
Beberapa hari kemudian akhirnya dua orang itu kembali lagi ke rumah Abian, mereka masih tetap bersih kuku mengakui kalau Ilyas adalah keluarganya.
"Ilyas!" seru Lina yang sudah berada di rumah Abian. wanita itu terlihat benar-benar begitu menyebalkan.
Bagaimana tidak, dia terus-menerus berusaha untuk memprovokasi Ilyas. wanita itu terus mencari pengakuan dari seorang pemuda yang ada di depannya tersebut.
"Keluar dari sini, pergi Kalian dari sini!" seru salah satu petugas keamanan yang ada di rumah Abian yang nampak mengusir Lina dan Sidik yang terus mencari masalah di rumah Abian.
"Aku tidak mau pulang, aku harus menemui keponakanku!!" teriak Sidik.
"Dasar kalian gila, pergi dari sini!!" seru dua petugas keamanan rumah Abian. hari ini memang Abian tidak ada di rumahnya, dia masih berada di perusahaan sedangkan Naura dia tidak ada di rumah juga karena harus mengurus rumah sakit dan sekolah yang sudah dia bangun.
"Kalian ini siapa?" tanya Jelita yang keluar dari rumahnya dan melihat dua orang yang sedang berteriak di depan rumahnya.
"Panggil Ilyas, bilang padanya Kami ingin menemuinya!!" teriak Lina.
"Abang Ilyas tidak ada di rumah, abang Ilyas sedang pergi sama kakek Teguh dan kakek Anggoro." jawab Jelita.
Tatapan mata Sidik dan Lina menatap bocah kecil yang tentu mempunyai darah orang luar tersebut.
"Kamu ini siapa?" tanya Lina kepada Jelita.
"Tentu saja aku yang punya rumah ini, memangnya Kenapa." jawab Jelita sambil menatap nyalang ke wajah dua orang tersebut.
Lina benar-benar kesal. "Dasar anak kecil, bicara aja sok-sokan." cibir Lina.
"Mbok, mbok!!" seru Jelita yang memanggil salah satu pembantu.
"Iya ada apa non Jelita." jawab Salah satu pembantu.
__ADS_1
"Bilang sama paman satpam suruh mereka mengusir 2 orang ini, dua orang ini terus-menerus memarahiku." ucap Jelita yang membuat dua satpam yang ada di rumahnya itu langsung menarik paksa Sidik dan Lina untuk segera keluar dari rumahnya.
Dua orang itu benar-benar begitu kekeh ingin mendapatkan perhatian dari Ilyas. Entah sudah berapa lama mereka berdua terus mencari cara untuk mendekati Ilyas namun tidak pernah sekalipun mereka mendapatkan keberadaan Ilyas.
Di tempat lain kakek Teguh dan kakek Anggoro sudah mendapatkan informasi mengenai dua orang yang selalu ke rumah Abian.
"Apakah mereka benar-benar keluarga orang tuaku, kek?" tanya Ilyas kepada Pak Teguh dan Pak Anggoro.
"Dari mendiang ayahmu, tapi kalau menurut penyelidikan kakek.., mereka itu keluarga jauh." jawab Pak Teguh.
"Lalu, Kenapa mereka berusaha mencariku?" tanya Ilyas.
"Karena kamu mempunyai warisan yang tidak pernah diinginkan oleh papa dan mamamu." jawab Pak Anggoro.
"Maksud kakek?" tanya Ilyas kembali.
"Orang tuamu mempunyai beberapa lahan tanah, 2 rumah Kalau tidak salah. pamanmu yang meninggal juga mempunyai penginapan yang ada di salah satu kawasan wisata." jawab Pak Anggoro.
"Tentu saja, apalagi yang mereka inginkan." jawab Pak Anggoro.
"Dengarkan aku baik-baik, Ilyas. memang Papa dan mamamu tidak pernah berusaha untuk mencari tahu mengenai harta dari mendiang keluargamu. bagi Papa dan mamamu Kamu adalah harta mereka, mereka akan memberikan segalanya untukmu, tapi jika ada kejadian seperti ini karena kamu sudah dewasa. kakek tanya padamu, Apakah kamu bersedia mengambil alih atas peninggalan keluargamu?" tanya Pak Teguh yang membuat Ilyas sedikit terdiam.
