ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Akbar orang brengsek


__ADS_3

"Mas Akbar." ucap Naura yang tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Akbar.


"Pagi Naura." ucap Akbar.


Naura sedikit kebingungan saat melihat Kakak dari suaminya itu sudah berada di rumahnya.


"Mas Abian Sudah berangkat Mas, Apakah Mas Akbar ingin mencarinya?" tanya Naura.


Akbar menggelengkan kepalanya, pria itu menunjukkan senyumnya sembari mendekati Naura. "Aku kemari karena ingin melihat keponakanku, Naura. Apakah tidak boleh?" tanya Akbar sembari menunjukkan senyumnya yang penuh dengan rencana jahat.


"Jadi Mas Akbar mau melihat baby Ilyas ya?" tanya Naura kepada Akbar. wanita itu tidak mempunyai pikiran jahat kepada Akbar karena dia menatap Akbar sebagai kakak dari suaminya.


Langkah kaki Akbar mendekati Naura, di rumah besar itu hanya ada beberapa pembantu. Naura menatap tingkah laku Akbar yang sedikit aneh, sesaat kemudian Akbar tiba-tiba mendekati Naura dan hendak mendekatkan wajahnya ke wajah Naura.


"Ada apa mas?" tanya Naura yang secara tiba-tiba hingga membuat Akbar langsung terkejut.


"Bolehkah aku menggendong bayi kecil ini?" tanya Akbar.


Naura menggelengkan kepalanya, wanita itu mengatakan kalau bayi kecilnya itu sedang tidak enak badan.


"Sayang sekali, karena aku kemari untuk melihat keponakanku. tapi sayangnya dia malah tidak enak badan." ucap Akbar yang terus mencari alasan.


Salah satu tangan Akbar terlihat terulur, pria itu akan melakukan sesuatu kepada Naura. tatapan mata seorang wanita yang berada di sekitar tempat itu menatap salah satu tangan Akbar yang hendak menyentuh tubuh Naura, seketika Mbok Asih langsung mendekati Naura dan memanggil nama wanita itu dengan sangat keras.


"Naura!!" Panggil Mbok Asih.


Naura menoleh, wanita itu menatap Mbok Asih yang berteriak dengan begitu keras. "Ada apa Mbok." jawab Naura.


Sedangkan Akbar yang melihat wanita tua yang mengganggu rencananya itu dia benar-benar sangat kesal.


"Naura, Cepat bawa kemari baby Ilyas. karena Mbok mau menyekanya dengan air hangat." pinta Mbok Asih.


Naura langsung melangkahkan kakinya mendekati Mbok Asih, wanita tua itu tahu kalau Akbar adalah pria brengsek maka dari itu Mbok Asih tidak akan membiarkan Akbar berusaha melakukan sesuatu kepada Naura dan membuat Abian menderita.

__ADS_1


"Panggilnya keras banget sih Mbok, aku masih bisa denger loh walaupun tidak teriak-teriak seperti itu." ucap Naura.


"Cepetan bawa kemari baby Ilyas, nanti tubuhnya lengket karena tidak dimandikan, Iya kan sayang." ucap Mbok Asih yang kemudian membawa Naura ke kamar mandi tempat Mbok Asih.


Mbok Asih harus menjauhkan Naura dari Akbar, karena wanita tua itu tahu bagaimana sifat Akbar. "Apa yang dilakukan pria brengsek itu di tempat ini, Apakah dia mempunyai rencana jahat kepada Naura?" guman Mbok Asih dalam hati sembari menatap bayi yang berada di gendongannya.


"Aku tidak akan membiarkan Akbar melakukan sesuatu kepada Naura, aku tidak akan membiarkan Abian menderita gara-gara seorang kakak yang tidak mempunyai pikiran sama sekali. seorang kakak yang mempunyai pikiran jahat terhadap adiknya." guman Mbok Asih dalam hati.


Akbar benar-benar sangat kesal, pria itu mengeratkan giginya. dia tidak akan pernah mengira kalau wanita tua itu berusaha untuk menghancurkan rencananya. "wanita tua ini benar-benar sangat brengsek, Kenapa juga dia harus menggagalkan rencanaku. lihat aja aku pasti akan melakukan sesuatu Jika dia terus-menerus menggangguku." ucap Akbar yang kemudian pergi meninggalkan rumah Abian tanpa berpamitan sama sekali.


