
Part ini adalah pandangan author jika ada yang tak berkenan Author mohon maaf..
( Ini cuma ada di dunia novel jadi bebas dan sah sah saja mengkhayal)
🆙 🆙 🆙 🆙
Amel tak bisa membendung rasa sakit di hatinya, sakit yang dirasakan Satria seperti menyiratkan kesedihan mendalam membuat Amel juga ikut merasakan.
" Mel... " Seseorang menyentuh bahunya
Amel mendongakkan kepalanya dan dia melihat Keenan dengan uraian air mata.
" Bang Ke..,Bang Sat... " Suara Amel tercekat dan terasa pilu.. "Aku nggak tega bang... dia datang kembali " Ucap Amel dan menghambur dalam pelukan Keenan.
Keenan dengan sayang membelai lembut rambut Amel, dia sudah menganggap Amel sebagai adik kandungnya, dia tau apa yang menimpa Amel dan Satria.
" Kak.. Amel.. " Panggil Akira yang baru datang setelah di hubungi Zira
" Kira.. abang,kamu Telpon dokter Rian.. " Ucap Amel dengan memeluk Akira
" Aku sudah menelpon nya,kakak nggak diapa-apain abang kan? tanya Akira khawatir tentang kondisi kakak iparnya.
Amel menggeleng gelengkan kepalanya dan masih sesegukan.
" Mami sama Papi sudah menuji kesini, kebetulan mereka baru dateng dari Singapura " ucap Akira.
Semua orang mencoba menenangkan Amel, mereka sangat prihatin dengan keadaan Satria.. dan Abi yang disana juga melihat keadaan Satria sangat terkejut dengan kenyataan betapa Amel sangat khawatir dengan suaminya dan banyak pertanyaan di benak Abi tentang Satria yang mengenal Zakia Mutia gadis kecil tetangga nya yang dulu membuat dia merasakan cinta dan juga kekecewaan.
" Mel.. lo mau kemana? tanya Keenan melihat Amel yang melangkah ke arah kamar dimana Satria berada.
Amel tak menggubris omongan Keenan, dia khawatir dengan keadaan sang suami yang ada di dalam kamar itu.
Amel. segera membuka pintu yang terkunci itu.
Clek.
Pintu kamar itu terbuka dan Amel segera masuk dan mencari keberadaan suaminya.
" Abang... bang Satria.. abang, abang di mana? abang ini Amel.. bang ayolah bang.. Amel kangen sama by, emang by nggak kangen sama sayang ? Amel. terus memanggil nama Satria.. dan menilik bagian ruangan itu dan betapa kagetnya Amel melihat Satria yang ada di dalam buthub.
__ADS_1
" Abang..!! seru Amel dengan langkah cepat masuk ke dalam buthub.
Satria yang berendam dalam buthub itu,larut dalam lamunan.
" Abang, abang oke nggak nih?? Abang look..!!
Amel dengan perlahan mengarahkan wajah suaminya ke depan wajah Amel dan membuat mata mereka saling beradu dan untuk sekian lama akhirnya Satria terisak dalam tangisnya.
Amel memeluk Satria yang saat ini rapuh dan juga ada dalam tahap trauma, belum ada yang tau apa penyebab Satria bisa trauma akan kehilangan Zakia, banyak spekulasi yang di benak orang yang tau Satria.
" Abang.. ada yang sakit nggak? Amel meneliti tubuh suaminya dan dia melihat tanga suaminya yang memerah karena habis mengamuk tadi.
Kamar itu tak luput dari amukan Satria, sudah tak ada sisi rapih di ruangan itu.
" Udahan yuk, nanti abang sakit kalau kelamaan gini.. Amel bantu yaa?? ucap Amel. dengan sabar dia membantu suaminya dan memapah Satria ke ranjang.
Dengan telaten Amel mengganti pakaian Satria dan ternyata bagian kamar yang kena amukam Satria sudah rapih lagi dengan cepat,karena Akira dan juga di bantu Zira membersihkan nya.
" Aku lelah sayang.. " tiba-tiba kata itu terucap dari bibir Satria.
Amel tersenyum melihat tingkah Satria yang langsung memeluk tubuh Amel.
Saat Amel ingin beranjak dari tepi tempat tidur, tiba-tiba Satria mencegahnya.
" Jangan tinggalin aku, aku sudah salah.. " Kata-kata Satria membuat jantung Amel berdetak kencang dengan apa yang akan terjadi, dia tak mau lagi gagal dalam berumah tangga.
(Ilustrasi)
Amel merebahkan tubuhnya di kasur disamping Satria dan dengan cepat Satria merengkuh tubuh kecil Amel memeluknya erat dalam dekapannya.
Amel dengan senyuman manisnya mendekap tubuh Satria.
" Tetap disini,jangan pergi... aku mohon?! "
Ucap Satria lirih.
" Aku akan selalu di samping kamu, asal kamu mau berbagi rasa sakit di hati kamu.. apa kamu mau?? tanya Amel mendongakkan kepalanya dab melihat sang suami.
" Kamu akan marah pasti" ucap Satria sedih.
