
Disisi lain Lisa dengan sabar menemani Amel yang belum terbangun dari pengaruh obat bius.
" Aahhhsssttt... " Lenguhan Amel tersadar dari pingsannya.
" Amel.. kamu sudah sadar" Lisa mendekati brankar tempat tidur yang kini di tempati Amel
" Asstttt.. kak, apa dia... "Amel meraba perutnya yang rata.
" Maafin kakak yaa..,nggak bisa bantu kamu mempertahankan calon anak kamu.. nanti kalau kamu sudah bisa cerita sama kakak, pasti kakak akan menjadi pendengar yang baik... jangan simpan sendiri yaa? " kata Lisa dengan lembut dan sembari mengusap punggung Amel dalam pelukannya.
" Kak... kenapa aku ceroboh, aku nggak merasakan kehadiran dia.. maafin mama sayang hiks... hiks... kenapa kak semua yang aku sayangi ninggalin aku tanpa pamit, dari kedua orang tua ku, trus paman juga bibi, calon anak ku juga ninggalin Amel kak... apa salah Amel, apa karena Amel istri durhaka jadi Allah mengambil anak Amel.. hiks hiks... " Amel mengungkap apa yang dia rasakan
" Ternyata kamu telah jadi milik orang Cil... " Satria termangu di ambang pintu barak pengobatan mendengar penuturan Amel jelas jika dia hamil dengan suaminya.
" Ehemmm, Cil... gw bawain lo bubur.. makan lah biar lo cepet pulih, sudahlah jangan berlarut-larut.. kamu masih bisa hamil lagi,dan pastinya kemungkinan itu sangat besar buat lo" ucap Satria berusaha membesarkan hati Amel
" Aku nggak mau makan Bang Sat...,oh ya kak.. bekas... emmmm
" Sudah gw kubur, deket sini juga.. makan dulu bubur nya buat pulihin tenaga lo.. nanti gw anter kesana. " serobot Satria menyerahkan mangkuk bubur ke tangan Amel
" Siapa yang nguburin kak? " tanya Amel. pada Lisa
" Udah makan dulu... nggak penting juga siapa yang nguburin, yang penting lo cepet pulih.. karena kita sudah sampai sini.. semua resiko kita harus bisa terima.. itu ketentuan dan takdir yang sudah tertulis... hanya perlu ikhlas " ucap Satria tanpa memandang Amel dan berlalu begitu saja keluar dari barak Pengobatan.
" Tumben dia sebijak itu kak.. " ucap Amel lirih dengan melihat punggung Satria yang menghilang di balik tenda
__ADS_1
" Kamu nggak tau aja, dia itu... memang slengehan, frontal, juga annoying.. " ucap Lisa sambil menyuapkan bubur pada Amel.
Setelah selesai makan bubur dan di berikan obat oleh Lisa, Amel berusaha untuk keluar dari barak pengobatan. Walaupun masih sedikit nyeri di bagian perut dan tentu bagian bawahnya.
Amel berusaha melangkah mendekati Satria yang sedang sibuk mendata obat untuk pesakit.
" Bang Sat...!! " seru Amel memanggil Satria yang memang memunggungi nya
Semua orang yang mendengar seruan Amel mendadak menatap ke arah Amel yang berdiri tak jauh dari para tentara dan dokter yang sedang menikmati makan siang juga
" Sorry... maksud saya Bang Satria.. hehehe" ucap Amel dengan tawa yg garingnya.
"Bocil... lo yah, baru juga sadar tapi tetep aja bikin tensi darah gw naek" seloroh Satria dengan mendekati Amel.
" Yeyyyy... kan emang aku biasa panggil Bang Sat... "
" Bang Sat.. bisa nggak usah peluk-peluk bukan mukhrim.. " pekik Amel menahan tubuh Satria supaya sedikit menjauh darinya.
" Gw cuma takut lo oleng, udah... ayok..ati-ati jalannya pelan-pelan !! ucap Satria sambil membimbing Amel ke tempat dia menguburkan gumpalan darah milik Amel.
Setelah sampai di tempat tujuan ,Amel melihat ada sebuah gundukan yang di tandai dua buah batu.
" Bang.....
" Iya... ini gw kuburin disini, gw tau walaupun belom di kasih roh.. cuma gw rasa perlu penangan baik salah satunya di kuburkan,karena kalo gw anggap darah yang keluar itu juga bagian dari sang ibu nggak etis banget sembarangan di buang begitu saja " ucap Satria
__ADS_1
"Aku nggak menyadari kehadirannya dalam tubuh ku bang, karena selama ini aku baik-baik saja nggak ada tanda-tanda orang hamil, aku juga baru sadar setelah di sini kurang lebih tiga bulan aku belum sama sekali berhalangan, karena memang kalau aku sudah terlalu lelah akan mempengaruhi masa haid ku, cuma tanda yang aku nggak sadar tubuh ku mulai cepat lelah, suka nyeri di bagian perut bawah..dan agak sedikit gendut aku ga sadar dia ada... hiks.. hiks .. " ungkap Amel tanpa sadar mengungkapkan rasa hati nya pada Satria yang masih setia mendengarkannya.
" Apa dengan jalan ini kamu akan melancarkan niat bunda pada ayah kamu nak... " gumam Amel beranjak dari posisi jongkok nya.
" Sudahlah apapun yang terjadi di dunia ini sudah di takdirkan, ada pertemuan juga pasti ada perpisahan.. tinggal kita menunggu kapan waktu itu terjadi" ucap Satria membuat Amel mengarahkan tatapan nya pada Satria.
" Terima Kasih.., Bang Sat.. walau kamu itu Annoying juga Bossy tetep kamu orang baik buat aku. " ucap Amel dengan tulus
" Sudah lah jangan baper Cil... takutnya lo lama lama jatuh cinta sama gw, kasihan laki lo... kalah sama fuckboy macam gw.. " ucap Satria melangkah meninggalkan tempat itu
" Heiii... Bang Sat... kenapa sih lo tuh terlalu PD trus selalu bikin kesel gw.. " ucapan 'Amel menghentikan langkah dan berbalik
"Karena gw butuh hiburan,dan lo target utama gw buat gw ospek... hahahaha" ucap Satria yanpa rasa bersalah
" Bang Saaaaattttt.... awssttt.. " Teriakan Amel dan rintihan Amel membuat Satria spontan berbalik dan membopong tubuh kecil Amel.
" Aaaahh... turunin bang...aku bukan anak kecil..!! " pekik Amel meronta dalam gendongan Satria dengan menahan nyeri.
" Diam... " Sentak Satria
Mendengar bentakan Satria Amel terdiam seketika.
Bersambung..
Buat para readers buat besok slow up yaa..
__ADS_1
soalnya besok ada tugas buat dampingi para ibu-ibu yang mau holiday di Tegal... 🙏🙏🙏
Buat kalian Happy Weekend... 💋💋❤❤