
Waktu benar-benar akan memberikan pelajaran kepada tuan Joni, semua yang dia perkirakan berjalan mulus itu sekarang sudah menunjukkan kehancuran sedikit demi sedikit satu persatu. orang yang bekerja sama di perusahaannya sudah meninggalkan perusahaan Tuan Joni, kabar mengenai barang selundupan yang dikirimkan dengan barang-barang yang akan dikirim oleh Tuan Joni ke luar negeri pun sudah tertangkap. para pihak kepolisian menyisir beberapa perusahaan Tuan Joni yang bekerja di bidang pengiriman barang dan salah satu perusahaan yang berhubungan dengan ekspor batu permata.
"Tuan Joni, kami harap anda mau bekerja dengan kami. jika anda tidak mau bekerja dengan kepolisian makan kami akan menyita seluruh aset perusahaan anda." ucap para polisi.
Saat para polisi sudah menyisir tempat-tempat yang diperkirakan menjadi bagian dari perusahaan Tuan Joni mereka tidak akan menyangka kalau perusahaan Tuan Joni juga menyelundupkan obat-obatan terlarang di dalam pengiriman perusahaan perikanan yang dia miliki.
"Komandan Kami menemukan beberapa barang yang mencurigakan." ucap salah satu polisi.
"Bongkar seluruh barang-barang yang ada di peti kemas itu, aku yakin informasi mengenai obat-obatan terlarang itu benar adanya." perintah komandan polisi kepada anak buahnya.
"Dengan segera para petugas polisi membongkar beberapa ikan yang akan diimpor ke luar negeri, saat mereka membongkar barang-barang itu betapa terkejutnya mereka menemukan puluhan kilo obat-obatan terlarang yang ada di dalam perut ikan. Tuan Joni tidak bisa mengatakan apapun, pria itu hanya bisa terdiam dengan ekspresi yang tidak bisa dia katakan.
"Apakah Anda bisa mengatakan apa yang terjadi di dalam sini, Tuan Joni?" tanya salah satu petugas polisi yang membuat Tuan Joni tidak bisa mengatakan apapun. di
Tuan Joni nampak terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun karena barang-barang yang dia miliki sekarang sudah berpindah tangan. "Aku pasti dijebak!!" seru Tuan Joni.
"Silahkan anda ikut dengan anak buah saya, penyelidikan akan Kami lanjutkan setelah semua yang anda lakukan." jawab petugas polisi.
Akhirnya hari itu Tuan Joni ditangkap dengan tuduhan penyelundupan obat-obatan terlarang yang dia masukkan ke dalam ikan yang akan dia kirim ke luar negeri.
Kabar mengenai Tuan Joni yang sudah ditangkap oleh polisi membuat para pengusaha benar-benar tidak pernah mengira kalau ternyata orang itu adalah seorang mafia.
"Apakah kalian tahu, katanya Tuan Joni sudah ditangkap?" tanya salah satu pengusaha.
"Katanya perusahaan yang dia miliki ditutup oleh pemerinta." jawab salah satu pengusaha.
"Iya, katanya ikan-ikan yang diekspor ke luar negeri itu terdapat obat-obatan terlarang." ucap pengusaha yang lain.
"Untung saja aku tidak bekerja sama dengannya, jika sampai aku bekerja sama dengannya mungkin saja aku juga masuk penjara." jawab pengusaha A.
"Kau benar, untung saja aku bekerja sama dengan Tuan Abian, ternyata rumor mengenai sisi gelap dari tuan Joni itu benar adanya." ucap pengusaha B.
__ADS_1
Gosip gosip mulai tersebar dengan begitu cepat, beberapa perusahaan yang dimiliki oleh Tuan Joni akhirnya ditutup secara permanen. Franda yang mengetahui beberapa perusahaan ayahnya sudah ditutup dia nampak bersikap biasa-biasa saja.
Hari ini Franda sengaja datang ke rumah Naura untuk berbincang-bincang dengan wanita itu, hatinya sedikit tenang ketika wanita itu bersama Naura.
"Apa kamu mau ikut denganku?" tanya Naura kepada Franda.
"Ke mana?" tanya Franda.
