
Sesuai dengan rencana mereka ke tempat yang sudah di booking oleh Abi untuk makan siang mereka bersama.
Amel satu mobil dengan Keenan, Abi juga Tika.
Sementara Satria dengan Thomas, mereka menuju salah satu restaurant seafood dekat dengan laut.
" Lo nggak salah bro pesen restaurant ini? " tanya Keenan
" Yah nggak salah lah, lagian suasana deket laut lumayan buat refresh otak" jawab Abi
" Siapa yang booking tempat ini? "tanya Keenan lagi
" Tika tadi, soalnya gw minta tempat yang juga bisa buat refreshing"
" Tapi...
" Bang.. kenapa sih, udah bagus kok... " potong Amel menyelak omongan Keenan.
" Apa Abi nggak tau kalau Amel ada trauma soal seafood? "batin Keenan
" Semoga aku baik-baik saja ya Allah.. " Batin Amel
Sementara Satria masih di dalam mobil nya dan melihat restaurant yang dimaksud Abi.
__ADS_1
" Astaga kenapa disini sih.. emang si Abi nggak tau kalau Bocil takut makan Seafood "gumam Satria merasa khawatir dengan Amel
" Bu Amel ada alergi bro? " tanya Thomas saat mendengar gumaman Abi.
"Thom lo tolong pesan makanan yang nggak mengandung Seafood ...gini pesan Ayam bakar plus nasi, sama Vanilla Late 2 kirim ke sini jangan pake lama " ucap Satria dan segera Thomas memesan makanan tersebut dari aplikasi siap antar.
Satria dan Thomas melangkah masuk kedalam restaurant.Dan semua yang ikut rapat kebetulan sudah berkumpul dalam ruangan VIP.
Abi duduk di depan Amel dan kebetulan Satria dan Thomas masuk terakhir dapat tempat duduk dekat Amel akhirnya Satria duduk samping Amel dan Thomas di samping Satria.
Semua pesanan berbagai macam hidangan Seafood sudah tersedia di meja makan mereka.
Satria khawatir jika Amel nekad untuk makan makanan yang ada di depannya.Wajah Amel sudah mulai berubah tak enak, tangannya sudah berkeringat.
Amel meminum air putih kemasan di sampingnya dan ingin menyentuh makanan yang di depannya.
" Stop,Amel Stop...!! " pekik Satria
Satria menahan tangan Amel saat menyentuh makanan itu.
" Look at Me Armel..,sinj tangan kamu" ucap Satria
Satria meraih tangan kanan Amel dan membersihkannya.
__ADS_1
" Mr. Dev.. anda kenapa ?? tadi Amel sudah cuci tangan kok" kata Abi heran dengan tingkah koleganya itu pada Amel
Ada rasa tak terima saat Satria memegang tangan Amel, dan memperlakukan Amel tak biasa.
" Kamu yakin mau makan itu, kamu mau nyusahin saya lagi.. kamu mau pingsan?? iya? bisa nggak sih ngomong kalau nggak suka, kalau nggak boleh, kalau nggak mau, bisa kan.. jangan jadi manusia penurut terus.. sekali-kali argument.. kamu bisa marah? lakukan !! jangan hanya pasrah, atau otak cerdas kamu di pake biar nggak kayak gini, muka kamu udah pucat.. kalau saya ngomong kamu dengar nggak?? " ucap Satria dengan sedikit meninggikan suaranya
" Boss.. maaf pesenennya.. " Thomas menyelah omongan Satria dan memberikan paper bag yang dia bawa.
" Makanan kamu buat saya, dan saya uda pesenin Ayam bakar madu buat kamu,ini Vanilla latte oke... sudah,sekarang kamu bisa makan " ucap Satria sambil membukakan box tempat makanan yang dia pesan juga minuman kesukaan mereka.
" Thank's... yaa.. tumben Bang Sat baik" ucap Amel sambil tersenyum manis
" Selama ini memang kapan gw jahat sama lo? tanya Satria sambil membersihkan tangannya.
" Tuan Abi maaf.. bukan saya lancang, asal bapak tau kalau karyawan anda tidak bisa makan seafood jadi saya pesan kan makanan kesukaanya.. sekali lagi saya minta maaf tuan Abi"ucap Satria
" Astaga.. sorry.,kenapa kamu nggak ngkmong Mel.. maaf mas nggak tau apa yang kam suka atau yang nggak kamu suka" ucap Abi penuh sesal
" Nggak papa kok Pak, lagian juga udah dikasih makan nih sama Mr. Dev.. saya bisa makan disini juga" ucapAmel.
Lagi-lagi Abi salah tak tau menau tentang selera makan Amel selama ini, karena memang Amel selalu memilih makanan dengan konsep umum tak pernah mengajak ke restaurant seafood sekarang Abi tahu apa alasannya, dan Pikiran Abi pun bermain kenapa Mr. Dev lebih tahu dari pada dia. Ada apa diantara mereka??
Bersambung
__ADS_1