ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Perjanjian


__ADS_3

Franda benar-benar tidak mengira kalau dirinya diejek oleh wanita yang ada di depannya itu. "Siapa wanita ini, Abian?" tanya Franda kepada Abian.


Abian tidak menghiraukan pertanyaan Franda, pria itu langsung masuk ke dalam rumahnya sembari melirik kepada Naura. dengan segera Naura masuk ke dalam rumah besar milik tuan besar yang bernama Abyan.


"Kau mau ke mana?!" teriak Franda kepada Naura.


"Aku mau masuk ke sana, Memangnya kenapa Nona tuyul?" tanya Naura yang benar-benar membuat orang-orang yang ada di tempat itu menahan tawanya.


"Kau berani sekali ya, katakan sekali lagi!!" teriak Franda.


"Nona tuyul." jawab Naura yang kemudian masuk ke dalam rumah Abian.


Good job, itulah kata-kata yang diucapkan oleh para pekerja rumah besar milik Abian. mereka memang tidak pernah menyukai keberadaan Franda, Wanita itu benar-benar sangat egois tidak pernah menatap para pembantu itu sebagai manusia. Franda menganggap para pekerja di rumah Abian sebagai budak yang sudah dibeli oleh pria itu.


"Berani sekali ya, kau mengatakan aku tuyul!" seru Franda yang tidak terima. sesaat kemudian wanita itu berjalan dengan begitu cepat dan berusaha untuk mengejar Naura yang sudah berjalan di belakang tubuh Abian.


Saat berada di ruang tamu tatapan mata Franda menatap Abian yang tiba-tiba memutar tubuhnya hingga membuat Naura langsung menabrak tubuh pria itu.


"Aduh..," karena Abian yang tiba-tiba berhenti dan memutar balik dirinya, hingga membuat Franda yang cengengesan tidak melihat ke arah depan wanita itu langsung menabrak tubuh Abian.


"Di mana matamu?" tanya Abian yang membuat Naura hanya cengisan.


"Maaf loh Tuan, salah Tuan sendiri kenapa berhenti tiba-tiba." jawab Naura.


Franda yang baru memasuki rumah Abyan Wanita itu benar-benar sangat besar, ingin sekali dia menghampiri wanita yang dibawa oleh tunangannya itu dan melakukan sesuatu kepadanya.


"Dasar wanita tidak tahu diri, siapa Kau berani sekali kau masuk ke dalam rumah ini!!" seru Franda seolah-olah dia adalah pemilik Rumah itu Franda. dengan tatapan mata yang benar-benar tidak suka Hal itu membuat Franda langsung terdiam. dia menatap Abian sembari mendekat ke pria itu.


"Aku kan cuma ingin membuat wanita ini tahu di mana posisinya." ucap Franda yang hendak meraih tangan Abian dan berusaha memeluknya.


Sedangkan Abian sendiri yang melihat hal itu tentu saja pria itu langsung menyingkirkan Franda. "Jangan coba mendekat, jika tidak aku akan melemparkanmu." ucap Abian yang membuat Franda langsung mundur sedangkan Naura ingin tertawa terbahak-bahak.


"Siapa dia sayang?" tanya Franda kepada Abian.

__ADS_1


"Kau tidak usah tahu." jawab Abian.


"Kau ikut denganku dan jangan pernah mencoba untuk membuat perusahaan di tempatku, kau mengerti. jika tidak aku akan membawamu ke kantor polisi." ucap Abian yang membuat Naura langsung menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


"Ini pria kok bengek banget sih, menyebalkan lagi." ucap Naura dalam hati yang mengikuti arah langkah kaki Abian.


Setelah melihat Abian masuk akhirnya Sandi juga mengikuti bosnya, sedangkan Franda yang hendak mengikuti Abian langsung dihentikan oleh Sandi.


"Nona tetap berada di sini saja, jika tidak Nona akan membuat masalah seperti wanita itu." ucap Sandi yang menghentikan Franda yang hendak mengikutinya langsung terhenti. dia duduk di sofa nyaman rumah itu sembari meminta para pembantu untuk mengambilkannya makanan dan minuman kalian.


