
Berdasar kesepakatan mereka membawa pemuda itu ke balai desa,untuk langkah selanjutnya.
" Abang ada apa, kita mau kemana? tanya Amel berjalan di samping sang suami yang menggiringnya ke suatu tempat
" Nanti kamu tau.. " ucap Satria dengan nada lembut
Mereka berjalan menuju suatu tempat, Amel mengerutkan dahinya yang merasa heran dengan arah jalan yang dia kenal
" Bang ini kanjalan mau ke balai warga, emang ada apa ? tanya Amel berjalan dengan menggenggam erat tangan suaminya
" Yang nyerempet Abi di bawa ke balai warga,kita akan liat disana juga ada polisi juga " ucap Satria
" Astagfirullah.. ya udah ayok..!! ucap Amel menambah laju jalannya
" Jangan cepet-cepat sayang, perut kamu udah besar gitu." ucap Satria memperingatkan sang istri yang sudah tak sabar melihat orang yang menyebabkan Abi masuk RS.
Sampai sana, sudah banyak warga dan juga ada mobil polisi terparkir disana.
Amel dan Satria meneobos kerumunan warga yang menyaksikan, orang yang akan mereka serahkan ke polisi.
" Saya mohon maafin saya..tolong jangan bawa saya ke polisi.. ampun!! melas orang itu.
" Tapi, kamu tadi berusaha kabur..kenapa nggak kamu pikirin akibatnya ,kenapa nggak langsung turun liat korban yang kamu serempet..? " tanya kepala desa yang mengintrogasi
" Saya panik pak... " ujar si pelaku.
" Kamu tau, anak saya sampai di bawa Ke RS.. kamu itu dari awal nggak ada itikad baik.." Bentak bunda Mirna yang kesal dengan pelaku.
" Bunda...!! seru Amel mendekati mantan ibu mertuanya.
" Amel...!! terdengar suara dari arah belakang Amel saat dia memeluk bunda Mirna.
Amel lantas menoleh pada sumber suara.
__ADS_1
" Jaka...?!! kamu..kenapa babak belur gitu..?? tanya Amel mendekati yang di sebut namanya adalah Jaka
" Aku nggak sengaja nyerempet orang Mel, tolong aku...!!! aku kacau Mel, aku frustasi..dengan kenyataan betapa sulitnya aku bersama Farah dan ternyata dia tiba-tiba menikah dengan orang lain Mel... hiks hiks.. " Tanpa rasa malu menumpahakan segala sesuatu yang mengganjal di hatinya.
" Jaka, trus kenapa kamu mau kabur? kamu salah Ka..!! soal Farah, iklaskan dia.. kamu sama dia tidak jodoh.. dulu, aku sangat berharap kalau Farah nggak pernah rasain kayak aku, tapi.. aku kecewa kenapa kamu kenapa kamu nggak pernah muncul, saat Farah menunggumu.. " Ucap Amel dengan perasaan Kecewa
Jaka adalah teman masa kuliah Farah, mereka saling mencintai.. namun entah dengan alasan apa Jaka melepaskan Farah untuk tidak menunggunya,Jaka hanya berpamitan untuk berangkat ke Luar Negri dan akan kembali setelah sukses, maka dari itu Farah susah sekali untuk di dekati dan menjalin komitmen dengan orang selain Jaka, dia masih menunggu Jaka untuk kembali padanya.
Namun saat Keenan mulai memberikan perhatian dan kesungguhannya Farah mulai luluh, walau dihatinya tak sepenuhnya milik Keenan.. namun dia menghargai perjuangan Keenan.
Dan Saat ibunya mendesak untuk menikah, dia bimbang antara menunggu atau harus menerima Keenan sepenuh hati.
" Jaka...!! ucap seseorang membuat Amel dan Jaka menoleh pada sumber suara.
" Farah..!! seru Amel dan Jaka.
" Kamu kenapa ada disini Ka? tanya Farah mendekati Amel dan Jaka yang sudah menangis berdua.
