
Amel mendengar penuturan Satria hanya bisa diam,dan mencoba tenang.
" Maksud kamu apa? jangan bilang kalau Kia adalah ibu kandung Hanna,iya...? Jawab bang..!!!
Amel berusaha menahan air matanya yang akan tumpah, dan teriakannya membuat tamu sekitar mereka terkejut.
" Sayang.. tenang, kita tak bis menyimpulkan hanya dengan kemiripan struktur wajah saja, harus ada pemerikasaan secara medis, kamuntau kan maksud aku..? "
" Abang, jangan biarin Hanna pergi dari hidup kita"
" Nggak akan, Hanna anak kita.. dan sekarang yang harus kita lakukan saat ini hanya bersikap setenang mungkin. "
" Kita harus bicara dengan Kia, harus bang..!!
" Iya.. kita akan bicara sama Kia, kamu harus tenang inget kamu sekarang sedang mengandung."
" Permisi.. "
Pembicaraan mereka berdua terhenti kala pelayan membawakan pesanan mereka.
" Lho.. kok banyak banget bang pesenannya?
" Hemmm.. tadi, ada yang ngambek segala trus minta Vanilla latte dan kawan-kawaannya. "
Sindir Satria dengan melirik sang istri yang hanya nyengir kuda.
" Hehehehe... khilaf.. sorry??!!
" Nggak papa yang penting di makan, jangan sampe mubadzir. "
" Abang bantuin yaa.. buat abisin?
" Iya abang bantu pake doa aja.. liatnya aja udah kenyang yang...?! "
" Enak kok.. coba aja deh... aaaaa??
Dengan terpaksa Satria ikut menghabiskan makanan yang sudah di pesan Amel.
Dari saat itu Amel tau, Satria memberikan pengertian pada Amel jika benar Kia ibu kandung Hanna, itu berarti Hanna berhak tau, dan selama nya juga Amel tetap jadi ibu angkatnya, semua keputusan ada di tangan Hanna, percayalah Hanna sudah dewasa dan bisa memilih demi kebahagiaan dia nantinya. Amel sadar dia bukan bersikap egois namun rasa takut kehilangan lagi lebih tepatnya, walaupun dia sedang hamil sekarang,Hanna salah satu orang yang bisa buat dia kembali memiliki sifat keibuan yang seharusnya dia berikan pada anaknya yang sudah tiada.
🆕
" Bro ,Amel sudah tau tentang kecurigaan kita soal keterkaitan nya Kia sama Hanna"
__ADS_1
" Trus?
" Amel hanya bisa berdoa Hanna masih mau stay sama kita kalau seandainya benar dugaan kita.
Perbincangan antara Satria dengan Abi saat mereka ada dikantin Rumah sakit.
" Kalian bahas apa ni, kok ada Amel, Hanna, Kia.. sebenernya ada apa?
Kini Ken yang baru bergabung dengan mereka karena baru pulang dari acara Honeymoon nya.
Akhirnya Satria menceritakan apa yang terjadi pada mereka saat ini.
â•â•â•â•
Sementara di ruang rawat Amel di bantu Zira dan Farah membereskan perlengkapan Hanna untuk kembali ke rumah, hati ini Hanna sudah boleh pulang dan Hanna ingin tinggal di rumah Amel.
" Mom... mommy kenapa? ada masalah, daddy nakal sama mommy? Nanti biar Hanna yang marahin daddy kalau dia nakal!!
Hanna memang melihat beberapa hari Amel sedikit berubah, sering terlihat diam tak seperti biasa, selalu cerewet.
" Mommy nggak papa, mungkin karena perut mommy sudah mulai besar, mood mommy juga kadang naik turun, jangan khawatir yaa.. mommy nggak papa... "
Amel mencoba untuk terap tersenyum, walau banyak ke khawatiran di hatinya.
" Mel..kakek Wirawan di rawat di sini?
" Zakia dan Marlin kok bisa?
" Mereka cucu angkat kakek"
Amel yang tak biasa bersikap dingin seperti itu membuat sang sahabat mengernyitkan dahinya
" Amel kenapa yaa? kayak ada sesuatu yang dia sembunyikan "
Pikiran Farah mulai Flasback ke bebera tahun lalu yang membuat sang sahabat depresi.
