudian langkah kaki Abian tiba-tiba saja mendekati Naura. nafasnya terasa begitu panas dengan lebaran jantung yang begitu memburu.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Abian, Naura yang melihat hal itu tentu saja dia hanya bersikap biasa. Memangnya apa yang akan dilakukan oleh Abian? namun akan ada sesuatu yang akan membuat Naura benar-benar tidak akan bisa memikirkan apa yang terjadi.
Tiba-tiba saja salah satu tangan Abian terulur di pipi Naura, pria itu nampak menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu dalam.
"Ada apa?" tanya Naura yang sedikit terkejut sekaligus aneh. Tak Ada jawaban dari mulut Abian, sesaat kemudian pria itu tiba-tiba saja mencium Naura dengan begitu lembut.
DEG..
DEG..
DEG..
jantung Naura berdebar begitu kencang saat dirinya mendapat perlakuan seperti itu, tidak ada angin tidak ada hujan. tiba-tiba saja Abian menciumnya padahal setiap malam saat dirinya masih di rumah Abian, pria itu selalu memberikan ciuman kepadanya. Abian benar-benar merasakan kerinduan yang begitu luar biasa saat Naura sudah tidak ada di rumahnya. sudah satu minggu ini dia merasakan kerinduan yang begitu dalam, pria itu hanya bisa menatap Naura yang sekarang tinggal bersama dengan orang tuanya.
"Apa yang aku lakukan, Pak beruang." ucap Naura yang kemudian mendorong tubuh Abian.
Sesaat kemudian Abian mulai melakukan sesuatu kembali, pria itu kembali memegang kedua pipi Naura dan memberikan ciuman yang begitu menuntut. Naura benar-benar tidak pernah mengira Abian akan melakukan hal itu, walaupun hal itu sudah biasa dilakukan oleh sepasang suami istri. namun Naura yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja dia sedikit kaget.
"Maaf." ucap Abian yang kemudian memeluk Naura dengan begitu erat.
"Aku tidak akan pernah memberikanmu Maaf secepat itu, kalau kamu sudah membuatku merasakan sesuatu yang benar-benar menyakitkan." ucap Naura.
"Maafkan aku." ucap Abian Kembali.
"Kamu membuatku seperti seorang wanita yang tidak pernah diinginkan sama sekali." ucap Naura. Sesaat kemudian Naura langsung mendorong tubuh Abian setelah pria itu menciumnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar