Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Hana Drop


__ADS_3

Selesai makan malam mereka bersama bercengkerama di ruang keluarga.


Amel membawa kopi dan juga teh hijau juga dissert buatan nya.


" Abii...Amel mana, kok nggak sama kita? " tanya Mama Mirna melihat sekeliling tak melihat menantunya


" Palingan dia masih di dapur, dia kan gitu mah.. dari dulu nggak bisa diem.. ada aja yang dikerjain.. dari SMA dia sudah jualan kue, trus jualan nasi bungkus sama tetangganya.. anak itu aktif mah, abis makan pasti beres-beres perkakas trus bentar lagi pasti bawain kita makanan" ungkap Abi dengan kebiasaan sang istri kecilnya


" Mama, papa,... aku buatin pudding labu juga aku buatin teh hijau buat mama sama papa trus mas Abi aku buatin kopi spesial" ucap Amel sambil membetikan piring kecil ke mertua dan suaminya.



" Abi bilang apa ma.. mantu mama pasti buat kita gendut" goda Abi pada mamanya


" Ya ampun Amel... kamu mau buat mama sama papa keenakan? " ucap mama Mirna


" Aduh.. pasti ini manis banget, kamu tau kan mertua kamu itu sudah harus makan sehat nggak bisa sembarangan " ucap tante Catrine sinis


" Maaf tante.. saya tahu kok apa yang boleh dan nggak boleh mertua saya konsumsi dan perlu tante tau saya pake semua bahan itu sehat rendah kalori" bela Amel


" Catrine perlu kamu tahu kalau menantu saya itu seorang dokter jadi, dia pasti memberikan sesuatu yang terbaik buat kami" ucap Mama Mirna membungkam mulut pedas Catrine


" Enak nggak mas? "tanya Amel penasaran dengan ekspresi sang suami


" Apa yang kamu buat pasti enak Mel" puji Abi membelai lembut rambut sang istri


drrtttt..drrttt..


📞Dr Ikbal Call


" Sebentar aku angkat telp dokter Ikbal dulu mas" ijin Amel pada suaminya


" Ya udah angkat kali aja penting" ucap Abi


Amel mengangkat panggilan dari Dr Ikbal


" Assalamualaikum Dr. Ikbal, ada yang bisa saya bantu? tanya Amel penasaran


" Maaf Dr. Amel saya mengganggu istirahat anda"


" Nggak papa Dr, ada apa yaa? "


" Begini Dr. Amel.. kondisi Hana sempat drop "


" Hahh.. trus gimana sekarang sama Hana"


Mendengar nama Hana disebut Abi menghentikan kegiatannya dan memegang bahu sang istri


" Sudah kami tangani Dokter, dan sepertinya kita harus gerak cepat untuk menangani Hana"


"Oke,Dr Ikbal saya minta tolong pantau terus keadaan Hana saya akan cari solusi yang tepat untuk Hana dan saya akan mendiskusikannya dengan Tuan Abi"


" Baik Dr. Amel.. itu saja yang ingin saya sampaikan.. Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam "

__ADS_1


Clik


" Ada apa,Hana kenapa? "tanya Abi dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Amel.


" Mas.. Hana tadi sempat drop, aku mau bawa Hana ke Belanda.. disana aku punya channel jadi, sedikit banyak akan mempermudah mendapatkan penanganan terbaik" ucap Amel dengan nada suara menahan tangisnya.


" Oke.. begini,kamu atur semuanya dan soal biaya biar mas yang tanggung.. kamu jangan khawatir.. sekerang kamu tenang dan kita tangani satu persatu segala yang dibutuhkan Hana"ucap Abi berusaha menenangkan sang istri


" Terima Kasih ya Mas... Hana berhak hidup lebih baik, dia gadis cerdas " ucap Amel menggenggam erat tangan suaminya


" Abi.. Hana siapa, mama kok baru dengar namanya? "tanya Mama Mirna yang dari tadi mendengar pembicaraan kedua suami istri itu.


"Ini Mah, pasien Amel.. dia anak berumur 15th dan mengalami sakit jantung sejak kecil sudah dua kali operasi mah, dan sekarang harus operasi lagi dan Abi juga sudah liat anaknya, dia bilang sama Abi dia ingin sembuh" jelas Abi berusaha berbicara pada sang mama


" Ya Ampun.. kasian, orang tuanya gimana?" tanya mama Lagi


" Dia yatim piatu mam" kini Amel yang menjawab pertanyaan sang mama mertua.


" Sebentar mas... aku mau telpon seseorang "


📞Mike Call


" Hallo Armel,how are you? "


" I'm fine... Dr. Mike, saya butuh bantuan anda"


" Oke... what's wrong with you, are you okay?


" I'm okey, cuma salah satu pasien aku di Indonesia sekarang butuh penanganan secepatnya untuk penyakit jantungnya dan disini dia memang sudah di berikan perawatan terbaik, tapi... ada satu kendala.. entahlah dokter anastesi aku kurang transparan dan aku mau kamu bantu aku buat memberikan perawatan terbaik di rumah sakit tempat kamu praktek "


" Okey.. kamu pastikan kondisinya stabil dulu dan semua yang berkaitan dengan penanganan medis di sini akan aku atur dengan team ku,gimana ?"