" Aku.. aku kembali Fa... tapi, aku terlambat.. kamu sudah menikah,karena aku kalut aku nggak fokus dan nyerempet orang dan dia sekarang dia masuk Rumah Sakit." ungkap Jaka menatap Rindu Farah..
" Bun, walid.. Amel mohon jangan penjarakan Jaka, dia teman Amel juga Farah... bisa kan, kita melalui jalur damai..? ucap Amel. tiba-tiba meraih tangan sang mantan mertua
" Amel.. tapi, Abi..
" Mas Abi baik-baik aja hanya butuh istirahat besok, boleh pulang " ucap Amel
Memang Kedua orang tua Abi belum ke balai pengobatan karena sudah geram dengan pelaku penyerempet anaknya.
Amel meng up date berita Abi melalui Zira.
" Baiklah... Bapak-bapak maaf untuk kasus ini kami menempuh jalur kekeluargaan dan pelaku akan bertanggung jawab.atas perbuatannya. " ucap Walid dengan Wibawanya.
Dan akhirnya orang-orang mulai meninggikan tampat balai warga dan saat ini tinggal Amel, Satria, orang tua Abi, Orang tua Satria, Danang, Farah, Keenan juga Jaka.
__ADS_1
" Terima kasih Tuan, Nyonya.. atas keputusannya untuk memaafkan kesalahan saya dan membiarkan saya bertanggung jawab " ucap Jaka dengan rasa bersyukur
" Iya nak... kamu lain kali hati-hati " ucap Walid dengan menepuk bahu Jaka
Farah melihat penampilan Jaka merasa kasihan dan ingin sekali meminta maaf pada Jaka karena dia tak bisa menunggu.
Keenan melihat cara Farah memandang Jaka, terlihat ada kerinduan yang terpendam disana, ada kesedihan terpancar dari mata indah Farah,.
Saat ini mereka ada di Villa Abi dan saat ini Amel. sedang mengobati Jaka, sebenarnya Satria ingin sekali melarang sang istri namun seperti biasa... drama pun dimulai,Amel.menngis saat tak boleh mengobati Jaka, maka dari itu dia tak tega dengan sang istri yang sudah menangis maknya dia tak melarang hanya duduk melihat sang istri yang sangat telaten merawat temannya itu.
" Mel, ini rumah siapa? bisik Jaka pada Mel yang sedang mengobatinya
" Orang yang kamu srempet.. " jawab singkat Amel
" Mel, aku liat kamu sekarang sudah banyak berubah.. sudah bahagia juga, nggak kayak dulu... liat kamu sedihhh mulu.. dikit-dikit nangis, kabur, suami kamu pasti sangat menyesal dengan kelakuannya dulu kan? sampe lo depresi, kalau inget aku sama Farah nganter kamu bolak balik psikiater.. saat itu kita berdua takut kalau kamu nggak bisa balik jadi diri kamu sepedti sebelumnya, apalagi kalau kamu lagi terapi, Farah selalu nangis ..karena takut kamu bener-bener gila.. " cerocos Jaka mengingat kejadian beberapa tahun silam
" Aaawwsss... lo ati-ati juga kali Mel ini sakit.. Pea..!! ringis Jaka saat lukanya di tekan dengan sengaja oleh Amel.
" Banyak bacott..!! umpat Amel sambil menekan nekan gemes luka Jaka.
" Lo mau bunuh gw Mel, inget tuh perut udah buncit gitu kelakuan masih bar bar.. " cibir Jaka
" Kalian malah berantem sih? kebiasaan,nggak pernah akur lo!! ucap Farah
" Jiahhhh.. jeles?? ledek Amel pada Farah yang cemberut
Sementara tak jauh dari ketiganya ada dua orang yang tersulut cemburu karena melihat keakraban mereka.
" Mereka nggak anggap kita bro? bisik Ken pada Satria
" Hemmmm" jawab Satria singkat
" Kebiasaan.. pelit ngomong lo sama gw.. " protes Ken
__ADS_1
Tak lama terdengar suara mobil terparkir di depan rumah itu, terlihat sosok laki laki dan perempuan yang turun dari mobil itu dari bangku penumpang.
Bersambung..