
"Tapi Abian...," ucap pak Farhan.
"Tadi aku sudah bilang kan Ayah kalau hanya tempat itu yang kosong." jawab Abian.
Pak Farhan benar-benar tidak akan menyangka kalau dirinya akan mendapatkan posisi yang rendah di dalam pikirannya.
"Cobalah usahakan sedikit untuk ayah, Abian. carilah posisi yang tepat untuk ayah. Apa kamu tidak malu kalau orang-orang menertawakanmu dan menghinamu dengan kata-kata yang tidak menyenangkan atau tidak masuk akal?" tanya Pak Farhan.
"Maksud Ayah?" tanya Abian kembali.
"Apa kamu tidak marah, jika orang-orang mengatakan kalau kamu memberi Ayah posisi hanya sebagai orang tidak bermutu sama sekali." jawab Pak Farhan.
Abian terlihat sedikit menunjukkan senyumnya, pria itu menatap seorang pria yang tidak pantas disebut sebagai ayah.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, Ayah. aku sudah bilang kan kepada ayah kalau hanya posisi itu yang kosong sekarang, jika aku memberikan posisi lain maka tata kerja di perusahaan ini juga akan langsung berubah." jawab Abian.
Pak Farhan tidak bisa mengatakan apapun lagi, tapi dia juga tidak mungkin mengatakan kalau dia tidak mau.
"Kalau aku menolak pemberian dari Abian untuk saat ini pasti aku akan menjadi gelandangan dan tidak punya uang sama sekali. tidak mungkin untuk saat ini aku meminta uang padanya, aku harus membuat kepercayaan Abian padaku sangat besar. dengan begitu sedikit demi sedikit rencanaku akan berjalan." guman Pak Farhan dalam hati.
"Terserah Ayah mau atau tidak. Tapi keputusanku sudah mutlak, jika ayah tidak mau juga tidak apa-apa." ucap Abian yang kemudian meminta sekretarisnya untuk membawa beberapa berkas tersebut.
Sekitar 10 menit kemudian Pak Farhan mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan, pria itu benar-benar tidak bisa mengatakan apapun. Jika dia sampai menolak semua yang dikatakan oleh Abian bisa-bisa dia akan menjadi gelandangan seperti yang selama ini dia rasakan.
"Baiklah Abian, ayah akan menerima semua yang kau katakan tadi. ayah akan menjabat menjadi kepala bagian gudang saja." jawab Pak Farhan sembari menghembuskan nafasnya begitu keras, pria itu benar-benar tidak bisa membuat menantunya menuruti keinginannya.
"Rika!!" seru Abian yang memanggil sekretarisnya.
"Ada apa, Tuan?" tanya sekretaris Abian.
"Tolong ke antarkan pria ini Ke bagian gudang, karena pria ini akan menjadi pemimpin bagian gudang yang baru." ucap Abian.
"Baik Tuan." jawab sekretaris Abian.
Mau tidak mau Akhirnya Pak Farhan pergi ke tempat yang dikatakan oleh Abian diantar oleh sekretarisnya. Ketika pak Farhan sudah keluar dari tempat itu terlihat Abian mulai tersenyum, pria itu menatap Pria tua yang sudah membuat istrinya menderita. salah satu tangan Abian mengambil ponselnya, pria itu memberitahukan kepada istrinya mengenai apa yang sudah dia lakukan kepada ayah mertuanya itu.
__ADS_1
"Ada apa, Naura?" tanya Sandi kepada Naura.
"Nggak ada apa-apa Mas, cuma ini loh mas Abian bilang kalau ayahku sudah ditaruh di bagian gudang." jawab Naura.
"Jadi ayahmu yang tidak tahu malu itu benar-benar tinggal bersama kalian?' tanya Sandi.
"Tentu saja Mas, kau tahu tidak aku pasti akan memberikan dia pelajaran atas semua yang dia lakukan padaku." ucap Naura.
