
Setahun sudah Amel berada dalam misi kemanusiaan di Lebanon ,dan para pasukan di beritahukan sebagian akan di tarik kembali ke Indonesia dan juga para relawan akan secara rolling untuk bergantian.
" Mel.. kamu serius akan kembali ke Indonesia? " tanya Lisa saat mereka akan makan malam
" Serius kak, aku putuskan pulang ke Indonesia ..banyak yang harus aku urus disana" ucap Amel dengan nada sedih
" Terus kenapa muka kamu sedih gitu, seneng dong... kan mau ketemu sahabat kamu, trus ketemu abang kamu juga kan? "ucap Lisa ta akan kegundahan hati Amel.
" Iya.. aku ingin menata kembali kehidupan ku,aku juga mau ketemu sama mantan mertua ku.. ingin minta maaf juga karena aku nggak bisa bertahan dengan mas Abi." ucap Amel dengan wajah yang sendu
" Sudahlah, jika dia jodohmu maka kalian akan kembali bersama Mel.. " ucap Lisa mencoba memberikan Support nya.
Keesokan harinya Amel sudah siap dengan semua kopernya melangkah keluar dari kamarnya.
" Kak Lisa aku duluan yaa... jangan lupa kalau kakak sudah kembali kabari aku, Bli Nyoman juga kabarin Amel kalau sudah di tanah air, titip kak Lisa.. "ucap Amel memeluk kedua senior nya selama ini menjaga dan melindunginya
" Kamu baik-baik di sana dan jangan lupakan kami"ucap Lisa dan memeluk erat tubuh sahabatnya
" Bli cuma mau bilang, jangan menengok ke belakang jadikan masa lalu jadi pelajaran hidup yang berharga buat kamu" ucap Nyoman dan memeluk Amel yang sudah dia anggap adik baginya.
__ADS_1
" Bang Sat mana Kak, Bli..? " tanya Amel mengedarkan pandangannya ke sembarang arah
" Entah dari pagi-pagi sekali dia udah ngilang, ane banget emang tuh anak.. kayak banyak yang dipikirin "ucap Nyoman
" Iya juga sih, Amel rasa juga gitu.. selama beberapa bulan ini Bang Sat nggak pernah kacau Amel jugak" ucap Amel mengingat Satria yang selalu jahil padanya namun sifat itu seolah hilang dari Satria.
Setelah sekian lama pesawat membaea Amel kembali ke Indonesia membawa misi perdamaian dengan masa lalunya.
Sementara di suatu tempat Satria sedang bertemu dengan seseorang dan berbicara serius.
"Tuan, harap kerja samanya.. dan pertimbangkan semua yang saya ucapkan " ucap seseorang dengan tubuh tegap di depan Satria.
.
.
" Satria.. lo kemana aja, Amel tadi nyariin kamu.. trus dia udah balik ke Indonesia " ucap Lisa yang berpapasan dengan Satria
" Mereka sudah kembali? Bocil seneng kan dia balik, mau ketemu lakinya juga kan? " kata Satria dengan ekspektasi tak terbaca
__ADS_1
" Suami apaan lo, dia itu janda " celetuk Nyoman
" Hahh... Bocil janda? kok bisa? " Satria sangat kaget mengetahui statis pernikahan Amel selama ini
" Yah.. berarti lo nggak tau selama ini kalau Amel janda? aneh lo,biasanya lo kacauin dia tapi, beberapa bulan ini lo cuekin Amel" ucap Lisa
" Haisstt kak.. gw nggak tau status Bocil, sumpah.. kapan dia cerai? kan dia lama disini? "tanya Satria kepo
"Dia ajuin gugatannya trus baru tahu kemarin waktu dia ikut sama kita ke pasar, di hubungi kakak angkatnya nanyain gimana proses sidang perceraian nya, kakaknya bilang pengadilan menyetujui gugatan Amel" ucap Lisa
" Astaga jadi, shittt.. " umpat Satria kesal pada dirinya sendiri
" Kenapa lo, Aneh..?? jangan bilang selama ini lo suka sama Amel trus tau dia punya suami lo mundur alon-alon nih? "tebak Lisa
" Tau lah kak, sorry gw harus balik.. ada kepentingan mendadak"ucap Satria berpamitan
" Lo di jemput? " tanya Nyoman dan diangguki Satria
" Dasar.. anak Sultan mah susah!! " teriak Lisa saat Satria menjauh dari mereka.
__ADS_1
Bersambung.