"Oh ya Naura, tadi Akbar kemari mencari siapa?" tanya mbok Asih.


"Entahlah Mbok, tapi dia bilang dia kemari mencari baby Ilyas." jawab Naura.


Kedua alis mbok Asih seketika mengerut, wanita itu tahu kalau Akbar mempunyai rencana jahat kepada Naura. "Dengarkan aku, Naura. dengarkan apa yang aku katakan padamu." ucap Mbok Asih.


"Memangnya ada apa Mbok?" tanya Naura.


"Dengarkan aku baik-baik, kamu tidak boleh terlalu dekat dengan pria yang bernama Akbar itu." minta Mbok Asih.


"Kamu tidak boleh mendekati pria itu, kamu tidak boleh terlalu dekat dengan pria itu Apapun yang terjadi." jawab mbok Asih.


"Memangnya ada apa Mbok, apa yang membuat Mbok Asih mengatakan hal itu. Apakah ada sesuatu yang tidak aku tahu?" tanya Naura kepada Mbok Asih.


"Nanti kita bicarakan saja dengan suamimu, Jika dia sudah pulang aku tidak berhak mengatakannya. tapi jika Abian memperbolehkan Mbok untuk mengatakannya.., makan akan aku katakan yang sejujurnya. ini semua mengenai masa lalu suamimu, Aku tidak ingin suamimu terluka dengan semua kelamnya kehidupan di masa lalu." jawab mbok Asih.


Naura tidak bisa mengatakan apapun, namun Wanita itu sangat penasaran dengan semua yang dikatakan Mbok Asih, pasti ada sesuatu yang membuat Mbok asil begitu takut dengan semua yang ada di pikiran Mbok Asih wanita tua itu menyimpan sebuah rahasia yang begitu luar biasa.


"Nyonya, apakah saya buatkan bubur?" tanya salah satu pembantu.


"Iya, tolong kamu buatkan. Oya, nanti kue yang barusan matang kalian makan sama yang lain." ucap Naura.


para pekerja yang ada di rumah Abian memang selalu suka dengan semua sikap Naura yang selalu baik kepada mereka, terkadang Naura selalu mengajak beberapa pembantunya untuk bersenang-senang. tidak ada batas antara majikan dan bawahan.

__ADS_1


"Selamat pagi!!" seru Sandi yang berada di rumah Abian.


"Ada apa kamu kemari, Sandi?" tanya Naura kepada Sandi.


"Tadi aku habis dari salah satu tempat temanku, Naura. dan aku mempunyai oleh-oleh untuk baby Ilyas." jawab Sandi.


"Memangnya apa?" tanya Naura.


Sandi membawa sebuah mobil remote control untuk baby Ilyas. Hal itu membuat Naura benar-benar menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar.


"Memangnya Itu hadiah untuk siapa, Mas Sandi. Apakah hadiah untukku atau untuk baby Ilyas?" tanya Naura yang membuat Sandi kebingungan.


"Ya tentu saja untuk baby Ilyas, Naura. masa aku mau membelikanmu hadiah mobil-mobilan seperti ini." jawab Sandi sambil cengengesan.


"Mas Sandi gimana sih, baby Ilyas aja umurnya masih 7 bulan masak masih sekecil itu didudukkan di mobil seperti ini, bisa bisa jatuh dong." jawab Naura.


"Ya nunggu beberapa bulan lagi kan bisa, Naura. masa kamu mau menolak hadiah dariku Aku bisa-bisa sangat kecewa dong." ucap Sandi dengan raut wajah yang benar-benar begitu sedih.


Suara canda tawa mulai terdengar, Mbok Asih menatap Naura dengan tatapan mata yang takut jika wanita itu akan masuk ke jebakan Akbar. malam itu akhirnya Abian sudah kembali, pria itu sedikit terlambat karena hari ini dia harus mengantarkan Tuan Teguh dan Bu Rasti pergi ke salah satu apartemen untuk tempat tinggal Tuan Teguh dan Bu Rasti.


"Sudah pulang Mas?" tanya Naura kepada sang suami.


"Iya, sayang. tapi habis mengantar Tuan Teguh dan Bu Rasti pergi ke salah satu apartemen." jawab Abian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


- ku balas pengkhianatanmu


__ADS_2