Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Masa Lalu Abi


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Abi dan Amel jarang sekali berinteraksi dan sebisa mungkin mereka Menyembunyikan permasalahan yang mereka alami.


Sampai di mansion semuanya langsung ke kamar masing masing karena memang ingin istirahat sebentar.


Amel dengan cepat membereskan semua bawaan mereka.


"Mas mau mandi.. ini handuknya, gantinya aku taruh di atas tempat tidur... " ucap Amel dengan memunggungi sang suami


Abi melangkah mendekati sang istri dan mendekap erat tubuh istrinya, namun dengan perlahan Amel melepaskan dekapan Abi dan berbalik menatap sang suami dan tersenyum manis.


" Mas mandi dulu, aku mau buat teh dulu... " Amel segera berlalu dari kamar dengan cepat dan turun ke bawah untuk membuat teh hijau untuk sang suami.


Saat Amel kembali ke kamarnya dia menaruh cangkir di atas meja khusus suaminya yang masih berada di dalam kamar mereka .


Dia ingat akan menggambar sesuatu di kertas namun tak ada pensil dan dia segera ke meja kerja suaminya.


" Yah... pensilnya tumpul lagi, mana rautan yaa.. mungkin dilaci" Gumam Amel saat melihat pensilnya tumpul dan mencari pemasah pensil (rautan kalo bahasa saya mah)


Amel membuka satu persatu laci meja kerja itu, dan menemukannya namun sebelum mengambil benda yang diinginkan dia melihat sesuatu yang menarik matanya dan dengan ragu mengambilnya dan betapa kagetnya dia melihat fakta yang dia lihat.


Dengan rasa sesak nafasnya dan dada yang bergemuruh amarah nya yang tertahan.


" Sa.. Apa-apaan kamu...lancang sekali kamu mengobrak abrik tempat pribadiku" bentak Abi merebut sesuatu yang di pegang Amel.


" Maaf... aa.. aku nggak bermaksud lancang, a..ku cuma cari ini( menunjukan alat yang dia pegang) tapi, aku nggak sengaja melihat semuanya... jadi, ini yang buat kamu berubah sejak semalam Tuan Abi.. " ucap Amel dengan deraian air mata yang jatuh mengalir di pipinya.


" Mel...

__ADS_1


" Cukup... cukup semua kebohongan yang kamu ucapkan sama saya, dan perlu kamu tahu Tuan Abi... ini lebih dari kamu madu diriku dulu... aku sangat kecewa, sangat... sangat... kecewa... kamu tidak pernah mencintai saya dengan sepenuh hati kamu... hiks hiks.. aku menyesal memberikan hati ku pada baj*ngan macam kamu... dan aku minta tolong ceraikan aku.. ceraikan aku... ceraikannnnn!! " Teriak Amel dengan lantang di depan wajah Abi yang sudah memerah.


" Aku nggak akan pernah menceraikan mu... " Bentak Abi..


" You don't be Selfish...!!! " teriak Amel dengan menepis tangan Abi dengan kasar


" Dia masa lalu ku.. kamu bisa nggak jangan Childish gini?? "


" Childish... yah... aku memang Childish, jadi ceraikan aku...!! " ucap Amel dengan nada sinis.


Dan dengan cepat Amel berlalu dari ruangan itu dan menghemaskan tubuhnya di kasur empuk nya dan menupahkan segala sesak didadanya menangis sedih dalam hati yang hancur karena melihat kenyataan yang tak dia sangka masa lalu sang suami.


Abi duduk dengan rona wajah merah padam, karena menahan amarah..


" Aaaaaaaaggghhh" Abi menghempaskan semua barang yang ada di atas meja kerjanya mengacak rambutnya merasa frustasi dengan semuanya.


" Mas... " tegur Amel di depan ruang kerja mini sang suami


Abi mendingakkan kepalanya dengan wajah yang berurai air mata dan menatap Amel sendu ,karena dia tahu tujuan Amel dengan menenteng tas nya.


" Aku dan kamu butuh waktu untuk intropeksi dan memikirakan semua yang terjadi... kamu jaga kesehatan, jangan telat makan yah... maaaff... aku butuh waktu sendiri sekarang, aku mohon ijinkan aku sementara untuk menenangkan jiwaku sakit mas.. maaf mas, halalkan makan minum Amel... " Dengan deraian air mata Amel meraih tangan suaminya dan mencium tangan suaminya.


" Sayang... aku mohon,jangan tinggalin aku.. aku mohon... " ucap Abi dengan mata yang sudah basah karena dia juga sudah Yt ak mampu menahan air matanya karena kesalahan masa lalunya berimbas ke rumah tangganya kini


" Mas.. aku mohon, jangan paksa aku untuk slalu mengerti akan dirimu, tapi.. kamu selalu mematahkan hatiku.. " ucap Amel dan melangkah keluar kamar


" Amel.. Amelll... Mel... " Abi mengejar Amel yang berlari untuk meninggalkan rumah mertuanya.

__ADS_1


Sementara diruang tamu, kedua mertuanya juga Bella dan Keenan sedang menikmati hidangan sore mereka kaget bukan main dengan teriakan Abi yang memanggil Amel sangat keras dan seketika mereka melihat Amel yang berlari menuruni tangga melangkah meninggalkan Abi yang berusaha mengejarnyam


" Amel... nak tunggu, kamu mau kemana? " Bunda Mirna menghentikan langkah Amel dan memeluk menantunya yang berderai air mata.


" Bunda, Walid... Amel minta maaf..Amel butuh waktu sendiri untuk memikirkan nasib rumah tangga Amel dan memberi waktu mas Abi menentukan siapa yang dia pilih "ucap Amel dengan pilu


" Maksud kamu apa nak? " tanya Walid Azman karena tak menyangka menantunya akan meninggalkan suaminya lagi.


" Amel menemu..kan..


" Amel... kamu sudah tau soal foto..? Bunda Mirna dengan tercekat dengan kata katanya sendiri yang ditakutkan olehnya terjadi


" Foto..?? Foto apa Bi? "tanya Walid Azman bingung..


" Sudah Walid... Amel sudah putuskan buat sementara kami intropeksi diri dan Amel mohon maaf sama Walid juga Bunda... halalkan makan minum Amel.. yaa? "


" Bang Ken bisa minta tolong anter Amel.. " ucap Amel lagi pada Keenan yang sudah mengepal ingin memberikan pelajaran pada Abi namun di tahan oleh Bella


" Bella...bisa ikut abang anter Amel .?? "kata Keenan mengingat Amel yg ang sedang down


Bella dengan cepat menyambar slimbag nya dan mengambil tas yang di bawa Amel memberikan ke Keenan sementara dia memeluk Amel dengan melangkah beriringan keluar rumah Keluarga Ziyad.


Sementara Abi hanya bisa terkulai lemas di lantai tak bisa berbuat banyak apalagi Keenan yang memang melarang dia untuk menghentikan Amel. walaupun tak mengatakan apapun namun mereka cuma saling pandang pun tahu artinya dari segi tatapan Keenan yang tajam dan penuh amarah.


Sementara Walid Azman masih bertanya-tanya tentang sesuatu yang membuat Amel pergi dati putranya.


Bunda Mirna syok dengan kenyataan yang dia takutkan terjadi juga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2