
** Keesokan hari **
"Selamat Pagi mas." Panggil Naura yang sudah memasuki kantor sang suami.
"Pagi sayang, ada apa kamu kemari? Apa ada sesuatu?" tanya Abian yang kemudian berdiri untuk mendekati sang istri.
"Aku sedikit khawatir sama kamu, Mas. soalnya kemarin kamu bilang ada demo dari para pekerja bangunan." ucap Naura.
"Kamu jangan khawatir, Sayang semuanya akan baik-baik saja, kamu tidak usah mencemaskan Mas. lagi pula Mas pasti akan mencoba yang terbaik." jawab Abian.
"Lalu, apakah Mas sudah mengetahui Siapa orang yang mencoba melakukan hal ini?" tanya Naura kepada sang suami.
"Mas belum dapat informasi dan kabar dari Sandi ataupun Azrul. mungkin Mas akan melakukan sesuatu agar Mas dapat mengetahui mengenai kabar itu." jawab Abian.
"Mas harus hati-hati ya." minta Naura.
"Tenang aja Mas akan berbuat yang terbaik." ucap Abian.
Sekitar 30 menit kemudian ponsel Abian mulai berdering, pria itu mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari seseorang yang tidak dia kenal.
"Siapa Mas?" tanya Naura.
"Entahlah." jawab Abian.
Terlihat pria itu mengambil ponselnya, Abian menjawab panggilan telepon dari seseorang yang tidak tertera namanya di ponsel. "Ya halo." ucap Abian.
"Bos, saya sudah menangkap dua orang yang membawa kabur uang itu." jawab pria asing.
"Kamu ada di mana?" tanya Abian.
"Saya berada di sebuah tempat yang kemarin saya katakan." jawab si pria.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera ke sana." jawab Abian yang kemudian bergegas untuk pergi ke suatu tempat.
"Kamu mau ke mana Mas?" tanya Naura.
"Mas sudah menangkap orang yang membawa kabur uang itu.' ucap Abian.
__ADS_1
"Aku ikut." minta Naura.
"Ya udah kamu ikut, hati-hati ya." ucap Abian yang kemudian menggandeng tangan sang istri.
Pasti semua orang akan mengira kalau orang yang menyuruh dua pria itu untuk membawa kabur uang adalah Akbar, tapi tebakan Mereka salah. karena orang yang menyuruh dua orang itu untuk mengambil uang dari Abian adalah Ayah dari Franda. ternyata pria itu menyuruh Franda untuk mendekati Abian hanyalah ingin menguras seluruh harta kekayaan dari Anggoro Sebastian.
Dengan segera Abian melajukan mobilnya menuju tempat yang dikatakan oleh beberapa orang yang dia bayar untuk mencari keberadaan dua orang yang sudah membawa kabur uang perusahaan dengan nilai yang sangat fantastis. tiada orang yang akan tahu siapa sebenarnya Abian, pria yang terlihat begitu santai begitu lemah ketika dia mendapatkan cobaan.
Abian benar-benar harus mendapatkan dua orang yang sudah membuatnya hampir hancur itu, Abian membawa begitu banyak anak buah untuk segera membawa orang-orang yang sudah berusaha untuk menghancurkannya. sekitar beberapa menit atau tepatnya sekitar 45 menit kemudian apian sudah sampai di sebuah tempat yang sudah dikatakan oleh pria yang menelpon dirinya.
"Ini tempat apa Mas?" tanya Naura.
"Tenanglah, sayang. kamu ikut mas karena mas harus segera melihat Siapa orang-orang yang sudah membawa kabur uang para pekerja tersebut.'' jawab Abian.
Dengan segera Abian masuk ke dalam salah satu rumah yang tidak berpenghuni di sebuah tempat yang tidak akan ada yang mengetahuinya. Abian memasuki tempat itu menatap orang-orang yang ada di sana sembari mencari tahu siapa orang yang sudah membuatnya hampir terluka.
