ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Api yang membakar


__ADS_3

Dari hari ke hari terlihat Naura benar-benar akan memberikan sebuah pelajaran kepada Abian, hari ini wanita itu sedang berbincang-bincang dengan seorang pria yang tidak lain adalah rekan bisnis baru Abian.


"Naura!!" seru Azrul yang memanggil Naura yang sedang berbincang dengan Silvia.


"Tuan Azrul." panggil Naura yang menatap kedatangan Azrul.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Azrul kepada Naura.


"Saya sedang berbincang-bincang dengan Nona Silvia, Tuan Azrul." jawab Naura.


Silvia adalah adik dari Azrul, mereka memang jarang berbicara namun mereka adalah saudara yang lumayan dekat.


"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Silvia kepada Azrul.


"Tentu saja Kakak harus melakukan meeting ulang dengan Tuan Abian." jawab Azrul.


"Oooo...,begitu ya." ucap Silvia.


Tatapan mata Silvia menatap Sandi yang baru keluar bersama Abian, Silvia terus menatap Sandi bagaikan pria itu pangeran yang baru turun dari kuda putihnya.


"Cie..cie..," Naura yang meledek Sivia hingga membuat wanita itu tersenyum.


"Jangan ngeledek." ucap Naura.


"Bukannya ngeledek, lagi lihat apa sih.., kok mukamu itu udah merah gitu." ucap Naura yang kemudian menggoda Silvia kembali.


"Oh ya Naura, Apakah kamu tahu mengenai sesuatu?" tanya Azrul yang membuat Naura sedikit kebingungan.


"Tahu apa Tuan?" tanya Naura.


"Mulai sekarang kamu akan membantuku untuk melakukan beberapa pekerjaan di tempat ini, aku dan Tuan Abian sudah sepakat untuk menjadikanmu sekretaris pribadiku." jawab Azrul yang membuat Naura sedikit kebingungan.


Naura hanya bisa menghela nafasnya sedikit kasar, karena ternyata Abian mendekatkan orang lain dengan dirinya sedangkan dia bersama dengan Franda.


"Benarkah Tuan? kalau begitu saya senang." jawab Naura yang terlihat tersenyum kepada Azrul.


Di tempat yang tidak jauh terlihat Abian menetap Naura yang sedang berbincang-bincang dengan Azrul, tatapan matanya penuh dengan kekecewaan, tatapan mata itu seolah ingin mengisyaratkan dia dalam kebingungan saat memilih antara bisnis atau istrinya.


"Apa yang Anda lihat, Tuan?" tanya Sandi kepada Abian.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa," jawab Abian yang kemudian pergi.


Sandi menatap Naura yang sedang bersama dengan Azrul, Hal itu membuat Sandi tahu kalau bosnya sedang menatap istrinya sedang bersama pria lain.


"Jika kehilangan akan terasa sakit Bos, lebih baik mengakui sekarang daripada menyesal di kemudian hari." ucap Sandi yang membuat Abian menoleh menatap Sandi.


"Itu adalah urusanku, sampai kapanpun wanita itu tidak akan pernah mengetahui kalau aku adalah suaminya." jawab Abian.


"Kamu akan menyesal di kemudian hari." guman Sandi dalam hati sembari menatap wajah Abian.


Hari ini secara sah Azrul akan menempati salah satu ruangan yang ada di dekat kantor Abian, karena Azrul akan menjadi rekan bisnis Abian untuk waktu yang lumayan lama. karena hal itu Abian sedikit memikirkan apa yang akan terjadi kepada dirinya, malam ini terlihat Naura kembali di antar oleh Azrul ke rumah Abian.


"Jadi kau tinggal di sini?" tanya Azrul.


"Iya mas, karena aku masih mempunyai hutang yang harus aku bayar kepada Tuan Abian." jawab Naura.


Azrul sedikit tersenyum karena gadis muda yang ada di depannya itu berbicara tanpa menutup-nutupi keadaannya. "Ya sudah kalau begitu, mulai besok kamu akan menjadi sekretarisku, jadi bantu aku ya." pinta Azrul.