"Tentu saja kita akan jalan-jalan, aku mau mengantar Putraku untuk bermain di salah satu pusat perbelanjaan." jawab Naura.
"Apa aku boleh ikut, apa aku tidak akan membuatmu tidak enak?" tanya Franda.
"Memangnya kenapa? tentu saja Kamu boleh ikut kita akan bersenang-senang di sana, Lagi pula kalau kamu pulang nanti banyak wartawan yang akan menanyai masalah ini dan itu." ucap Naura.
"Terima kasih ya." jawab Franda sambil memegang tangan Naura.
Franda tidak akan pernah mengira kalau wanita yang hendak dia sakiti itu sekarang begitu baik padanya, Franda menyesali apa yang dia lakukan. seharusnya dia tidak pernah mempunyai pikiran jahat kepada Naura, seharusnya dia menjadi seorang wanita seperti Naura. wanita baik, bersikap dewasa dan penuh semangat.
Akhirnya dua Wanita itu pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk mengantar baby Ilyas bermain di sana, sekitar 25 menit kemudian Naura sudah sampai di tempat itu. langkah kaki Naura berjalan begitu sederhana, wanita itu nampak menatap Naura dengan tatapan mata yang benar-benar begitu intens.
"Boleh." jawab Franda.
Dari waktu ke waktu akhirnya Franda begitu dekat dengan Naura. baby Ilyas yang sangat lucu itu selalu membuat Franda begitu iri dengan kebahagiaan Naura. bukannya wanita itu ingin memilikinya tapi dia ingin juga merasakan kebahagiaan seperti Naura dan Adrian.
Satu minggu kemudian persidangan tuan Joni sudah dilakukan, pria itu mendapatkan hukuman yang benar-benar tidak akan dia pikirkan. penyelundupan obat-obatan terlarang itu mempunyai hukum yang sangat luar biasa, sebagai seorang anak Franda hanya bisa pasrah saat mendengar keputusan sidang tersebut. Black yang juga hadir di persidangan itu terus berusaha untuk menenangkan Franda.
** Enam bulan kemudian **
"Kamu kenapa sayang?" tanya Abian kepada sang istri.
"Entahlah Mas, kepalaku sering pusing. apa Aku kurang makan ya?" tanya Naura kepada Abian.
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya kamu Mas antarkan ke rumah sakit dahulu? nanti biar kamu diperiksa, sudah satu minggu ini kamu selalu mual-mual terus." ucap Abian.
"Iya Mas, lagi pula badanku juga benar-benar sangat lemah." jawab Naura yang kemudian meminta sang suami untuk mengantarkannya .
Silvia yang baru datang ke rumah Naura nampak wanita itu menatap Naura. "Mau ke mana, Naura?" tanya Silvia.
"Aku mau ke rumah sakit dulu, Oh ya apa Kamu dari perusahaan?" tanya Naura kepada Silvia.
"Iya, Memangnya ada apa?" tanya Silvia kepada Naura.
"Aku bisa minta tolong nggak? untuk beberapa Minggu ini kamu bantu aku untuk mengawasi sekolah yang baru beberapa minggu ini di buka." pinta Naura kepada Sivia.
"Boleh, nanti aku akan ke sana untuk melihat. lagi pula aku suka bermain dengan anak-anak kecil yang ada di sana." jawab Silvia.
Akhirnya Naura diantar oleh Abian ke rumah sakit, Wanita itu sudah merasa tidak enak badan selama hampir 1 bulan ini. tubuh Naura begitu lemah, apalagi dia jarang sekali makan karena dia selalu muntah.
Saat berada di rumah sakit Naura sudah diperiksa oleh salah satu dokter kandungan yang menjadi dokter keluarganya.
"Bagaimana dokter?" tanya Abian kepada dokter yang sudah memeriksa Naura.
"Selamat ya, Tuan. karena nyonya Naura sudah mengandung." jawab Dokter wanita.
Abian yang mendengar jawaban dari wanita itu nampak dia hanya terdiam, bukannya apa-apa karena Abian sedikit tidak connect dengan jawaban yang diberikan oleh sang dokter.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu