
" Bang Sat.. " gumam Amel
" Satria" batin Abi melihat orang yang mendekat kearah mereka.
" Kamu siapa,tiba-tiba ikut campur ? "ucap Tasya sinis
" Kau bilang kalau Amel ada calon suami kan,itu saya.. jadi jangn pernah hina dan ngomong kasar sama calon istri saya, dan ingat.. lebih beradab sedikit lah.. ingat kau lagi pakai baju apa dan kamu dimana, kalau lah kamu ada di dalam Club pake baju mini.. bisa lo ngomon kasar.. tapi, ini hotel mewah.. dan yang datang kesinipun punya duit dan otak sehat.. bukan kaya lo yang hanya bisa menguntit.. lalu melabrak... anda salah sudah berurusan sama Amel dan itu artinya siaplah buat kamu berurusan dengan calon suaminya" ucap Satria panjang kali lebar kaya ceramah pak Kyai..
" Bang.. sudah" Amel memegang lengan Satria untuk meredam amarah Satria
" Dan Kau Tuan Abi... selagi bukan urusan kantor mulai malam ini, jika kamu ingin bawa dia dengan alasan menjenguk keluarga anda.. tolong setidaknya ijin dengan bakal suami Amel.. permisi" ucap Satria
Amel memang tak bisa ngomong apa pun jika sudah Satria marah, ini adalah sisi lain dari Satria ,Amel Syok melihat kilatan kemarahan Satria.
" Ayo pulang.. bawa tas mu" ucap Satria dan menggandeng Amel dengan langkah mantap meninggalkan Abi yang membeku dengan kenyataan di depannya
" Calon suami?? Amel... semudah itukah..?? gumam Abi mengacak rambutnya merasa frustasi.
" Bang Sat... Bang Satria... tunggu, lepas..?!! teriak Amel.
__ADS_1
" Lo mau tetap disini atau, ikut gw.. " ucap Satria
" Abang ini kenapa, abang.. kenapa bilang kalau aku calon istri abang.. padahal kita tak ada hubungan apapun.. you and my just Friend "
" Apa kalau mau menikah perlu pacaran, sayang sayangan, kamu sendiri menikah sama jantan itu... karena paksaan kan? trus kalau gw mau nikah sama lo apa harus gw paksa atau kerelaan?
" Bang.. bukan maksud Amel gitu,abang sama Amel itu beda?
" Beda.. ya bedalah lo cewek gw cowok.. masa mau cowok sama cowok.. ogah gw maen pedang pedangan...!!
"Maksud Amel.. itu status!! status Amel janda bang... Janda... Amel tuh nggak pantas buat abang yang perjaka, orang berada.. sementara Amel, Amel hanya seorang janda sebatangkara, hartapun tak punya... "
" Apa setiap kita ketemu sama orang tau status kita... apa di jidat kamu tuh ditulis Janda apa ada stempel aku perjaka... lo nggak tau Cil...apa ,emang lo malu sama gelar gw yang disebut Fu*kboy ?
"Terus..., apa yang lo ragu dari gw hmmm? Satria mendekati Amel jarak mereka sangat dekat..
Mendapati Satria terus maju mendekat padanya Amel reflek mundur dan sampai mentok karena belakangnya sebuah mobil
" Abang bisa nggak jangan gini.. banyak orang lihat, nggak enak posisi kita kaya....
__ADS_1
"Emmmmhhhh.. hhhh.." belum juga selesai Amel berbicara namun bibirnya sudah di bungkam dengan bibir Satria, Amel memberontak.. namun ekor matanya menangkap sosok Tasya dekat dengan mereka
Lama-lama tubuh Amel melemas dan malah mulai menerima perbuatan Satria padanya.
Satria menggigit kecil bibir bawah Amel dan tangan Satria menekan tengkuk Amel dengan begitu ci*man itu menjadi sebuah luma*an memabukkan bagi keduanya Amel. pun terbuai dan tak menolak perlakuan Satria yang awalnya kasar kini sudah berubah lembut tangan Satria mengelus punggung Amel...
Namun tiba-tiba Amel tersadar saat ini ada di mana, lalu dia dengan cepat mendorong tubuh Satria menjauh darinya...
" Hahh.. hahhhh hhhhh... ,kamu mau buat aku mati !! ucap Amel setelah melepas Ciu*an mereka dan mengatur nafasnya
Satria tersenyum miring dan menghapus sisa jejak Ci*man mereka di bibir Amel yang teralihat bengkak dan lipstik sedikit berantakan.
Amel sungguh meruntuki kebodohan dirinya, kenapa bisa terbawa Suasana saat Satria melakukan semua padanya..
Ada apa dengan dirinya??
Bersambung..
Dari kemarin di wilayah tempat tinggal Author hujan sampai sekarang alhasil jadi mager ngapa-ngapain.
__ADS_1
Upnya hari ini cukup kan???
Scedule up berikutnya untuk cerita " Takdir Cinta " dan " Istri tuan Muda Danial"