ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Makan berdua


__ADS_3

"Kamu sedang membuat apa?" tanya Abian kepada Naura.


"Kamu lihat sendiri kan kalau aku sedang memasak." jawab Naura dengan nada yang sedikit sewot.


"Aku tahu kalau kamu memasak, kamu tuh lagi sedang masak apa." jawab Abian dengan pertanyaan yang sedikit kesal.


"Kau lihat sendiri kan kalau aku ini sedang membuat sambel terasi." Naura sedikit kesal dengan pertanyaan tidak bermutu dari Abian.


sudah tahu sendiri malah bertanya seperti itu.


Sesaat kemudian terdengar bunyi suara yang keluar dari mulut Abian, tentu saja Naura yang mendengarnya langsung menatap ke arah Abian.


KRUCUKK.. KRUCUKK..


Entah mengapa bunyi suara perut Abian terdengar Sedikit keras. Hal itu membuat Naura yang baru memasukkan satu suapan masakan yang baru saja selesai Dia masak langsung menatap Abian dengan tatapan mata sedikit aneh.


"Bunyi apa tadi?" tanya Naura yang sebenarnya sudah tahu malah dia menanyakan hal itu kepada Abian.


"Entahlah bunyi apa aku juga tidak tahu." jawab Abian.


"Bunyinya keras banget ya." ucap Naura yang membuat Abian sedikit malu.


"Dasar perut tidak tahu diri ngapain sih pakai bunyi segala lihat deh wanita itu malah meledekku." guman Abian dalam hati sembari terus menatap tempe hangat yang baru dimasak oleh Naura.


"Ada apa Pak beruang, Kenapa anda masih di sini?" tanya Naura yang kemudian meletakkan tangannya di meja sembari menatap Abian yang dari tadi terus menatapnya.


"Siapa yang menatapmu, aku tadi itu cuma mau.. mau..," ucap Abian yang kebingungan untuk mencari bahan jawaban dari pertanyaan Naura.


Naura yang bisa mengetahui Abian memegang perutnya seketika wanita itu mengambil piring kemudian mencari telur dan membuat telur dadar.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya abian.


"Nggak ada tuh..," jawab Naura yang kemudian melanjutkan memasak.


Sekitar 5 menit kemudian telur dadar itu sudah selesai, Naura mengambil nasi dan meletakkan telur serta tempe yang sudah di penyet.


"Ini makan." ucap Naura kepada Abian.


"Siapa yang mau meminta makan." jawab Abian yang gengsi.


Naura yang mendengar perkataan seperti itu seketika wanita itu langsung menarik piring yang sudah dia persiapkan.


"Ya udah kalau begitu biar aku makan juga." ucap Naura yang benar-benar membuat Abian langsung bereaksi.

__ADS_1


"Sini aku makan, aku seperti tidak menghargai pekerjaan seseorang." jawab Abian dengan nada yang sedikit dibuat-buat.


"Gengsi amat sih, ngakuin kalau lagi laper aja sok-sokan banget." ucap Naura yang membuat Abian menatap Naura.


"Siapa yang lapar, aku itu cuma menghargai kamu. lihat tuh kamu udah masak kan mubazir Kalau dibuang." jawab Abian yang terus ngeyel.


Akhirnya Abian memakan tempe penyet yang sudah dibuat oleh Naura, memang pria itu jarang sekali makan makanan seperti itu tentu saja orang kota kok disandingkan dengan orang ndeso. karena Abian adalah seorang pria yang tidak terlalu suka dengan pedas Hal itu membuat Abian langsung berkeringat, wajahnya dipenuhi dengan bola-bola air keringat yang sudah keluar seperti butiran jeruk.


Sesaat kemudian Naura langsung berdiri dan mengambilkan Abian segelas air dingin untuknya.


"Untuk apa?" tanya Abian.


"Tuh dahimu sudah keluar butiran-butiran kelereng." jawab Naura yang membuat Abian langsung menyekat keringat yang ada di dahinya.


Setelah meminum air Abian terus lanjutkan makannya, walaupun sedikit pedas pria itu menghabiskannya sampai tidak tersisa sama sekali. Naura melihat Abian yang seperti itu tentu saja wanita itu sedikit kaget, dia tidak akan menyangka kalau Abian suka dengan masakan seperti itu.