"Baguslah kalau begitu, Naura. itu lebih baik karena tak ada seorang ayah yang akan mampu melakukan itu, tapi ayahmu berbeda dia mampu melakukan kebohongan. dia selalu melakukan kekejaman bahkan dia melakukan sesuatu yang mengerikan kepada putrinya sendiri." ucap Sandi yang membuat Naura hanya bisa tersenyum sinis. itulah yang aku tidak tahu Mas aku adalah anak kandungnya, tapi tidak pernah sekalipun pria itu menganggapku sebagai seorang anak dia selalu menyiksaku. membuatku seperti pembantu di rumahku sendiri." jawab Naura yang kemudian melihat sebuah tempat yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah.
"Selamat siang, nyonya!" seru seorang pria.
"Selamat siang." jawab Naura.
"Naura!" panggil Azrul.
"Mas Azrul." jawab Naura yang melihat Azrul sudah berada di sana.
"Oh ya Naura, apa semua sudah sesuai dengan yang kau inginkan?" tanya Azrul kepada Naura.
"Baguslah kalau kau menyukai semua rancangan yang aku berikan." ucap Azrul yang kemudian mengajak Naura untuk berjalan-jalan di sekitar area pembangunan.
"Oh ya Naura, Bagaimana dengan pernikahan. Apakah kau bahagia?" tanya Azrul yang sangat berhati-hati. dia takut kalau pertanyaannya itu akan menyinggung Naura.
"Terima kasih ya Mas karena kamu sudah memberikan aku perhatian, pernikahanku dan Mas Abian sangat baik. bahkan kami berdua akan menjadi pasangan suami istri yang akan saling melengkapi." jawab Naura.
"Aku senang kalau begitu, tapi kau harus selalu menjaga dirimu ya jangan sampai ada orang lain yang berusaha untuk menghancurkan pernikahanmu." ucap Azrul.
"Terima kasih ya Mas, tapi aku tidak akan pernah membiarkan orang lain berusaha untuk menghancurkan pernikahanku aku tidak akan menjadi wanita lemah yang akan mudah disingkirkan oleh orang lain." jawab Naura.
Sesaat kemudian Azrul menghembuskan nafasnya, pria itu menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu yakin kepada wanita itu.
"Oh ya Naura, Aku punya pertanyaan lagi." ucap Azrul.
"Memangnya ada apa Mas." jawab Naura.
__ADS_1
"Oh ya, seperti Apakah pria yang bernama Sandi itu?" tanya Azrul kepada Naura.
"Apakah mas tidak percaya dengan suamiku?" tanya Naura.
"Maksudmu?" tanya Azrul balik.
"Mas Abian tidak akan mencari orang kepercayaan yang brengsek, Mas. Apakah Mas takut jika Silvia akan salah mencari pasangan?" tanya Naura.
Azrul menganggukkan kepalanya pria itu tersenyum kepada Naura seolah mengatakan dia harus meyakinkan dirinya kalau Sandi adalah orang yang sangat tepat untuk adiknya .
"Tidak salah kan Kalau aku menanyakan hal itu padamu, dia adalah adikku satu-satunya. Tentu saja aku harus menjaganya." jawab Azrul sambil tersenyum kepada Naura.
Terlihat mereka berdua berbincang-bincang, tak berselang lama terlihat Sandi mendatangi Naura dengan membawa beberapa makanan untuk istri Bosnya itu.
"Oh ya Naura, Apakah kamu membawa orang lain lagi?" tanya Sandi kepada Naura.
"Orang lain apa Mas?" tanya Naura balik.
"Kamu tidak membawa pengawal lain kan?" tanya Sandi yang membuat Naura kebingungan.
"Ya tentu saja tidak Mas, aku kan ke sini cuma bersamamu. ngapain juga aku harus membawa orang lain." jawab Naura.
Azrul menganggukkan kepalanya, berarti dua orang yang dia lihat tadi adalah orang yang mempunyai maksud jahat kepada Naura.
"Ya sudah kalau begitu, Kamu tunggu dulu di sini jangan kemana-mana. terus kan pembicaraanmu bersama Tuan Azrul, Oke." pinta Sandi yang kemudian pergi meninggalkan Azrul dan Naura.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu