ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Senyum licik Bu Lena


__ADS_3

"Coba katakan lagi Siapa tamu yang datang ke rumah ini?" tanya Bu Lena kepada satpam penjaga rumahnya.


"Katanya dia adalah orang tua dari Nyonya Naura, Nyonya." jawab satpam membuat Bu Lena sedikit menunjukkan senyumnya.


Yang ada di pikiran Bu Lena adalah, wanita itu memiliki sebuah rencana di otaknya. Bu Lena adalah seorang wanita yang memiliki tingkat pemikiran yang sangat luar biasa, wanita yang lahir di negara Amerika itu adalah seorang wanita yang benar-benar mempunyai kelicikan yang sangat hebat.


"Berani sekali mereka datang ke tempat ini, aku yakin mereka akan menyakiti Naura." ucap Bu Lena yang kemudian melepas seluruh atribut yang dia pakai di dapur, senyum ditunjukkan oleh Bu Lena.


"Persilahkan mereka masuk dulu, aku akan mengganti pakaianku." ucap bu Lena yang kemudian meminta satpam rumah tersebut untuk mempersilahkan orang tua Naura duduk masuk ke rumahnya. sedangkan bu Lena sendiri wanita itu harus melakukan sesuatu.


"Aku yakin kalau Nyonya mempunyai rencana yang benar-benar menakutkan, lihat aja senyum yang ditunjukkan itu sangat menakutkan." ucap satpam yang berjalan menuju tempatnya.


Sebuah senyum yang benar-benar menakutkan, akhirnya satpam itu keluar dan memberitahukan kepada sepasang suami istri yang mengaku sebagai orang tua dari Naura. sepasang suami istri tersebut menatap satpam yang sudah keluar dari rumah besar itu.


"Bagaimana?" tanya Bu Warni yang benar-benar sudah tidak sabar ingin segera menjadi bagian dari rumah besar tersebut.


"Maaf nyonya, tapi anda harus menunggu sebentar karena Nyonya masih harus berganti pakaian, silahkan Anda masuk terlebih dahulu di sini." ucap satpam.


Perasaan yang begitu bahagia dan menggebu-gebu tentu saja dirasakan oleh Bu Warni, wanita itu benar-benar begitu berambisi untuk segera menjadi orang kaya. tak berselang lama Bu Lena memerintahkan salah satu penjaga rumah untuk mempersilahkan sepasang suami istri yang mengaku sebagai orang tua dari Naura masuk.


senyum yang begitu mengembang ditunjukkan oleh Pak Farhan dan Bu Warni ketika mereka dipersilahkan untuk masuk.


"Ada apa?" tanya Pak Farhan.


"Sebentar lagi kita akan menjadi orang kaya, pak." jawab Bu warni. akhirnya sepasang suami istri itu masuk ke dalam rumah besar milik Pak Anggoro, tatapan mata mereka berdua terus menatap rumah besar itu. tak berselang lama Mereka melihat seorang wanita yang berpakaian begitu Anggun, begitu cantik.


"Selamat siang, Nyonya." sapa Pak Farhan ketika memasuki rumah tersebut.


Bu Lena hanya menganggukkan kepalanya, sorot mata Bu Lena menatap sepasang suami istri itu. "Seperti inikah orang tua dari Naura? seperti inikah orang tua yang sudah menjual menantuku itu?" guman bu Lena dalam hati yang kemudian mempersilahkan Pak Farhan dan Bu Warni untuk duduk.


Senyum yang mengembang kembali ditunjukkan oleh sepasang suami istri itu.


"Ada apa ini? Siapa Kalian?" tanya bu Lena kepada Pak Farhan dan Bu Warni.

__ADS_1


"Perkenalkan Nyonya, Saya adalah orang tua dari Naura." jawab Pak Farhan.


Kedua alis Bu Lena nampak mengerut, tentu saja wanita itu benar-benar tidak percaya kalau sepasang suami istri itu Berani mengakui seorang anak yang sudah mereka jual, bahkan sepasang suami istri itu selalu memperlakukan Naura dengan begitu kejam.


"Kalau begitu silakan duduk." ucap Bu Lena yang persilahkan Pak Farhan dan Bu Warni untuk duduk.


