
Satria menggenggam tangan Amel erat,menyusuri tepian pantai dengan rona senja yang sangat indah di pandang mata.
" Mel..." Amel mendengar suara Satria menoleh ke arah sang suami.
"Ya.. bang? kenapa? Amel berhenti berjalan dan berhadapan dengan Satria
" Perasaan kamu lebih baik? kalau kamu teriak,teriaklah...!!Satria memandang wajah Amel dengan sendu
" Bang.. aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu, apapun yang terjadi.. aku lelah dalam kesendirian.. aku bukan Amel yang kuat lagi.. hati ku rapuh bang, aku butuh bahu untuk bersandar kala ku bersedih " Amel memeluk Satria dengan erat.
Satria mendapatkan pelukan dari Amel langsung membalas pelukan itu. mencium pucuk kepala Armel bertubi-tubi.
" Abang... kamu pasti khawatir tadi yaa?? Amel mendongkan wajahnya pada Satria.
" Khawatir.. sangat khawatir, untung aku tau informasi tentang kamu sebelumnya" Satria membawa tubuh Amel ke arah mobilnya.
__ADS_1
" Abang tau dari mana? Amel merasa heran dengan sang suami yang selalu tahu tentangnya.
" Armel Aisya istriku sayang.. aku akan berbua yg apapun dan akan mencari informasi seseorang saat pertama aku jumpa dengan dia, aku nggak akan pernah mau menerima seseorang kalau aku nggak tau latar belakangnya, kecuali cerita masa kita bertemu belasan tahun lalu, hal itu yang aku lewatkan. " Satria menjelaskan dari mana dia tahu riwayat kesehatan istrinya.
" Kita adalah satu, kita sama.. kesakitanmu adalah kesakitanku juga,mulai detik ini jangan ada rahasia antara kita berdua" Satria memandang wajah Amel dengan intens.
" Abang.. aku mau tanya, soal Mike.. dari mana kamu kenal dia? Amel tiba-tiba ingat sosok Mike yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya lagi.
" Dia dokter Anastesi senior ku dan dia juga dokter andalan yang aku punya, jadi Rumah Sakit yang kamu kunjungi dan tempat kamu menimba ilmu dulu adalah salah satu Rumah Sakit HIKARU Company punya namun memang masih kerja sama dengan pihak swasta Belanda. " Terang Satria dengan menceritakan semuanya.
" Nanti aku tanyakan ke Mike, waktu di Belanda kamu ikut menanganinya? Satria memandang wajah Amel
" Iya, apa boleh aku ikut serta? Tanya Amel dengan wajah mengharap
" Kamu sama aku akan memantau saja, nanti akan aku kasih yang terbaik buat Hana yah..? Satria tak mau kalau Amel sampai keseringan dengan Mike karena dia tahu kalau Mike pernah menaruh hati pada Amel, mungkin sampai saat ini pun masih menyimpan rasa sukanya.
__ADS_1
" Kita bisa pulang sekarang? Satria mengecup lembut pucuk kepala Amel saat melihat sudah lebih baik.
" Iya.. aku mau istirahat, dan malam ini kita libur dulu ya.. bang? Amel sudah merasa khawatir kalau sampai rumah akan diserang lagi ole Satria
" Hahahaha... libur apaan? kerja? lembur? nyangkul? yang jelas dong Cil?? Goda Satria pada Amel yang sudah merasa salah tingkah.
" Libur nyangkul sama nyirem... puas..?!!! jawab Amel dengan nada sinis
" Iya.. iya.. aku tau kamu lelah juga, kita bobi tapi, sambil peluk boleh?? ucapan Satria mbuat Amel memalingkan wajah nya ke arah suaminya
" Lihat nanti..abang ku sayang.. " ledek Amel
Satria dan Amel kembali bercanda dan tertawa bersama di dalam mobil yang membawa merdka ke kediaman HIKARU.
Bersambung
__ADS_1
Maaf yaa... Author karin sedikit up nya karena baru ada insident kecil buat tangan kanan author sakit karena kerjanya berteman sama minyak panas, wajan dan kompor.. 😊