" Mel.. ada yang mau kamu ceritakan ke aku? aku tau kamu ada masalah, berbagilah.. jangan biarkan pikiran kamu terbebani "
Bisikan dari Farah membuat Amel menoleh pada sang sahabat yang benar benar mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
" Nanti yaa... kalau kita sudah sampe rumah, aku akan cerita. "
Jawab Amel dengan berbisik lirih dan tentu saja Farah mengangguk dengan cepat dan mengelus punggung Amel, seperti memberi suport .
__ADS_1
Setelah semuanya dirasa siap mereka akhirnya pergi meninggalkan Rumah Sakit dan mereka menuju Mansion milik keluarga Satria.
" Hanna sebaiknya kamu istirahat ,biar cepet pulih.. mommy sama semuanya ada di depan yaa..? kalau ada apa-apa kamu tinggal tekan tombol ini "
Amel dengan nada lembut memberikan pengertian pada Hanna dan anak remaja itu pun mengangguk.
Sepeninggal Amel,Hanna masih aja melihat pintu yang sudah tertutup.
" Ada apa sama Mommy, jangan sampai mommy kenapa kenapa..aku pasti sedih Mom.. kamu adalah ibu terbaik yang aku punya,akan selama nya seperti itu.. " ucap Hanna lirih.
Hanna memang sudah merasa jika Amel sedikit berubah, tak seceria biasanya..terlihat dari matanya menyimpan rahasia.
Sementara di dapur Amel, Zira juga Farah menyiapkan makanan ringan untuk mereka bersantai.
" Mel,kamu nggak papa kan?
" Amel nggak papa kok kak Zi.. jangan khawatir"
"Mel.. gw bukan orang yang sehari dua hari kenal lo, kita udah sama-sama dari orok.. cerita sekarang kali aja kita bisa bantu? "
" Huffftt... emang lo nggak ganpang gw kadalin, iya... gw Khawatir tentang Hanna, apalagi setelah mendengar penuturan dari Satria soal Kia yang ada kaitannya dengan Hanna "
" Sama Hanna maksudnya?
" Satria sama Mas Abi menduga jika Kia ibu dari Hanna "
" Astaga.. trus lo khawatir kalau Hanna pergi dari lo, Mel... percaya sama gw Hanna udah dewasa, memang dia berhak tau tentang keluarganya tapi, dia tetap anak lo sama Abi dalam perlindungan hukum dia anak angkat lo.. "
" Gw takut dia ninggalin gw sama seperti orang-orang yang gw sayangi dulu.. hiks.. hiks.. "
Tangisan Amel pun pecah saat dia cetita dengan Farah, dari kemarin dia berusaha kuat namun jika di depan sahabatnya itu, dia tak bisa berpura-pura.
" Mel.. kalau seandainya benar Kia itu ibu kandungnya Hanna ,kakak yakin kalau mas Abi juga Mr Dev nggak akan pernah mau menyerahkan Hanna pada Kia begitu saja, kita semua sudah sayang banget sama Hanna, apalagi kamu sama mas Abi yang pertama memberikan dia kehidupan baru, dan status berbeda dengan mengangkat dia sebagai anak kalian...walaupun kalian sudah berpisah ,kalian tetap orang tua Hanna. "
Zira mencoba untuk memberikan motivasi untuk Amel supaya dia tak tertekan.
" Tadi.. kak Zira panggil mas Abi " Mas" apa itu artinya Mas Abi sama kak Zi ada hubungan?
Amel bukan menanggapi nasehat Zira namun dia menangkap ada hal yang lain saat Zira menyebut nama Abi dengan embel-embel Mas bukan Tuan lagi
" Emmm.. itu... aemm.. aduhh, begini.. kita memang sudah dekat dan mas Abi juga sudah mengajak kakak buat serius buat menjalin hubungan"
" Beneran? kakak serius... ahhhh... kakak ini berita bahagia, trus kapan kalian nikah.. pasti bunda sama Walid bahagia.. !!
__ADS_1
Seru Amel memeluk Zira dan Farah pun ikut serta mereka saling berpelukan bertiga.
B E R S A M B U N G