
Setelah Abi berangkat kerja, Amel bergegas ke kamar nya namun di ujung tangga berpapasan dengan Duo keong racun (Catrine dan juga Dila.)
" Wah.. enak yaa, jadi Nyonya rumah nih...? " sindir Dila
" Iya lah, dulu bukan apa - apa sekarang jadi mam Besar disini" timpal tante Catrine
" Hadeuh duo Keong racun pengan gw slempet aja tuh mulut" batin Amel mendengar sindira ibu dan anak itu.
" Kenapa memang kalau saya jadi nyonya di rumah ini, kan kalian tahu kalau ini rumah keluarga Ziyad yang notabanenya adalah keluarga mertua saya.. nggak salah kalau seorang menantu pewaris tunggal kerajaan bisnis milik keluarga Ziyad menjadi nyonya besar dirumah mertuanya,lagipun saya ada hubungan dengan mereka sementara kalian itu siapa.. ?? numpang kok belagu!! " ucapan pedas Amel membuat kedua ibu dan anak itu langsung membelalakkan matanya.
Begitu beraninya Amel melawan duo racun itu.
" Kamu...!! "
" Kenapa, kalian kira saya nggak berani sama kalian? mau ku tumbuk muka kalian..!! " Seru Amel sambil mengacungkan tangan nya yang mengepal.
" Dasar gil* !! umpat Catrine
" Seperti suami saya bilang kita akan ke Belanda besok jadi, sebaiknya kalian tahu diri..berambus lah dari rumah ini !! "ucap Amel sinis
Setelah mengatakan itu Amel melangkah ke dalam kamar nya,menyiapkan koper dan memasukkan beberapa potong bajunya juga sang suami. Karena besok pagi dia harus jemput Hana dan langsung terbang ke Belanda.
Jam sebelas siang Amel sengaja ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang.
__ADS_1
Amel tiba di Global Company dia keluar dari mobil dan melangkah menuju resepsionis.
" Selamat siang ada yang bisa saya bantu nona? " tanya resepsionis itu dengan ramah
" Bisa bertemu dengan Tuan Abidzar,beliau ada di lantai berapa ya? " tanya Amel dengan sopan
" Tuan Abi, ada di lantai 30 nona tapi maaf, Tuan Abinya tadi saya lihat baru saja keluar" ucap sang resepsionis
" Owhh.. baiklah terima kasih" ucap Amel sedikit kecewa
Dia merogoh sling bag nya dan mengambil benda pipih yang canggih, dan segera menghubungi seseorang
" Assalamualaikum Bang Ke, dimana? " Amel telepon Keenan
" Aku ke Kantor...
" Kamu kekantor!! Keenan memotong omongan Amel karena dia kaget mendengar kalau Amel di kantor.
" Bang Ke... biasa aja dong, berhubung mas Abi sama Bang Ke sudah makan siang, makan siang jatah kalian aku kasih mbak resepsionis aja deh, sayang kan nggak ada yang makan " ungkap Amel dengan nada kecewa
" Jangan gitu dong Mel,makanya kalau kekantor konfirmasi dulu, jangan asal ke kantor takutnya gini nih, ya udah maaf yaa... Abi lagi diskusi sama Klien, kamu kasih sama resepsionis aja deh, tapi kalo jatah aku titipin aja ama dia, nanti Abang makan deh" jelas Keenan tak mau mengecewakan Amel. yamg memang sudah dia anggap adik.
" Oke bang, kalian hati-hati yaa... Assalamualaikum "
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam"
Panggilan terputus.
" Kenapa? " siapa tadi yang telpon kayaknya lo khawatir banget? "tanya Abi
" Bini lo kekantor.. buat nganter makan siang tapi, kita keburu ke sini" ucap Keenan dengan suara lemahnya
" Amel ke kantor, bawain makan siang.. waduh ,kasian juga bini gw.. gimana dong Ken? "Abi merasa bersalah dengan sang istri
" Mau gimana lagi, lo sih keburu kena hasutan Sita..,dan jatah makan siangblo di kasih ke resepsionis kata Amel kasian belum makan" terang Keenan dengan memutar bola matanya menatap jengah
"Ada apa? " tanya wanita cantik yang tadi bersama Abi bernama Sita teman. kuliah mereka.
" Nggak papa, tadi Amel ke kantor dan bawain kita makan siang tapi, kita keburu kesini sama kamu" jawab Abi dengan nada lemah
"Ya udah sih, besok kan bisa rasain masakan bini lo..kalau kita kan kumpul nggak tau kapan lagi" ucap Sita sinis dengan Abi yang seperti menyesal pergi dengan nya
Abi mendengar penuturan Sita,merasa ada benarnya masakan sang istri kapan saja bisa dia nikmati tapi, kumpul dengan sahabat lama apalagi Sita bela belain datang dari Bali menyempatkan diri meluangkan waktu untuk bertemu dengan Abi juga Keenan.
Bersambung.
Maaf yaa.. Author sedikit up nya,lagi ngerasa lelah bingit... 😵😵
__ADS_1