"Kamu adalah seorang pria, Ilyas. suatu ketika kau akan menjadi ayah, suatu ketika pula pasti keturunanmu menanyakan mengenai kepemilikan mu. Jika kamu memang menginginkan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh almarhum kakek, ibu dan Ayahmu. maka kamu berhak seutuhnya untuk memilikinya." ucap Pak Teguh.
"Lalu, Bagaimana pendapat kakek?" tanya Ilyas.
"Kalau pendapat kakek kamu boleh memperjuangkan milik keluargamu, walaupun mereka sudah memberikan kepada pengacaranya dan pengacara orang tuamu sudah pergi ke tempat papa dan mamamu. tapi papa dan mamamu belum mengatakannya padamu kan, mereka ingin kamu yakin dengan dirimu. Mereka ingin kamu mengambil alih Jika kamu sudah dewasa." ucap Pak Teguh.
"Kakek Teguh benar Ilyas, itu semuanya tergantung padamu. Jika kamu memang menginginkan milikmu maka kamu berhak memilikinya, itu semuanya adalah milik almarhum Ayah, Ibu dan kakekmu. kami tidak bisa memaksamu untuk tidak menerimanya atau memaksamu untuk menerimanya. tapi itu semuanya adalah keputusanmu, bagi kami Kamu adalah cucu kami. tak akan ada yang beda dari semua yang telah kamu terima nanti." jawab kakek Anggoro.
__ADS_1
"Terima kasih ya kek, kakek berdua selalu memberikan aku pegangan dan selalu memberikan aku pelajaran mengenai arti hidup ini." ucap Ilyas.
"Maka jika kamu sudah yakin dengan semua keputusanmu, cobalah kamu lihat sendiri dengan kedua matamu siapa sebenarnya 2 orang yang terus-menerus berusaha untuk mengakuimu itu. Lihatlah dengan bijaksana, Lihatlah dengan hatimu dan ambillah keputusan yang baik." ucap Pak Teguh.
Setelah dari rumah singgah kakeknya akhirnya Ilyas lebih memilih untuk menemui kedua orang tuanya, Ilyas ingin mengutarakan maksud hatinya kepada Abian dan Naura seperti yang dikatakan oleh kedua kakeknya Dia adalah seorang pria, dia sudah berusia 14 tahun walaupun dia masih sekolah SMP tapi beberapa tahun lagi pemuda itu akan menjadi lebih dewasa.
Malam itu Ilyas membicarakan hal itu kepada Naura dan Abian. "Apa maksudmu, sayang. mama tidak mau kamu melakukan hal itu!" seru Naura dengan suara yang begitu keras.
"Tapi Ma, Ilyas ingin mengetahui apa keinginan mereka. pasti ada sesuatu yang ingin mereka lakukan." jawab Ilyas.
"Mama tidak mau, pokoknya Mama tidak akan mengizinkanmu untuk pergi bersama mereka. Mama menolak dengan tegas!" teriak Naura yang kemudian pergi meninggalkan suami dan putranya tersebut. hati Naura benar-benar sakit ketika Ilyas mengatakan dia akan pergi bersama dengan dua orang yang mengaku sebagai paman dan bibinya.
"Apakah kamu ingin melakukan sesuatu, Ilyas!" tanya Abian dengan nada suara yang begitu santai.
"Benar Pa, seperti kata Papa dan kakek Teguh bersama kakek Anggoro. aku adalah seorang pria, Ilyas harus mengambil keputusan yang tepat. jika Ilyas mempunyai peninggalan dari orang tua Ilyas maka mereka yakin kalau Ilyas adalah orang yang tepat untuk menerimanya. tapi kedua orang itu ingin mengambil Ilyas berarti mereka sudah mempunyai rencana jahat." jawab Ilyas.
Abian sedikit tersenyum dengan perkataan dari putranya tersebut. "Kamu sudah dewasa, Ilyas. tapi Papa tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja dari Papa dan Mama, Jika kamu pergi bersama dengan dua orang itu kamu akan bersama dengan sahabatmu itu kan?" tanya Abian yang membuat Ilyas tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, papa akan mengizinkanmu. Nanti papa akan membicarakan hal ini dengan Mama, kamu harus sabar ya." ucap Abian yang membuat Ilyas menganggukkan kepalanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatan mu