Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#148


__ADS_3

Jika ada yang kecewa karena Author nggak ****kayak**** kemarin-kemarin up nya jawabannya.. itu manusiawi kan, otak manusia pasti ada waktunya lelah, capek dan Author nggak mau paksain itu, karena author hanya manusia biasa yang otaknya bukan pabrikan yaa... hehehe


Jadi paham kan? apalagi otak nya emak-emak yang anaknya lagi aktif-aktifnya, anak yang lagi mulai tumbuh dewasa pasti ada aja yang dikerjain, jadi harap maklum.. karena ngerjain novel itu di sela-sela mereka lagi anteng .


.


.


.


Amel dengan cepat masuk kedalam alam mimpinya dan Satria memandang wajah Amel yang sudah terlelap dalam mimpinya


" Maafin aku sayang.. pasti kamu kecewa, aku tak beda jauh sama Abi.. tapi, aku nggak akan biarkan kamu pergi dari sisih ku.. " Satria terus menciumi wajah Amel dengan sayang.


Lama kelamaan dia pun ikut mengarungi mimpi bersama.


Keesokan harinya Amel bangun pagi mendapati dia di dalam pelukan suaminya yang begitu posesif.


Amel perlahan melerai pelukan suaminya yang, dengan perlahan membuka dekapan Satria.


Amel melangkah ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya .Selama lima belas menit dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapih.


Amel keluar kamarnya dan melangkah ke arah dapur ternyata ada mami mertua nya yang sedang berkutat dengan peralatan masaknya.


dan ada Zira juga Akira.


" Pagi...Mami.. " Sapa Amel dan melangkah menghampiri sang mama mertua dan memeluk nya.


" Are you okey sayang?? Tanya Mami Fitri dan menciumi pucuk kepala sang menantu.

__ADS_1


" Okey mam, kalian nginep disini, sorry semalam aku lelah dan ketiduran " ucap Amel dengan senyuman


" Nggak papa kali kak, tuh.. pada tidur gitu aja." ucap Akira sambil menujuk ke arah ruangan bagian tengah yang ada beberapa orang tidur seadanya dalam ruangan itu.


" Kalian jadi gini kan, maaf.. juga Amel terima kasih atas dukungan semua yang kalian berikan pada kami, apalagi doa dari mami.. terima kasih ya mi..." Amel. memeluk tubuh ibu mertuanya.


" Iya sayang.. sekarang kamu bangunin Satria ,mandi trus kita tunggu buat sarapan.." kata Mami Fitri.


".Iya mam.. " ucap Amel dengan segera melangkah masuk ke dalam kamar.


.


.


" Lho abang udah bangun, baru mau aku bangunin.. " ujar Amel melihat sang suami yang keluar dari kamar mandi


" Abang ganti baju, semua udah nunggu di meja makan buat sarapan " ucap Amel sambil merapihkan kamar mereka.


Walaupun tak ada sepatah katapun terdengar dari bibir Satria tapi, Amel. melihat Satria yang sudah mulai membaik.


Mereka sekarang berkumpul di meja makan menikmati sarapan mereka.


"Satria.. kamu sudah lebih baik? tanya mami Fitri memandang sendu pada anak sulungnya itu.


" It's okey mam, selagi masih ada Amel di sisih Satria Insyaallah Satria kuat.. " ujar Satria menggenggam tangan Amel erat.


" Abang... jangan khawatir, aku akan selalu ada buat abang.. jadi abang jangan pernah khawatir " ucap Amel dengan senyuman manisnya.


Abi yang melihat interaksi Amel dan Satria membuat hati nya sedikit nyeri, coba Amel bisa bersikap seperti itu dulu, dan Abi juga tak plin plan untuk mempertahankan hubungan mereka, pasti Amel tak akan pernah meninggalkan nya.

__ADS_1


Namun rasa itu di tepis oleh Abi dengan cepat, karena dia sudah tak berhak atas diri Amel.


