Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Kedatangan Mr. Dev


__ADS_3

Setelah pembicaraan mereka berdua dan mereka sudah saling memaafkan itu dirasa sudah cukup untuk Abi masih bisa menjaga Amel walaupun dari jauh.


Dalam acara tersebut juga Abi mengatakan jika ingin mendoakan anak nya dengan Amel. Semua yang mendengar penuturan Abi sangat terkejut karena memang mereka belum mengetahui hal itu, Amel sengaja memberi tahukan Abi dahulu karena itu adalah hak Abi tahu jika dia sudah memiliki calon anak yang telah tiada dan agar dia selalu mendoakan sang putri juga.


Setelah acara selesai Amel membantu merapihkan tempat acara walaupun cuma hal kecil.


" Mel... " Seru Bunda Mirna langsung memeluk tubuh Amel dengan erat dan terisak saling berpelukan


" Maafin Amel bun, nggak bisa jaga Asma dengan baik" ucap Amel dalam pelukan bunda Mirna


" Sudah lah nak, anak adalah titipan jadi kapan saja Allah akan mengambilnya lagi dari kita, Allah maha tau apa yang terbaik buat umatnya.. jangan menyalahkan diri kamu sendiri ,jangan biarkan pengalaman masalalu jadikan kamu trauma dalam menjalani hidup kedepan, ada bunda dan Walid akan setia mendukung apapun keputusan kamu" ucap Bunda Mirna dan melepaskan pelukan nya.


" Walid... maafin Amel.. hiks hiks" ucap Amel melangkah mendekati sang mantan papa mertuanya dan disambut pelukan hangat dari pria paruh baya itu.


" Sabar yaa.. benar kata bunda kamu, kamu sabar jangan salahkan diri kamu sendiri, semua memang sudah di takdirkan untuk kalian, mulailah hidup baru, walid akan selalu mendukung mu" ucap Walid dengan menghapus air mata Amel.


" Abang... maafin Amel" ucap Amel memeluk Keenan erat


" Sabar dek, abang akan selalu mendukung apapun keputusan kamu, yang penting kamu bahagia tapi, selalu ingat batasan yaa.? " ucap Keenan mengelus punggung Amel dalam pelukannya


" Mel... "ucap Bella dan Farah bersama


Mereka bertiga lal berpelukan dan saling menguatkan.


" Sudah nangisnya.. matamu sembab gitu jadinya" ucap Abi berusaha untuk sedikit membuat Amel tak sedih lagi

__ADS_1


" Sekali lagi maafin Amel ya.. mas, Amel berharap mas bisa menemukan wanita sholehah.. bukan hanya sebagai istri yang baik juga bisa jadi ibu yang baik buat anak mas kelak" ucap dan harapan tulus Amel untuk Abi


" Aaminn" semua mengaminkan perkataan Amel


Setelah tangis haru biru itu Amel berpamitan untuk kembali ke Apartemen Farah.


Sebenarnya Walid dan Bunda ingin Amel ber malam di sana namun mengingat Amel sudah bukan istri Abi maka mereka tak berani memaksa juga.


.


.


Setelah malam tasyakuran itu Amel ingin berdamai dengan semuanya untuk membuat hatinya lebih tenang.


Sementara Abi masih merasakan penyesalan yang paling dalam pada diri Amel apalagi setelah tahu Amel mengalami keguguran waktu itu rasanya sakit dalam hati Abi, kalau saat itu dia kekeh untuk egois memaksa Amel tetap berada disisihnya pasti Amel tak melewati masa sulit itu sendiri, lagi-lagi Abi merasa dia yang paling bersalah.


.


.


Amel adalah team dari Global Company yang akan turut andil dalam proyek ini.


"Gimana penampilan gw Ken? " tanya Abi pada Keenan yang ada di sampingnya.


" Ya.. elah.. kayak mau ketemu gebetan aja "ucap Keenan memutar kedua bola matanya memandang dengan jengah

__ADS_1


" Amel mana Ken? tanya Abi lagi


" Belum dateng, hadeuh.. gimana nih Bi.. jangan sampe Amel ngancurin acara ini" ucao Keenan dengan was was


" Semoga aja tidak" ucap Abi walau dalam hatinya ada ke khawatiran dengan keterlambatan Amel membuat Mr Dev memikirkan ulang kinerja perusahaan Global


"Pak Abi.. Mr Dev sudah sampai di depan Lobby kantor ucap Tika sekretaris Abi.


" Amel akan lo tempatin dimana Bi? tanya Keenan seraya melangkah mengikuti Langkah Abi


" Kemarin aku bilang Amel dia Assisten lo Ken" ucap Abi melirik Keenan


" Hahh.. serius lo, eh Bi.. gw nggak perlu kali Assisten " ucap Keenan


" Buat bantu lo, nanti proyek ini akan menyita waktu lo kalau lo handle sendiri" ucap Abi dan akhirnya Keenanpun pasrah dengan keputusan Abi.


Sementara dari arah lobby terlihat rombongan HIKARU Company masuk ke dalam area kantor Global Company.


.


.



Seorang Pria tampan dengan setelan jas hitam kemeja putih tanpa dasi dengan kancing yang terbuka terkesan mempesona namun aura dingin terpancar dari gerak tubuh juga rahang tegasnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2