"Ambilkan aku makanan dan minuman, Aku lapar." ucap Franda yang membuat para pembantu yang ada di rumah itu tidak menghiraukan Franda. malah mereka langsung lekas pergi dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Memangnya dia siapa, berani sekali dia menyuruh-nyuruh kita." ucap salah satu pembantu yang membuat Anda begitu kesal.


"Dasar pembantu tidak tahu diri, cepat ambilkan aku makanan!!" seru Franda.


Abian, Sandi dan Naura berada di ruangan sang Tuan besar, pria itu menata Franda yang melihat dekorasi rumah yang begitu mewah.


"Aku yakin kau sangat takjub dengan semua yang aku miliki." ucap Abian yang seolah ingin menyombongkan dirinya. namun begitu mengejutkan karena Naura tersenyum seolah mengejek kekayaan.


"Apakah kau menghinaku?" tanya Abian kepada Naura.


"Siapa yang menghina, Coba katakan Di mana letak perkataanku yang menghinamu." jawab Naura.


Sandi yang terus mendengar perdebatan kedua orang itu, dia hanya bisa terdiam menunggu bosnya untuk menyuruhnya berbicara.


"Sandi, catat apa yang aku ucapkan ini. setelah itu kau buat sebuah lembaran perjanjian dengan wanita ini, jika dia tidak mau menandatanganinya buat dia masuk ke penjara." ancam Abian yang membuat Naura langsung berdiri dari kursi yang dia duduki.


"Dasar pria tidak tahu diri, enak banget dikit-dikit menyuruh orang untuk membawaku ke kantor polisi. dikit-dikit ke kantor polisi kau itu pria Kok tidak punya hati nurani sama sekali sih!" bentar Naura yang membuat Abian hanya bisa mengeluarkan sepatah kata saja.


"Lakukan apa yang Aku perintahkan, Sandi." perintah Abian yang membuat sandi langsung pergi ke ruangannya untuk membuat sebuah surat perjanjian yang telah diperintahkan oleh Abian.


"Dengarkan aku baik-baik, Nona bawel Nona mesum dan Nona tidak punya etika." ucap Abian.

__ADS_1


"Enak banget, kau mengatakan aku bawel mesum dan tidak punya etika. sedangkan kau itu apa, dasar penculik wanita otak kotor." jawab Naura.


"Di tahun berapa ini?" Abian benar-benar mendapatkan lawan yang begitu seimbang.


"Apakah kau ingin masuk penjara?" tanya Abian.


"Tentu tidak." jawab Naura.


"Baguslah kalau begitu." jawab Abian yang kemudian memijit pelipisnya sambil menatap wanita muda yang ada di depannya itu. mungkin perbedaan umur Abian dan Naura sekitar 10 tahun atau lebih, tapi perbedaan yang paling mencolok adalah cara berpikir mereka yang benar-benar sangat berbeda luar biasa.


"Kau tinggal di mana?" tanya Abian.


"Aku tidak punya rumah." jawab Naura dengan nada yang begitu ketus.


"Lalu, Siapa orang-orang yang mengejarmu kemarin?" tanya Abian.


"Lalu apa? aku harus menjawabnya?" tanya Naura.


Abian menganggukkan kepalanya. "Tentu kau harus menjawabnya." jawab Abian.


"Salah satu diantara orang-orang itu adalah Ayah kandungku, pria itu banyak sekali hutangnya dan banyak sekali simpanan hutang yang melebihi kadar luar biasa dari hutang-hutang manusia." jawab Naura.


"Maksudmu?" tanya Abian yang sedikit kebingungan.


"Jadi dia memakai cara kotor dan licik untuk melunasi hutangnya dengan cara memberikanku kepada orang yang memberikan dia uang. ya anggap saja aku sebagai pelunas hutangnya gitu." jawab Naura yang seolah tidak mempunyai beban sama sekali. padahal kemarin dia melarikan diri seperti orang gila yang benar-benar sangat kesurupan, karena takut dinikahkan dengan pria tua bau bangkai dan lain sebagainya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2