"Di mana mereka?!" seru Abian.
Beberapa orang yang sudah dibayar oleh Abian nampak keluar. "Mereka ada di sini Bos." jawab si pria.
Naura menatap sang suami dengan 1000 pertanyaan, langkah kaki Abian memasuki tempat itu. ada tiga orang yang diikat dan kepalanya ditutup dengan kain hitam.
"Kalian akan mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa jika Bos membuka penutup kepala mereka." jawab si pria.
Karena penasaran Abian langsung membuka satu persatu kain yang menutupi kepala tiga orang itu, satu dua tiga penutup kepala tiga orang itu sudah terbuka. Abian menatap 3 orang yang sudah berada di sana, tatapan mata Abian benar-benar dikejutkan dengan pemandangan yang ada di depan mereka, sebuah pemandangan luar biasa dengan semua kenyataan yang luar biasa.
Ternyata orang-orang yang membawa uang dari perusahaannya tidak lain adalah direktur perusahaan, wakil direktur dan kepala staf keuangan. orang-orang itu sudah mengambil uang dengan nilai fantastis, semua itu atas suruhan dari seorang pria yang akan diketahui oleh Abian sebentar lagi. ketika orang itu menatap Abian mereka mengira kalau Abian tidak akan melakukan sesuatu kepada mereka.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Abian kepada salah satu dari tiga pria.
Tidak ada jawaban dari tiga orang itu.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Abian kembali.
Tiga orang itu terlihat menatap Abian dengan tatapan mata yang benar-benar yakin kalau mereka hanyalah orang suruhan.
"Sayang, bisakah kau pergi sebentar." minta Abian kepada sang istri.
__ADS_1
"Memangnya ada apa Mas?" tanya Naura.
"Keluarlah sebentar Sayang," minta Abian yang membuat Naura langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ada sesuatu yang harus dilakukan oleh Abian, dia harus mendapatkan otak dari dua pria yang sudah mengambil uang tersebut.
"Apa yang akan kita lakukan, Tuan?" tanya orang suruhan Abian.
"Tentu saja kita akan melakukan seperti yang kalian katakan kemarin." jawab Abian.
"Apakah anda yakin?" tanya orang suruhan Abian kembali.
"Tentu saja aku sudah membayar kalian dengan harga yang mahal, bukan? Jadi aku minta kepada kalian untuk mendapatkan nama pria yang sudah menyuruh mereka untuk mengambil uang tersebut." jawab Abian .
Senyum penuh makna yang ditunjukkan oleh beberapa orang suruhan Abian itu benar-benar sangat menakutkan, bahkan terlihat mereka menetap wajah seorang pria yang ada di depannya.
"Seperti yang dikatakan oleh bosku, maka aku akan membuat kalian semua mengatakannya. jika aku tidak bisa mendapatkan nama itu maka kalian harus mengalami sesuatu yang pantas kalian dapatkan." ucap orang suruhan Abian.
Dengan segera pria yang disuruh oleh Abian itu mengeluarkan pisau dari tangannya. "Kalian akan merasakan bagaimana kulit kalian itu aku kupas sedikit demi sedikit." ucap si pria yang kemudian membuka ponselnya.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya salah satu pria.
"Oh ya, bagaimana jika aku menelpon salah satu keluargamu dan akan ku tunjukkan apa yang aku lakukan itu melalui video call?" tanya si pria yang membuat salah satu penghianat langsung terdiam. ketika orang itu mengira kalau orang suruhan Abian hanya mengertak saja, namun Mereka salah mereka akan mendapatkan sebuah penyiksaan yang luar biasa.
Sebuah kematian perlahan namun kematian itu akan menyeret keluarga mereka. video call dilakukan oleh orang suruhan dari Abian, ternyata pria itu menelpon salah satu keluarga penghianat dan ternyata itu adalah istri dan anaknya.
"Apa yang akan kau lakukan?!" seru si penghianat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu