
"Mas, Kenapa kok rasanya tubuhku agak panas ya?" tanya Naura yang sudah berada di kamar mereka berdua.
"Entahlah juga, Mas juga rasanya sedikit panas." jawab Abian.
Sesaat kemudian terlihat sepasang suami istri itu mulai merasakan lebaran-debaran jantung yang begitu memuncah, hasrat karena obat yang diberikan oleh bu Lena pun mulai beraksi. Naura nampak merasakan sesuatu yang bergemuruh di hatinya, tubuhnya seperti digelitik oleh sesuatu. hal itu membuat Naura menghembuskan nafasnya dengan begitu perlahan, begitu pula dengan Abian, pria itu terlihat merasakan sesuatu yang sama seperti Naura. api yang ada di dalam dirinya mulai bergejolak, junior milik Abian juga Mulai bereaksi. Hal itu membuat Abian benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya.
"Jangan-jangan ibu melakukan sesuatu pada makanan yang aku makan tadi?" guman Abian dalam hati yang terlihat memikirkan apa yang dilakukan oleh ibunya.
"Mas!" Panggil Naura dengan nada yang begitu menggoda. entah apa yang terjadi, perlahan-lahan Naura mulai melepas bajunya. Abian yang melihat hal itu tentu saja seperti melihat sebuah bioskop dewasa, jantungnya bergemuruh dengan begitu cepat darahnya benar-benar berdesir begitu luar biasa.
"Mas Panggil Naura kembali. panggilan yang dikeluarkan oleh Naura benar-benar seperti panggilan seseorang yang akan menuntunnya keranjang.
"Jangan melakukan hal itu, sayang. aku tidak bisa menahannya." ucap Abian.
"Terlihat Naura benar-benar memberikan godaan yang sangat luar biasa kepada Abian, Hal itu membuat Abian tidak mampu lagi menahan gejolak yang ada di hatinya. langkah kaki Abian mulai mendekati Naura, tangan Abian mulai terulur pria itu memberikan sentuhan-sentuhan ke wajah Naura. sesaat kemudian ciuman yang begitu membara diberikan oleh Abian, sentuhan-sentuhan nakal itu pun mulai bergerilya di tubuh Naura hingga membuat ******* tertahan keluar dari mulut Naura.
"Jangan Mas." ucap Naura.
"Maaf sayang, aku menginginkanmu." jawab Abian tanpa bisa menahan hasratnya.
Sepasang suami istri itu mulai meluncurkan aksi mereka, sentuhan nakal sepasang suami istri itu mulai terjadi. Naura juga tidak mau kalah wanita itu terlihat mulai memberikan sentuhan-sentuhan nakal di tubuh Sang suami hingga membuat Abian benar-benar merasakan panas yang sangat luar biasa.
"Kau membuatku benar-benar tidak bisa menahan juniorku." ucap Abian.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Abian melepas seluruh pakaian milik Naura, pria itu akan memberikan kehidupannya kepada Naura, sebuah penantian yang belum pernah dirasakan oleh Abian sama sekali. cumbuan itu mulai terjadi, ciuman yang begitu berhasrat dan sentuhan nakal mulai merambah.
Naura terus mendesah, ******* panjang yang benar-benar tidak bisa tertahan. Abian memberikan sebuah kenikmatan kepada sang istri.
__ADS_1
"Aku akan memberikan selongsong peluruku kepadamu, Sayang." bisik Abian.
"Naura tidak menjawab, wanita itu hanya tersenyum sembari menatap sang suami.
hentakan demi hentakan, cumbuan demi cumbuan bahkan ciuman yang begitu membara.
Sekitar 15 menit kemudian suara ******* yang panjang dan erangan dari mulut Abian mulai terdengar, sepasang suami istri itu akhirnya melepaskan kenikmatan mereka berdua. darah sudah keluar dari kepemilikan Naura, secara resmi sekarang murah menjadi milik Abian.
"Terima kasih sayang." ucap Abian yang kemudian memberikan ciuman di kening Naura. hanya ada senyuman, pelukan yang begitu erat dari sepasang suami istri itu.
Pak Anggoro dan Bu Lena yang berada di salah satu tempat yang tidak jauh dari villa milik Abian, terlihat sepasang suami istri itu juga Mulai mengatakan sesuatu yang benar-benar begitu lucu.
"Pak, apa Abian bisa memasukkan bolanya?" tanya Bu Lena kepada sang suami.
"Tenang aja Bu, pasti Abian sekarang sudah memasukkan bolanya beberapa kali. Mungkin dua tiga kali gol." jawab Pak Anggoro.
"Tepat nggak?" tanya Bu Lena.
"Tentu saja Pak, sebentar lagi kan kita mau punya cucu. aku benar-benar sangat bersemangat." cerocos Bu Lena.
"Sama Bu, kita berdoa saja semoga Abian benar-benar bisa membuat goal dan mencetak skor." ucap pak Anggoro yang membuat bu Lena langsung tersenyum dan memeluk sang istri.
"Mau ngapain Bu?" tanya Pak Anggoro.
"Mau.., mau apa ya Pak?" tanya Bu Lena yang sedikit tersenyum malu kepada sang suami.
"Apa ibu mau ikut-ikutan? Mau ikut-ikutan cetak gol?" tanya Pak Anggoro yang membuat Bu Lena tersenyum sembari menutup mulutnya.
__ADS_1
"Idih.., Bapak ini genit banget deh." ucap Bu Lena.
"Ibu tuh.., masak anaknya nyetak gol ibu sendiri mau nyetak gol juga." canda pak Anggora yang membuat bu Lena benar-benar tertawa terbahak-bahak.
"Ya Udah Pak, kalau begitu kita ikutan nyetak gol ya, biar sama-sama main bola." canda Bu Lena.
"Ibu itu apa apaan sih." Jawab Pak Anggoro yang tersenyum malu sembari menatap sang istri.
Malam itu menjadi malam yang penuh cinta, malam pertama bagi Naura dan Abian. keesokan hari terlihat Bu Lena sudah bersama Naura di dapur. terlihat bu Lena terus menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Ada apa bu? apa ada sesuatu yang salah?" tanya Naura.
"Tadi malam Abian hebat nggak?" tanya Bu Lena yang membuat Naura langsung terdiam dan benar-benar sangat malu saat ditanya seperti itu oleh ibu mertuanya.
"Apaan sih, Bu." jawab Naura sambil menahan senyumnya.
"Hebat nggak tadi malam Putraku itu? kalau nggak hebat sih masak kalah sama bapaknya." ucap Bu Lena yang membuat Naura nampak tersenyum.
"Mas Abian hebat banget kok Bu, Jangan gitu loh Bu." jawab Naura yang membuat Bu Lena benar-benar tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha..., kalau gitu sebentar lagi aku pasti punya cucu." ucap Bu Lena yang tersenyum begitu sumringah.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar