
Amel dan juga Satria sudah siap buat dateng ke acara Global Company.
Jam Tujuh malam mereka bergerak ke salah satu hotel tempat acara berlangsung, tiga puluh menit mereka sampai di sebuah hotel bintang lima dan dengan penjagaan ketat, mereka berdua masuk ke ballroom hotel tempat acara.
Satria dengan tampilan jas kece dengan ketegasan disandingkan bersama Amel dengan dress diatas lutut berwarna hitam terkesan kontras dengan warna kulit putihnya.Penampilan sederhana mereka sontak membuat semua mata mengarah pada mereka, karena mereka tahu siapa Mr. Dev di kancah bisnis Internasional.
Pandangan mata para undangan tak lepas dari kedua pasangan itu, dua dokter dengan keahlian bedah umum dan bedah anastesi, juga nama Satria terkenal dengan Mr. Dev terkenal dingin dan sangat susah di tebak oleh siapapun.
Walaupun Abi juga terkenal dengan julukan manusia dingin, namun masih kalah dingin dengan Satria si muka kaku dan si dingin kutub utara.
Terlihat dua orang sahabat yang melihat kehadiran Amel juga Satria saling pandang dan melangkah mendekati pasangan itu.
" Selamat datang Mr & Ms Dev " Sapa Abi pada Satria dan Amel
" Terima kasih Tuan Abi " Jawab Satria singkat
__ADS_1
Amel hanya diam dan melangkah mengikuti langkah Satria dan tangan nya pun selalu tertaut dengan tangan Satria.
" Abang mau makan apa , biar aku yang ambil" Amel berbisik kala mereka duduk di tempat yang disediakan oleh pihak Global di antara tamu VVIP.
" Aku pengen makan rujak, ada nggak? kata Satria sontak membuat Amel kaget dengan permintaan sang suami
" Emang kata abang ini acara 7bulanan, minta rujak ada-ada aja.. lagian abang nih, kayak orang lagi ngidam aja.. " bisik Amel dengan gemas memukul lengan sang suami dengan pelan.
" Serius yanggg... nggak tau kenapa pengen banget .." ucap Satria seraya menelan Ludahnya
" Salat aja yaa.. besok aku bikin di rumah, tapi.. besok kamu ke Bali.. eemmm... bisa sih nanti buat bekel kamu ke Bali yaah?? bujuk Amel seperti membujuk seorang anak kecil
Amel mengelilingi stant makanan dan ternyata disana dia bertemu dengan Tasya yang juga sedang mencoba memilih makanan.
" Upsss sorry.. " Ucap Amel dengan senyum kikuk karena menyenggol lengan Tasya
" Kamu.. kenapa sih, setiap aku sama Abi.. kenapa mesti ada kamu sih..? kamu sengaja mau goda Abi buat rujuk sama kamu? ucap Tasya dengan sinis
" Aduhhh... udah deh ..Tasya, tolong jangan pernah kamu ganggu saya, dan memang kita nggak ada kepentingan juga kan? dan maaf yaa.. saya nggak minat buat kembali sama mas Abi.. dan saya juga nggak ikhlas mas Abi dapat orang macam kamu, muka dua...!! ucap Amel sinis..
__ADS_1
" Kalau kamu nggak mau goda Abi.. trus ngapain kamu di acara besar begini..? ucap Tasya nggak tau malu
" Sekarang saya yang mau tanya, kamu sendiri ngapain, emang ada hubungan apa Global Company sama kamu, kalau saya wajar.. saya dari HIKARU Company dan memang suami saya salah satu klien Global Company.. trus kamu ada kontribusi apa sama Global? ucap Amel dengan nada mengejek
" HIKARU Company.. nggak salah denger aku, itu perusahaan kelas Internasional." ucapan Tasya membuat Amel tertawa
" Hahaha.. itu tau, jadi saya pastikan saya nggak ada sangkut pautnya dengan Abi dan perlu anda tau saya sudah anggap Abi hanya saudara tertua saya.. " Amel sungguh geram dengan wanita yang ada di depannya
" Malam Nona Amel.. Mr. Dev menanyakan anda " Zira tiba-tiba sudah berada di samping Amel
" Ehh.. kebetulan ada kak Zira, tolong saya boleh..? tolong ambilkan salad buat Mr. Dev...saya mau ambil cuma nggak tahan sama bau busuk disini" sindir Amel melirik Tasya
Zira yang mengerti akan kode istri sang boss dia menahan tawanya.
" Baik Nona, silahkan.. biar saya lapor ke panitia dengan keluhan nona " ucap Zira dengan senyum mengejek melirik Tasya
Tasya yang merasa muak dengan keadaan yang ada di sekelilingnya akhirnya dia pergi begitu saja.
Bersambung
__ADS_1