"Sorry semuanya.. semalem buat kalian repot, thanks buat semua,Abi, Keenan, Thomas juga Zira.. terima kasih banget, sampai kalian repot-repot juga nginep disini juga, terima kasih banyak " ucap Satria dengan tulus pada semuanya.


" Aku disini buat Support Amel juga, aku tau semua nggak akan mudah buat Amel yang harus terulang kembali terluka karena masa lalu" ucap Abi menatap ke arah Amel yang masih menyuapkan roti ke dalam mulutnya.


" Aku tau, dan aku nggak akan melepaskan dia.. walaupun dia menginginkan nya sebelum kebenaran terungkap semua" ucap Satria dengan memegang tangan Amel erat.


" Abang.. sebaiknya kita temui Zakia buat nanyain semua yang terjadi sebenarnya, dan maaf mas Abi.. waktu kita melihat Zakia, kamu juga menyebut nama dia? apa dia ada hubungan sama kamu juga? perkataan Amel membuat semua orang memandang Abi.


" Aku kenal. Tia atau Zakia Mutia waktu dia SMP dia tetangga samping rumah ku dulu , aku prihatin dengan keadaan keluarganya yang terbilang broken home,dia selalu bergaul dengan lawan jenis dan tidak kenal waktu,aku sering melihat dia lagi bersama teman laki- laki yang berbeda setiap hari"


"Satu hari aku menunggu dia pulang, Entahlah aku ngrasa kalau dia butuh teman untuk sekedar cerita, saat itu aku mulai membuka percakapan intens dengan Tia, kadang kita jalan bersama . Dia jadi gadis penurut saat itu, Namun suatu hari dia dengar aku sudah punya pacar tiba-tiba dia menjauh, padahal aku bilang nggak akan berubah tapi, makin hari dia menjauh dan selalu pulang malam dengan laki-laki yang berbeda.


" satu hari aku bilang suatu saat ingin dia menungguku untuk menjadi pendampingku, tapi...itu mungkin buat dia hanya bualan semata, dan dia menghilang,aku berfikir aku sudah jatuh cinta dengan gadis itu tapi, setelah aku pikir baik-baik mungkin karena rasa kasihan dan ingin melindunginya.. tak ingin dian jadi orang yang tersakiti, tapi... itulah sampai hari kemarin aku baru bertemu dengan nya." ungkap Abi yang memang dengan pikiran nya sekarang tersadar apa yang selama ini ada di hatinya itu salah mengartikannya.


" Mas Abi... aku kan udah pernah bilang, ada sisi dari mas Abi yang aku nggak bisa jangkau itu adalah keyakinan mas Abi.. terhadap perasaan mas sendiri, jika mas dari dulu sadar dan punya prinsip semua kegagalan yang mas rasa itu tak akan terjadi" ucap Amel dengan nada ketus.


" Sayanggg... kenapa kamu jadi marah sama Abi sih? kata Satria mengusap bahu istrinya.


" Abis mas Abi itu bodoh... dan dia sadarnya kalau udah jatuh, aku heran kenapa masa lalu mas Abi selalu buat aku jengkel, trus.. kemarin mantan istri mas Abi juga ngeselin.. mau coba-coba ganjen godain bang Sat.. " ucap Amel menggebu.


" Hahhh... maksudnya gimana? tanya Abi nggak paham


" Ihhh... mas Abi tuh ngeselin tau nggak, tuh.. mantan istri siri mas Abi si Dya.. masa mau cekokin bang Sat pake obat perangsang.. enak aja untung aku udah mata-matain dia, kamu inget nggak aku pernah nanya nama lengkap Dya.. itu karena Bang Sat bilang model BA baru product barunya itu Dya.. makanya aku buru-buru ke Bali... enak aja mau jadi madu aku buat kedua kalinya... Nggak akan " cerocos Amel membuat semua yang mendengar penuturan Amel menahan tawa. karena merasa lucu saat Amel marah ke Abi kayak emak lagi ngomelin anak nya, Abi hanya bisa diam dan meringis saat Amel memukul lengan Abi gemas.


Bersambung


Selanjutnya.. kalian baca besok pagi aja yaaa... ?!!

__ADS_1


__ADS_2