Naura hanya tersenyum, sedangkan Silvia yang ada di kursi belakang nampak wanita itu membuka kaca mobilnya. "Sudah sudah ayo Kak kita pulang, besok akan kita akan bertemu kembali dengan Naura!" seru Silva yang kemudian meminta kakaknya untuk segera masuk ke dalam mobil.


Sedikit cerita Azrul adalah salah satu Putra pengusaha yang tidak terlalu membanggakan kekayaannya, cita-citanya adalah menjadi pengusaha dengan semua hasil jeripayah nya sendiri.


"Kau dari mana saja jam segini baru pulang?!" teriak Abian.


"Tentu saja dari kantor." jawab Naura dengan nada suara yang sedikit lemah.


"Apakah kau mau menggoda pria itu?" tanya Abian secara tiba-tiba.


Naura yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja wanita itu sedikit tersentak. "Apa maksudmu, Pak beruang?" tanya Naura.


"Jangan-jangan kau habis pergi ke mana dengannya?" tanya Abian.


Naura hanya diam, terlihat wanita itu melangkahkan kakinya hendak memasuki rumah Abian.


"Berhenti, Kau dari mana saja tadi bersama dengan pria itu?!" seru Abian yang sedikit marah.


Naura yang berada di lantai 1 sedangkan Abian berada di lantai 2, nampak mereka saling menatap satu sama lain. "Apa maksudmu, pak beruang. Aku tidak mengerti?" tanya Naura.


"Apakah kau habis dari tempat remang-remang bersama pria itu? padahal kau baru saja mengenalnya." kata-kata pedas yang dikeluarkan oleh Abian membuat Naura benar-benar sangat kesal.

__ADS_1


"Jaga kata-katamu Pak beruang!" seru Naura yang sedikit kesal.


"Tentu saja, Lihatlah kau baru pertama kali mengenal pria itu sekarang kamu langsung saja mau diantarkan olehnya!" seru Abian yang terlihat melangkah menuruni anak tangga.


"Dengar ya Pak beruang, aku bukanlah wanita seperti itu. Aku adalah wanita baik-baik yang tidak akan pernah melakukan hal itu." jawab Naura.


"Benarkah, Tapi kelihatannya kamu adalah wanita murahan yang begitu cepat memberikan dirimu kepada pria yang baru kau kenal." ucap Abian yang berada di depan Naura.


PLAKK...


"Jaga kata-katamu, aku bukanlah wanita seperti itu!!" seru Naura.


"Kalau kau bukan wanita seperti itu, lalu kamu wanita seperti apa? kau hanyalah wanita dari jalanan yang aku bawa kemari." ucap Abian yang membuat Naura kembali merasakan sakit hati.


"Dasar kau pria brengsek!" seru Naura.


"Abian!" seru Bu Lena yang sudah mendengar perkataan Abian dari tadi.


Tatapan mata Naura menatap Bu Lena yang sudah berada di ruang tamu.


"Coba katakan lagi apa yang kau katakan tadi kepada Naura?" tanya Bu Lena.


"Benarkan apa yang aku katakan tadi, kalau wanita itu adalah wanita tidak tahu diri. dia baru mengenal pria itu tapi dia seperti seorang penggoda yang langsung meminta pria itu untuk mengantarkannya." ucap Abian.


Naura hanya bisa menelan ludahnya dengan begitu kasar, wanita itu benar-benar menahan sakit yang ada di hatinya.


"Kau adalah pria brengsek, kau adalah pria yang tidak bertanggung, Lebih baik aku membawa Naura pergi dari sini daripada kau terus menyakitinya. ingatlah kata-kata ibu kau tidak akan bisa mendapatkan wanita ini bagaimanapun caranya!!" seru Bu Lena yang terlihat menarik tubuh Naura.


Abian benar-benar sangat kesal, pria itu langsung meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya. malam ini akan menjadi Malam yang benar-benar begitu panjang, malam yang tidak akan bisa dipikirkan oleh Abian sama sekali. terlihat Abian merenungkan kata-katanya di dalam kamar, pria itu merasakan kekesalan yang sangat luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2