Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#167


__ADS_3

" Kak Zira.. aku minta tolong boleh?? tanya Amel. saat mereka ada di pantry


" Iya bu, ada yang bisa saya bantu? kata Zira pada Amel.


Memang Zira dengan Amel. begitu. dekat namun jika mereka di lingkungn kantor maka akan profesional.


" Kak.. bikin sambel yang super pedes buat aku yaa? pinta Amel dengan wajah memohonnya.


" I.. iya, tapi.. kasian utun buu.. kalau dia d ok kasih makanan pedes-pedes.. " ucap Zira dengan sedikit ragu


" Itu bukan buat Amel kok, buat kita pedes pake aja,bukan pake banget... " kata Amel


Zira mendengar penuturan Amel membuat tertawa karena kelakuan sang bu Boss.


" Kak Zi, Amel mau nanya boleh? tapi.. ini masalah pribadi bukan masalah kerjaan " ucap Amel dengan memandang Zira


" Boleh kok, bu Amel sudah saya anggap seperti saudara sendiri, keluarga saya.. karena ibu sudah mau memberikan saya kesempatan untuk bekerja di sini" ucapan tulus Zira yang keluar dari bibirnya membuat Amel terharu.


"Makasih ya ..kak, Amel seneng punya saudara baru.. karena kan Amel anak tunggal, trus yatim piatu pula, tapi... aku sangat bersyukur dititik sekarang merasa bahagia dengan keluarga yang aku punya sekarang.


" Memang orang kaya seperti ibu pernah merasa tak bahagia? tanya Zira dengan sedikit penasaran kisah sang boss.


" Pernah lah kak... di usia aku yang masih kecil aku ditinggal orang tua, trus diasuh paman dan bibi ku, sayangnya paman selal Uhhh membenci ku, tapi.. aku tetap sayang paman karena bagaimana pun dia juga turut andil menjagaku, trus di umur belum genap 19th aku di paksa menikah dengan orang yang aku nggak cinta,dintinggal suamiku demi kekasihnya ,dimadu tanpa aku tahu, anak pertama aku meninggal saat di kandungan...banyaka kak yang aku lalui., dan hanya Farah dan mak Siti yang selalu mendampingi ku disaat aku kena depresi, kehilangan orang-orang yang aku cintai, di tinggal suami buat aku takut.. tapi, saat aku mulai menerima kembali suami ku dia berbohong untuk kesekian kalinya, dan akhirnya aku bercerai.... " ungkap Amel dengan membayangkan bagaimana dirinya dulu


" Maaf apa itu yang ibu maksud orang nya adalah tuan Abidazar?? tanya Zira dengan sedikit ragu

__ADS_1


" Iya kak... dia mas Abi, tapi.. aku bersyukur saat ini dia suah berubah menjadi lebih baik dan aku liat dia jadi lelaki yang bertanggung jawab sekarang , aku juga sebenarnya kasihan sama dia Sampai saat ini, dia masih takut melangkah keluar dari rasa trauma akan pernikahan,semoga nanti dia bisa menemukan wanita sholehah yang setidaknya bisa menerima dia apa adanya.dengan segala kekurangan dan kelebihanya." ucap Amel dengan tulus


"Aaminnn... " ucap Amel dan juga Zira


"Gimana kalau kakak ,udah punya pacar? maaf yaa.. aku. liat di CV kakak kan belum menikah makanya aku tanya in, kita kan deket..aku nggak mau nanti kalau ada yang main-main sama kamu aja kak, kita kan butuh laki-laki yang baik dan juga tanggung jawab " ujar Amel memainkan trik nya dengan cantik.


" Saya belum punya pacar, siapa sih yang mau sama wanita yang reputasinya sudah ancur, karena scandal yang tak pernah saya lakukan buat saya susah dalam banyak hal contohnya jodoh. " ungkap Zira dengan wajah sedihnya


"Nggak punya kerjaan amat sih tuh orang, sementara semua itu nggak bener? kak.. kamu nggak pernah melawan bahkn menyangkal kabar itu? tanya Amel dengan melirik ke Zira


" Percuma, siapa saya...? saya, tak punya kekuatan buat melawan dan juga menghentikan orang bilang kita tak baik ,karena sekatinya orang yan pada dasarnya sudah membenci itu sebanyak apapun kita ungkap kebenaran mereka tak akan percaya,cukup kita tutup telinga kita untuk tidak mendengar suara sumbang mereka. . " ucap Zira dengan senyum getirnya.


" Seandainya ada yang mau sama kakak, tapi..punya masa lalu yang tak baik,dan dia ingin menjadi lebih baik dengan segala masalalunya, kekurangannya.. kakak mau menerima dia? tanya Amel hati-hati.


Zira memandang wajah Amel yang terlihat sedih dan juga terlihat banyak beban, namun selama ini Amel mwnyembunyikannya Zira tahu itu, karena sedikit banyak sifat Amel sama dengan dirinya...


Sementara di ruang kerja Satria, sudah mulai membahas project mereka kedepannya dan kini mereka sedang menunggu sang model untuk bergabung dengan meeting mereka, karena sebentar lagi akan Launching produk baru dari HIKARU Company dan kerja sama dengan Global Company.


Tok tok tok


"Masuk.. " teriak Satria...


Clek..


Munculah seorang wanita dan seorang laki-laki di depan pintu, wanita itu membatu saat dirinya bertemu mata dengan Abi,dan Abi juga terlihat terkejut dengan kemunculan orang dari masa lalunya.

__ADS_1


" Mas Abi... dia disini? Apa yang dia lakukan? apa dia yang memilih ku jadi model produk HIKARU Company " batin Dya


Yah... wanita itu Dya, mantan istri siri Abi. dan mantan madu Amel..


" Jadi dia sudah kembali, apakah ada kaitannya pertanyaan Amel waktu itu, trus dia bilang Satria talah di goda model bernama Dya " batin Abi dengan dada yang bergemuruh entah perasaan marah, kecewa atau benci yang dirasa Abi saat ini, namun yang dia tahu sekarang harus profesional.


" Dya,Samuel .. silahkan duduk.. kita akan segera memulai meeting kita saat ini" ucap Keenan membuyarkan lamunan dua orang yang ada di depan mata nya dan Keenan lah saksi hidup cerita mereka.


" Silahkan duduk tuan Samuel dan Nona Dya.. " ucap Satria dengan nada dinginnya..


" Ba.. baik terima kasih Mr. Dev" ucap Dya dengan nada gugupnya melihat sorot mata yang tajam Satria saat bicara padanya.


Samuel dan juga Dya melangkah menuju sofa single yang ada di hadapan Satria.


" Oke.. kita sudah kumpul, Oh iya.. Abi ini Dya model kita edisi terbaru kita.. " ucap Satria dengan nada dinginnya dan seperti tak tahu apa-apa tentang kedua orang yang saling berpandangan seperti ada yang belum beres antara mereka, apalagi Abi dimatanya terlihat ada kemarahan dan kekecewaan


" Gw tau dia bro... " ucap Abi berusaha mendalikan ke marahannya.


Damn


" Oh ya..?? bagus kalau gitu.. " ucap Satria santai


" Bagus apaan, gw malah pikir lo itu kali ini salah cari model, kamu tau model sekalas dia bisa jadi TOP ternyata rela naik ranjang bossnya demi popularitas nya. " ucap Abi dengan meninggikan suaranya


Terpancar kemarahan dan kekecewaan dimata Abi. Wanita yan dulu dia cintai ternyata hanya sampah olehnya saat ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2