" Iyaa... kamu kayak nggak kenal aku saja"


" Hahaha... kenal, Dr Dingin, kaku, arrogant, sok cold, tapi baik.. "


"Thank's.. gimana kamu baik kan disana? "


" Baik, thank's sekarang aku sudah di rumah sama suami dan juga mertuaku, kamu nggak usah khawatir.. okey... baiklah thank's sekali lagi dan salam buat semua dokter Mike yang paling baik tapi, jaimnya nggak ketulungan "


" Oke.. siap gadis manis "


"Bye.. "


" Bye... Miss you"


Clik


Abi berusaha untuk menahan emosinya karena mendengar percakapan istri dan juga teman Dokternya yang ada di Belanda. Terlihat seseorang yang m ngkin menginginkan istrinya.


" Siapa? "


"Owhh.. Dr. Mike.. dia Dr yang dulu dia jadi Dokter pembimbing waktu koas."


" Terlihat akrab juga yah? "

__ADS_1


" Iya.. akrab,dia kan pembimbing ku. "


" Udah nggak usah cemburu, istri kamu nggak pernah tergoda sama cowok bule.. " goda Amel pada Abi.


" Tau nih.. Abi, kamu jangan khawatir ..buktinya istri kamu masih mau ikut sama kamu, dan tinggal sama kamu. " ucap Mama Mirna


Sedang dua orang yang duduk di ruang keluarga juga seperti tak suka dengan adanya Amel karena, merasa kalau akan sulit untuk mencoba mendekati Abi.


.


.


Saat ini Abi dan Amel sudah ada di kamar Abi dan keduanya seakan dilanda kecanggungan karena baru kali ini mereka akan tidur satu ranjang dalam keadaan sadar .


" Mel.. sini...!! " Abi memanggil Amel saat Amel habis dari kamar mandi dan menyuruh duduk di sofa dekat dengan nya.


Amel melangkah mendekati sang suami dengan rasa ragu dan sedikit takut.


" Sini... mas mau ngomong sama kamu. " ucap Abi berusaha berbicara pada sang istri dengan baik.


" Mas mau ngomong apa? " tanya Amel penasaran


" Mas minta maaf, karena selama ini buat kamu dibuat sakit hati, kecewa dengan sikap mas " ucap Abi berusaha untuk sesantai mungkin bicara pada sang istri


" Amel juga minta maaf, Amel tau.. kalau Amel sangat keras kepala dan juga masih seperti anak-anak, maaf sudah ninggalin mas begitu lama dan juga tanpa kabar sama sekali, Amel ingin semua selesai tepat waktu dan atas usaha Mel sendiri, mas pahamkan apa yang Amel maksud? " ucap Amel dengan nada lemah


" Mas tau, dan sekarang harus kamu tahu.. waktu mas ke London waktu itu.. mas sudah mentalak Dya....


"Hahhh.. sebentar,maksud mas.. madu ku itu mas udah talak, cerai? "serobot Amel tak percaya apa yang di ungkapkan sang suami


"Iya.. dia ketahuan selingkuh di belakang mas, dan kamu harus tahu selama mas menikah dengan dia tak pernah menyentuh nya sama sekali, kamu taukan arti mas bilang menyentuh? "


" Mas nggak pernah berhubungan suami istri sama Dya, kenapa kan kalian dulu saling cinta dan mas juga tega duain Amel dan tanpa ijin Amel.. " protes Amel


" Heii... inget, lelaki itu boleh kawin dua, tiga bahkan empat kan? " tutur Abi goda Amel


" Owhh.. jadi mas mau kawin lagi trus apa Amel balik lagi dan kemarin Amel kan bilang ceraikan Amel kalau mas masih mau sakitin Amel" ucap Amel kesal.


" Heiii... jangan ngambek gitu dong, denger... kamu satu-satunya istri mas.. dan sebentar.. " ucap Abi dia melangkah ke arah nakas dekat dengan tempat tidurnya dan mengambil sesuatu di dalam laci.


" Ini.. buat kamu, coba kamu lihat " ucap Abi menyerahkan amplop coklat pada Amel.


Betapa terkejutnya Amel melihat dua buku keramat yang paling dia harapkan dulu.


" Mas, ini... buku.. buku nikah kita, artinya kamu... sama aku, pernikahan kita sudah diakui negara dan berarti mas suami sah Amel secara agama dan negara, sejak kapan?"Amel tak percaya apa yang dia lihat


" Sejak satu minggu setelah pernikahan kita di laksanakan" ucap Abi santai


" Dan kenapa mas baru bilang sekarang bukan dari sebelum aku pergi ke Belanda? " Amel kesal dengan sang suami


" Kan mas mau bilang ke kamu waktu pulang dari London tapi, kamu keburu kabur" ucap Abi dengan senyum miring menatap wajah sang istri dengan lekat.


" Jadi...mas ingin kamu selalu sama mas.. jangan tinggalin mas lagi, mas nggak sanggup untuk kehilangan kamu lagi sayang... " ucap Abi dengan menggenggam erat tangan istrinya dan membelai lembut wajah cantik alami milik istrinya.


" Kita jalani sama-sama mas,aku nggak bisa jadi yang sempurna karena memang aku tak sempurna, jadi... kamulah yang bisa menyempurnakan ku" ucap Amel.

__ADS_1


Abi menarik tubuh Amel ke dalam pelukannya.mencium pucuk kepala istrinya dengan sayang.


Bersambung


__ADS_2