Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#176


__ADS_3

" Siapa kakek angkat mu? tanya Satria penasaran.


" Agung Wirawan... " ucap Marlin dengan singkat


Deg..


" Agung Wirawan..??!! seru Abi juga Satria bersamaan


" Iya.. kenapa, apa kalian kenal sama kakek Wirawan? tanya Marlin penuh selidik


" Sakit apa beliau? tanya Satria tanpa menjawab pertanyaan Marlin


" Jantung..., sebenarnya sakit nya sudah lama dari awal tahu kalau anak tunggalnya meninggal karena kecelakaan " ungkap Marlin yang terlihat sedih.


" Owhh.. trus siapa yang menjaga beliau? tanya Satria penasaran


" Sebentar.. Kenapa kamu, menanyakan keadaan kakek.. apa kamu tau sesuatu, sebenarnya sakit kakek sudah lama tidak kambuh namun, saat cucu satu-satu nya dari mendiang anak nya menolak mereka ,kesehatan kakek menurun.. akses untuk bertemu cucu nya di tutup rapat.. aku pernah ingin membatu kakek untuk memberintahukan jika kakek sakit namun kakek mencegahnya, kata nya sakitnya itu tak sebanding dengan kesakitan anak,menantu dan cucunya... aku sangat kasihan pada kakek juga nenek, mereka sangat menyesal dengan perbuatannya dulu. " terang Marlin terlihat sangat sedih dengan keadaan kakek Wirawan


" Memang ketamakan mereka dimasalalu, membuat hancur anaknya ,dan apa kamu tahu. cucu nya pun mereka tak pernah anggap " ucap Satria dengan nada sinis


" Apa yang terjadi dengan cucunya? tanya Marlin melihat Satria serius


" Sudah lah. ..lupakan, maaf kami akan kembali ke ruang rawat anak saya, sudah lama kami meninggalkan mereka. " ucap Satri dan beranjak dari kursinya disusul Abi ikut berdiri dari kursinya


" Kami permisi " ucap Satri melangkah meninggalkan Marlin disusul Abi di belakangnya.


.


.


.


Sampai kamar Hanna Satria dan Abi tak banyak berkata-kata, mereka berdua duduk d JN sofa dekat brankar, sedang Amel dan Zira merawat Hanna dengan telaten menyuapi Hanna yang terlihat manja pada Amel.


Flash back on


Sepeninggal Satria juga Abi, Amel melihat wajah Hanna yang terlihat pucat dan tubuh lemah terbaring di brankar, Amel dengan lembut mengusap lembut pipi Hanna


" Maafin saya Hanna, sudah melupakan kamu beberapa waktu ini... aku terlalu larut dengan kebagiaan sendiri, pasti kamu kecewa sama saya.. karena sudah ingkar janji padamu" batin Amel tak kuasa lagi merasa sesak dadanya Amel meneteskan air mata

__ADS_1


Zira yang tak tau apapun mencoba untuk bersikap tenang dan mengusap punggung Amel menenangkan sahabat ssekaligus adik baginya.


" Dia pasti baik-baik saja , kamu jangan terlalu banyak pikiran kasihan si dedek bayi Mel.. " ujar Zira menenangkan Amel


" Dia pasti kecewa, punya mommy seperti Amel kak... dia selalu merasa kesakitan, dia su ah berjuang keras untuk kembali dari sakit.. tapi, aku beberapa waktu ini melupakan dia aku hanya fokus dengan kebahagiaan ku dengan keluarga baru ku, dan dia tersingkir tanpa aku sadari.. Maafin mommya sayang, maafin juga papa.., kami terlalu fokus dengan kesakitan kami, mencoba bahagia di atas kekecewaan mu... " ucap Amel terisak dan mencium tangan Hanna bertubi-tubi.


" Hanna anak kamu Mel? tanya Zira dengan sedikit ragu


Amel dengan lemah mengangguk anggukan kepalanya.


Melihat anggukan Amel, Zira merasa sangat penasaran ..karena Hanna dengan umur 15th dan Amel seingat Zira berumur 28th.


" Hanna adalah anak angkat aku bersama mas Abi,anak yang selalu meminta aku dan mas Abi menyembuhkan penyakitnya, dia hanya ingin sehat" ungkap Amel dengan membayangkan bagaimana pertemuan nya dengan Hanna


Amel menceritakan bagaimana dia dan Abi mengangkat Hanna menjadi anak angkat.


Zira termangu dengan kenyataan yang baru saja dia dengar.


