Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#157


__ADS_3

Semua urusan di kampung Amel telah usai dan Danang di tugaskan untuk menangani segala masalah Amel.


Rombongan mereka akhirnya kembali ke jakarta dengan selamat, Amel masih banyak diam semenjak dari makam kedua orang tuanya


" Sayangg... kamu mikirin apa, coba ngomong sama aku.. " tanya Satria dengan lembut


" Nggak papa cuma lelah aja, jangan khawatir yaa..?? " ujar Amel dan melangkah meninggalkan Satria yang masih memandang sang istri yang masuk ke dalam kamar mandi.


Amel yang ada di kamar mandi, di balik pintu bersandar dan tubuhnya merosot ke bawah terduduk dan menyembunyikan wajahnya di sela kakinya yang di tekuk. menangis dalam diam itu yang bisa dia lakukan, dia tak ingin membebani orang-orang yang sudah baik pada nya.


" Kenapa Ayah.. kenapa ayah dan ibu begitu cepat ninggalin Amel, takdir apa yang terjadi pada Amel yah, bu.. aku kangen kalian, memori tentang kalian sangatlah sedikit bagiku, nggak ada yang bisa aku ingat tentang kalian ..hiks hiks " ucap Amel lirih dengan diam dia terisak karena rasa rindu yang mendera batinya.


Dengan masih sesegukan Amel bangkit dan berjalan ke arah shower dan mengguyur tubuhnya berdiri tegak dalam derasnya aliran air yang keluar dari shower dia menangis kembali..


" Aaaghhhhhhh.... " Amel dengan kencang menjerit di guyuran air dan tubuhnya luruh kembali ke lantai,dengan pilu menahan sesak didadanya.

__ADS_1


Brakkk...


Pintu kamar mandi pun di dobrak begitu saja oleh Satria yang mendengar jeritan Amel dari dalam kamar mandi.


"Sayangggg...!!! teriak Satria kaget melihat keadaan sang istri yang terlihat kacau di bawah kucuran air.


Dengan cepat Satria mematikan shower yang masih menyala itu, dan mengambil kimono mandinya membalut tubuh sang istri yang masih terguncang karena mengis.


Satria melepas semua kain yang melekat di tubuh Amel, yang memang Amel susah menggigil kedinginan, dan membalutnya dengan kimono langsung menggendongnya ke kamar, mendudukan.nya diatas ranjang dan segera mengering kan rambut Amel tanpa banyak omong dulu, setelah selesai dengan segala sesuatunya kini Amel pun susah terlihat tenang.


" Sayanggg.. please, jangan simpen sendiri.. oke kalau kamu belum puas nangis, puasin... dan setelah itu kamu harus lebih kuat, demi dedek bayi sayang...ingat, kamu sedang mengandung, kasihan baby nya.. mommy nya sedih dia bakal ikut sedih lho.. " ujar Satria membujuk sang istri yang masih histeris


" Makanya jangan nangis,cape kan... tenangin diri kamu.. semua masalah akan kita hadapi sama-sama, kamu nggak sendiri sayangg.. ada aku suami kamu, ada orang tua ku,sahabat-sahabat kamu, mak Siti, pak Danang... itu akan bantu kamu, kalau soal orang tua kamu... doakan mereka selalu, sekarang kamu nggak sendiri kamu masih punya orang tua, yaitu orang tua ku sahabat ayah kamu.. kita akan selalu jaga kamu.. " terang Satria dengan mengusap punggung Amel menenangkan nya.


" Makasih abang...,karena abang sudah buat aku merasa punya keluarga utuh.. orang tua abang yang sayang aku tanpa membedakan aku sebagai menantunya, terima kasih sudah sabar dalam menghadapi sifat aku, maaf tadi aku buat abang khawatir " ucap Amel dengan masih sesegukan

__ADS_1


" Udah.. seharusnya abang bersikap seperti itu, kamu istri ku.. ada anak di dalam rahim kamu, aku nggak mau dia juga merasa sedih karena mommy nya sedih terus, sekarang udah lebih tenang? kalau sudah kita istirahat ..besok abang balik kerja lagi, kamu mau di rumah atau ikut ke kantor? tanya Satria dengan merapihkan selimut yang menutupi tubuh istrinya


" Aku pengen bareng abang, nggak papa kan aku ikut kerja sama abang" tanya Amel memandang suaminya penuh harap


" Iya.. kenapa nggak? tapi... sekarang kita istirahat ..oh iya, tadi abang bikin susu buat kamu, mungkin udah dingin, abang bikinin yang baru yaa..? Satria yanga akan beranjak dari atas tempat tidur di tahan Amel.


" Nggak usah bang, Amel minun itu aja paling anget kok" ujar Amel dan mengambil gelas yang ada di tangan Satria dan meneguk abis susu buatan Satra.


" Udah..? kamu mau makan sesuatu nggak? tanya Satria memastikan.


" Nggak.. aku ngantuk " ucap Amel manja


" Oke.. sweety kita tidur, dedek bayi bobo..yaa..


Baik-baik di sana, jangan rewel kasian mommy.. " kata Satria seraya mengelus perut Amel yang masih rata.

__ADS_1


Amel melihat tingkah suaminya tersenyum senang, karena dia mengingat betapa galaknya suaminya kala baru mengenalnya, taka ada kata damai untuk mereka berdua, namun sekarang Satria selalu buat dirinya nyaman, dan selalu merasa tenang di samping Satria.


Bersambung


__ADS_2