Tatapan mata Bu Warni terus menatap rumah yang benar-benar sangat mewah tersebut, sebuah rumah yang benar-benar begitu mempesona.


"Baiklah, silahkan kalian berbicara pada pokok permasalahan, Kalian mau apa ke sini dan kalian mau apa?" tanya Bu Lena.


Pak Farhan tersenyum, kemudian pria itu menatap bu Lena dengan tatapan mata yang begitu tajam. "Saya kemari karena saya ingin menemui Putri Saya, sudah lama saya tidak bisa menemukan keberadaannya." jawab Pak Farhan yang benar-benar begitu menjengkelkan.


Bu Lena nampak menatap wajah Pak Farhan, sesaat kemudian wanita itu meminta salah satu pembantunya untuk membuatkan minuman dingin.


"Orang tua menantuku? apa maksud anda, tolong katakan sekali lagi siapa Anda?" tanya Bu Lena.


"Saya adalah Ayah dari Naura, menantu anda." jawab Pak Farhan.


DEG..


Pak Farhan benar-benar tersentak saat pemilik Rumah itu mengatakan dan menanyakan mengenai dirinya kembali.


"Maafkan kami, Nyonya. Kami adalah orang tua dari Naura, sudah lama putri kami itu pergi dari rumah tanpa memberitahukan kepada kami." ucap Pak Farhan.


Dalam hati Bu Lena benar-benar sangat marah, wanita itu tidak terima saat Pak Farhan mengatakan kalau Naura pergi dari rumah. terlihat Bu Lena menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu mempersilahkan Pak Farhan dan Bu Arni untuk minum serta memakan cemilan yang sudah dia sediakan.


"Silakan Anda makan kue dan silakan meminum minumannya, saya akan masuk sebentar karena saya tidak tahu kalau menantu saya itu masih mempunyai orang tua." ucap Bu Lena.


"Nyonya, Siapa mereka?" tanya salah satu pembantu kepada Bu Lena.


"Kalian terus pantau dua orang itu, karena dua orang itu adalah orang jahat." pinta Bu Lena kepada salah satu pembantunya.


Setelah mengatakan itu akhirnya Bu Lena mengambil ponselnya, wanita itu menelpon suaminya untuk memberitahukan kalau orang tua Naura sudah menampakkan dirinya. di tempat lain seorang pria berjalan mendekati ruang tamu, tatapan matanya menatap seorang pria yang wajahnya sedikit mirip dengan wanita yang kemarin dia temui.

__ADS_1


"Siapa kalian?" tanya Akbar kepada Pak Farhan.


Pak Farhan menoleh, menatap seorang pria tampan yang sudah berada tidak jauh darinya.


"Maaf anda siapa ya?" tanya Pak Farhan kembali.


Ketidak sukaan jelas-jelas ditunjukkan oleh Akbar, pria itu terus menatap Pak Farhan yang duduk dengan begitu angkuh di rumahnya. "Aku adalah pemilik Rumah ini, siapa Kau kenapa kamu ada di rumahku?" tanya Akbar.


Sesaat kemudian Pak Farhan nampak berdiri, pria itu memperkenalkan dirinya kepada Akbar.


"Saya adalah orang tua dari Naura, saya adalah mertua dari nak Abian." jawab Pak Farhan.


Setelah mendengar nama adiknya seketika Akbar langsung pergi, pria itu tidak akan memperdulikan apapun mengenai adiknya. wajah yang begitu dingin sikap yang begitu angkuh kata-kata yang begitu kasar semua ditunjukkan oleh Akbar.


"Ada apa Akbar!" tanya Bu Lena.


"Kenapa ada pengemis di rumah kita, ibu?" tanya Akbar kepada Bu Lena.


"Mereka bukan pengemis, Putraku.' jawab Bu Lena.


"Mereka adalah pengemis, orang-orang yang tidak pantas menginjakkan kakinya di tempat kita." jawab Akbar dengan nada yang benar-benar begitu kasar.


"Jaga mulutmu, Akbar. tidak baik kau mengatakan hal itu, kamu adalah seorang pria jagalah mulutmu agar mulutmu itu tidak menghancurkanmu." ucap bu Lena yang kemudian pergi menemui Pak Farhan dan Bu Warni.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2