Amel merasakan gerakan tangan Hanna yang dai genggam, langsung meneliti keadaan Hanna


" Sayang... bangun kak... " ucap Amel mengelus kepala Hanna yang tertutup hijab instannya.


" Mom... " panggil Hanna setelah membuka matanya, orang yang pertama dia lihat adalah Amel


" Nggak papa mom, aku tau.. dan mommy pantas bahagia.. aku hanya ceroboh, kurang hati-hati.. " ucap Hanna lirih karena keadaannya yang masih lemah


Clek


Pintu kamar Hanna tiba-tiba terbuka menampakkan sosok dua pria yang terlihat gagah masuk dan menghampiri brankar dimana Hanna terbaring lemah.


" Papa... ucap Hanna pada akhirnya tak tahan rasa rindu dengan kedua orang tua angkatnya yang menggunung


Selama ini Hanna berusaha baik-baik saja, karena dia tak mau menjadi beban untuk kedua orang tua angkatnya meraih kebahagiaan secara mereka telah berpisah.


" Iyaa.. nak,maafin papa yaa.. beberapa hari ini papa sibuk belum bisa nengokin kamu" ucap Abi mengusap sayang kepala Hanna yang terbalut hijab


" Nggak papa pa, trus kaki papa kenapa kok jalannya kayak pincang pincang gitu? tanya Hanna penasaran dengan kondisi papa angkatnya


" Papa Nggak papa, kamu gimana.. mana yang sakit? tanya Abi penuh perhatian.

__ADS_1


Abi dan Hanna terlibat obrolan ringan dan sementara Amel mendekat ke arah suaminya yang berdiri tak jauh dari Amel,memandang interaksi Abi juga Hanna


" Bang..aku...


" Sudahlah... itu yang terbaik,Hanna juga anak ku sekarang.. " ucapan Satria sontak membuat Amel mendongakkan wajahnya melihat sang suami.


" Abang... itu artinya..


" Abi udah cerita sayang... kenapa harus di sembunyikan? apa kamu takut aku tak menerima Hanna? apa kamu takut jika aku akan marah kalau kamu sama Abi mengangkat anak? jawabanku tidak Mel... aku nggak akan marah.. " ungkap Satria merangkul pundak sang istri dan melangkah mendekat ke brankar .


" Bangg... makasih.. " bisik Amel pada suaminya.


Satria menanggapinya dengan senyuman manisnya dan mengecup lembut pucuk kepala istrinya.


"Mommy bilangin om Sat.. jangan kotorin pandangan Hanna" protes Hanna melihat sang Mommy yang mendapat perlakuan romantis dari suaminya.


"Aduhhh lupa... maaf yaa? masa istri om di panggil Mommy trus panggil suaminya Om Sat... mulain sekarang panggil nya Daddy baru cocok !! ujar Satria sontak mendapat tatapan penuh tanda tanya dari semuanya.


" Abang yakin? tanya Amel penuh tanya


" Kenapa nggak yakin, aku akan bangga punya anak gadis yang cantik, pinter juga kuat " ucap Satria dengan mengelus kepala Hanna


" Makasih om.. eh.. Daddy,udah mau terima Hanna jadi... sekarang udah punya Daddy, Mommy, papa tinggal tugas papa cari mama buat aku... " seru Hanna yang membuat Abi kaget lain dengan Amel juga Satria saling pandang satu sama lain.


" Wahhh... bener tuh kak, papa harus secepatnya punya mama..biar nggak karatan!! " goda Satria menggoda sahabatnya


" Kak.. kalau nih, mama Hanna kayak aunty Zi gimana? tanya Amel dengan senyum jahil


" Amel...!!! seru Abi juga Zira bersamaan


" Tuh kan kompak.. berarti sehati.." goda Amel dengan mendapat tatapan tajam dari Abi


Sementara Zira hanya bisa tertunduk malu.


" Heii... jangan pandang bini gw kayak gitu Bro.. kalau nggak mau gw congkel tuh mata !! ancam Satria


Mendengar penuturan Satria membuat Amel dan Hanna tertawa senentara Zira yang masih menunduk malu dengan ledekan-ledekan Amel juga Satria dan Abi yang mulai mencuri pandang pada Zi yang terlihat salah tingkah.


Setelah ledekan demi ledekan pasangan lucknat menurut Abi, Hanna harus minum obat dan Amel dengan telaten menyuapi anak angkat nya dengan kasih sayang.

__ADS_1


Pandangan itu membuat Satria merasa haru dan sekaligus khawatir.


B E R S A M B U N G


__ADS_2