__ADS_1
" Selama kamu jujur, aku nggak akan marah.. tapi, kalau kamu udah nggak mau jujur sama aku jangan harap aku ada di samping kamu.. aku ak...
" Jangan pernah berfikir untuk pergi dariku Cil.. Aku sangat mencintaimu, maaf tadi aku nggak bisa mengendalikan diriku.. kamu pasti takut dan tapi.. kenapa kamu begitu tenang saat melihat aku..
" Abang... sama. kayak kamu, aku tau tentang kamu dan kamu tau tentang ku, tapi.. bedanya aku nggal tau dasar dari trauma kehilangan kamu.. apa? apa boleh aku tau? Amel. memotong pembicaraan Satria ingin mencoba mengorek keterangan lebih dari Suaminya.
Selama dia di tangani dokter psikiater Satria masih samar mengungkap kejadian waktu itu.
" Aku salah Mel, aku udah berusaha.. tapi, dia menghilang.. aku salah.. " ucap Satria dengan gemetar.
" Abang tenang, apa abang butuh obat atau..?
Satria dengan cepat menggengkan kepalanya.
" Waktu itu aku SMA dan aku berhubungan dengan Zakia dalam arti kita tak pacaran hanya gw puas lo puas , dia murid baru yang pindah dari Indo ke Singapura.. pergaulan disana sangat bebas dan tak jarang dengan namanya free se*s,aku bukan anak yang selalu patuh sama orang tua, apalagi saat aku punya uang dan juga kemapanan dalam hidup, aku selalu berfoya-foya. " ucapan Satria terhenti saat Satria melihat wajah Amel yang terlihat syok dengan kenyataan yang dia dengar.
" Terus? apa hubungan nya Zakia dengan trauma kamu? tanya Amel deangan hati-hati.
" Aku akui, aku dan Zakia suka dry se* dalam artian kita bisa mencapai ******* walau tak melakukan penyatuan dan hari itu aku mabuk dan saat aku sadar aku bersama Zakia di sebuah hotel,kamu tau apa yang kurasakan?
Amel. menggengkan kepalanya.
" Aku kalut, takut dengan kenyataan yang terjadu tapi, aku sempat melihat dia begitu tenang,banyak pertanyaan di benak ku saat itu tapi, aku tak ada keberanian untuk tanya pada Zakia,walaupun aku suka menyentuh dia namun aku nggak berpikiran untuk berbuat lebih jauh dari dry se* ,saat itu juga aku minta dia supaya menikah dengan ku namun dia menolak, aku berfikir mungkin dia masih belum memikirkanya."
Satria membelai rambut Amel dam memandang wajah istrinya dengan sendu.
" Berjalan dua bulan aku nggak sengaja melihat tast pack di dalam tas nya, dan aku syok karena setelah kejadian di hotel memang aku nggak pernah melakukan apapun sama Zakia,hari itu aku meminta Zakia menjadi istriku namun dengan lantang dia menolakku, karena dalam pikiranku dia hamil anak ku, aku merasa kacau karena setahu aku, dia rusak karena aku dan sampai aku kehilangan jejaknya hari itu juga.. sudah semua cara aku lakukan namun aku nggak bisa menemukan dia dan sampai kamu jadi korban karena aku, saat itu aku tersadar dalam hidup harus tetap berjalan, aku menemukan cara untuk jalan menebus kesalahanku pada Zakia dan juga kamu" jelas Satria dengan nada bergetar.
Amel yang mendengar penuturan Satria sangat kaget mengetahui kenyataan yang membuat Satria seperti tergila-gila pada Zakia.
" Jadi saat itu kamu berfikir kalau Zakia hamil dan itu anak kamu, trus kamu merasa bersalah sama anak itu sampai kamu selalu histeris dan menjadi pecandu obat tidur karena insomia akut, sering berhalusinasi? Trus apa yang selalu dalam otak kamu saat kamu tak bisa mengendalikan emosi kamu? Amel mencoba berkomunikasi dengan Satria sebagai dokter bukan sebagai istri, walau basicnya dia dokter spesialis namun dia juga mempelajari sikologi
" Dalam bayanganku dia selalu memberikan aku seorang bayi yang sudah meninggal dan berlumuran darah, itulah yang buat aku tak bisa mengendalikan emosiku, saat tadi aku melihat dia bukan rasa bersalahku yang timbul tapi rasa marah, benci sama semuanya yang berhubungan dengan dia " ungkap Satria dengan berapi-api.
" Abang... atur nafas ,tarik... hembuskan.. tarik napas... hembuskan.. lagi.. tarik nafas hembuskan, sudah lebih baik... kamu butuh istirahat aku juga capek, besok mau yah.. letemu Zakia kita clear kan masalah antara abang juga dia, biar aku yang mendampingi abang, dan perlu abang tau.. Amel akan selalu bersama abang dalam suka dan duka, Amel. juga berharap abang juga akan melakukan hal yanv demikian buat Amel. " Harap Amel dengan memeluk suaminya dia memejamkan matanya yang sudah terasa berat.
Sedang orang -orang yang sedari tadi menguping di balik pintu akhirnya mereka pergi dari depan kar Satria.
Bersambung
"
__ADS_1