
Perjalanan yang sangat melelahkan tentunya buat Amel dan saat ini pesawat yang di tumpangi Amel dan ratusan prajurit yang kembali dari Lebanon telah mendarat dengan selamat sampai Bandara Soekarno Hatta.
Setelah Amel menjalani prosesi bebas tugas dari misi nya..
Amel menarik koper besarnya,menuju lobby bandara.
" Amelll...?!!" teriak Farah bersama Keenan
" Haii... Farah, Bang Ke?? Amel segera menghapiri kedua orang yang dirinduknnya.
" Kangennnnn!!! seru kedua sahabat itu saling berpelukan erat.
" Bang Sat.. soryy salah Bang Ke.. kangennn" ucap Amel dan menghambur dalam pelukan Keenan
" Sebentar... tadi kamu sebut siapa? Bang Sat..? siapa tuh? " tanya Keenan penuh selidik
" Apaan sih, aku cuma kebiasaan ..ngumpat orang disana.. karena keseringan dengar ledakan meriam dan Boom " elak Amel dengan senyuman penuh arti.
" Sudah lah... kita balik ke apartemen,karena pasti lo capek kan mel?ucap Farah merangkul Amel dan berjalan mendahului Keenan
" Bang Ke.. jangan lupa koper Amel bawain..!! teriak Amel yang sudah nyelonong pergi barsama Farah
" Hadeuh... untung sayang kalian.. " gumam Keenan menyeret koper besar Amel dan memasukan ke dalam bagasi.
.
.
.
Sampai di parkiran apartemen Farah mereka turun dan menuju lantai 8.
__ADS_1
" Ting tong
" Kok pencet bell tumben? "tanya Amel heran
" Kita bikin surprise sama Hana" bisik Farah
" Oh iya hampir aku lupa sama dia "
Clek
Terlihat gadis remaja yang berwajah cantik muncul di ambang pintu
" Suprise...!! " Seru Farah
" Kak Amel,kakak udah balik.... Hana kangennnn!! " Pekik Hana dan menghambur memeluk malaikat penolongnya.
" Apa kabar kamu, sudah besar sekarang.. " ucap Amel yang masih memeluk tubuh yang tadinya lemah sekarang terlihat bugar
" Udah masuk dulu.. baru nanti ngrumpi, aku juga mau balik kantor.. kasihan Abi sibuk banget akhir-akhir ini" ucap Keenan membuat membuat ke tiga wanita di depannya langsung mematuhi omongan Keenan
"Sok sibuk lo...? " ledek Farah pada Keenan
" Seriusan gw, soalnya ada perusahaan yang Abi incar dia perusahaan besar di Indonesia,khususnya Asia dan Eropa." ucap Keenan seraya mengambil Air minum dari dalam lemari pendingin
" Seru dong,lagi sibuk banget dong pastinya..? " ucap Amel dengan masih setia mengekori Keenan
" Gitu deh, projek ini ketunda dari satu tahun lalu soalnya sang pewaris ikut misi perang, namanya Mr. Delven Hikaru dari perusahaan besar di Jepang " Hikaru Company " bisnisnya gila-gilaan, keren tuh Mel kalau jadi bini Mr Delven, tapi.. sayang orangnya dingin lebih dingin dari Abi trus katanya dia di juluki Fu*kboy ..
Byurrrr
"So.. sorry.. dia seorang Fu*k boy... ?? Amel yang dalam posisi sedang menenggak minumananya mendengar penuturan Fa*k boy membuat teringat seseorang
__ADS_1
" Kenapa gw jadi inget Bang Sat.. " batin Amel mendengar kata Fu*k boy teringat kata Lisa yang menyebut Satria seorang Fa*k boy
" Jorok lo Mel, iiihhssstt...baru denger julukannya aja lo udah begini.. apalagi. ketemu orangnya" ucap Keenan meledek
" Emang Abang udah ketemu dia? " tanya Amel
" Nggak pernah, rencananya minggu depan dia bakal ke Indonesia ..gw denger dia baru balik dari daerah perang juga hari ini" jelas Keenan
" Ohhh... " ucap Amel ber O ria
" Mel km alau nih Abi ketemu sama lo gimana? tanya Keenan penuh hati-hati
" Yaa... nggak papa ,emang kenapa?
" Nggak papa, cuma gw kasih tau dia lagi deket sama anak nya pak ustadz " ucap Keenan menyelidik
" Bagus lah... dia cepat move on, diakan sudah umur trus.. boleh lah dia bagi cucu buat Bunda juga Walid,kasihan kan? ucap Amel dengan memaksakan senyuman
Saat mengucap kata cucu ,Amel terasa nyeri di dadanya.. karena belum ada yang tahu soal keguguran yang menimpanya.
" Nak.. doakan mama semoga mama bisa melewati semuanya dengan baik dan kamu juga doakan papa semoga mendapat istri yang lebih baik dari mama.. amin" batin Amel kala mengingat janin yang gugur dalam kandungannya.
" Mel.. Mel.. Armel Aisya.. " pekik Keenan membuyarkan lamunan Amel.
" Hahhh.. apa bang Ke.., bikin kaget aja? " ucap Amel sambil memanyunkan bibirnya.
" Lagian gw cerita tentang Abi lo malah sibuk ngelamun" ledek Keenan
" Apaan sih bang, rese...!! " elak Amel dan segera berlalu dari hadapan Keenan dan duduk di sofa bergabung dengan Hana juga Farah.
Hati Amel terasa sepi, rindu akan gelak tawa bersama Lisa dan Nyoman dan pertengkaran-pertengkaran nya dengan Satria. Yah... Satria... nama yang terngiang dalam otaknya, orang yang selalu sibuk dengan pertengkaran mereka beberapa bulan lalu berubah jadi dingin banget dengan Amel, saat memikirkan itu Amel baru bisa mentelaah sikap Satria yang setiap hari membuat dia jengkel namun pada wanita di sekitarnya terlihat dingin dab cuek seperti sifat yang di tunjukkan Satria beberapa bulan lalu padanya, pandangan Satria juga tak sehangat saat pertama-tama dia terlibat pertengkaran dengan nya.
__ADS_1
Bersambung