"Sudah kenyang?" tanya Naura.


Abian menganggukkan kepalanya, pria itu memberikan jawaban seperti anak kecil yang sudah ditanya oleh ibunya.


"Ya sudah kalau begitu kembali saja ke kamar." ucap Abyan.


"Kau kira aku ini anakmu apa, kau perintah-perintah." cibir Abian.


sesaat kemudian Naura membersihkan meja makan dan mencuci piring-piring kotor yang tadi dia pakai dengan Abian.


"Kamu sering makan makanan seperti itu ya?" tanya Naura.


"Memangnya Kenapa?" tanya Naura kembali.


"Ya tanya aja." jawab Abian.


Sesaat kemudian Naura mengambil segelas air putih dan meminumnya.


"Kau mau ke mana?" tanya Abian.


"Mau tidur." jawab Naura.


"Duduk sini, aku mau berbicara sebentar." pinta Abian.


"Mau apa?" tanya Naura balik.


"Aku tidak bisa tidur." jawab Abian.

__ADS_1


"Ngapain juga aku harus menemanimu, cari sana sekretaris pribadimu, orang kepercayaanmu itu. Ngapain juga aku harus menemanimu nggak penting banget." crocos Naura yang berusaha untuk pergi meninggalkan Abian.


"Enak banget kamu mau pergi, aku ini udah kepedesan nggak bisa tidur malah kamu mau meninggalkanku!!" seru Abian.


"Siapa yang suruh kamu makan? Aku kan tidak menyuruhmu!" bentak Naura yang sedikit kesal.


Seketika Abian langsung memegang salah satu tangan Naura, pria itu memegang tangan Aura yang hendak pergi ke kamarnya.


"Kau mau apa?" tanya Naura.


"Duduk sini, aku nggak punya temen." jawab Abian.


Akhirnya malam itu mau tidak mau Naura harus menemani Abian yang tidak bisa tidur, sedangkan Bu Lena yang ndak ke dapur nampak wanita itu melihat putranya yang sedang bicara dengan Naura di dapur.


"Lagi ngapain tuh bocah." ucap Bu Lena yang terlihat menatap putranya bersama dengan Naura. tak ada perbincangan yang terjadi di antara mereka berdua hanya terlihat Abian benar-benar tidak bisa memejamkan matanya .


"Kamu ada pekerjaan yang belum selesai tidak?" tanya Naura.


"Memangnya kenapa?" tanya Abian kembali.


"Ya kamu kerjakan, nanti kan kalau capek bisa tidur masa kamu menyuruhku bergadang sampai malam sih." ucap Naura.


"Memangnya kamu punya tugas apa besok, Kok kamu nggak bisa bergadang?" tanya Abian balik.


"Tuh tugas-tugas yang kamu berikan kemarin banyak banget, berkas-berkas menumpuk di mejaku gara-gara kamu melimpahkan pekerjaan bagian keuangan padaku." jawab Naura yang tidak terima.


Abian yang mendengar perkataan Naura tentu saja pria itu langsung menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Abian meminta Naura unta tidak pergi ke mana Ke mana-mana. pria itu langsung bergegas ke kamarnya untuk mengambil laptopnya, Bu Lena yang melihat hal itu tentu saja wanita itu berharap kalau Abian segera mengakui Naura sebagai istrinya bukan malah membuat Gadis itu seperti pembantu yang ada di rumah suaminya sendiri.


Sekitar 2 jam kemudian terlihat Aura terus menerus menguap, Wanita itu benar-benar sudah sangat kelelahan saking kelelahannya dia menutup matanya sembari tertidur di atas meja makan.


"Jam segini aja udah tidur, dasar..," cibir Abian .


Sesaat melihat Naura sudah tertidur, sekitar 1 jam kemudian akhirnya Abian menutup laptopnya, pria itu melihat jam yang ada di dapur menunjukkan pukul 11malam. akhirnya Abian menggendong Naura dan meletakkan wanita itu di kamarnya.


"Ini cewek kalau diem sebenarnya cantik juga sih..," ucap Abian yang kemudian tiba-tiba memberikan sentuhan di wajah Naura Yang Sudah terlelap.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2