Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#126


__ADS_3

Satria melangkah mendekat sang mami yang sedang menangis dalam pelukan sang papi.


" Sat.. bagaimana keadaan Amel, dia nggak papa kan? please Sat, jangan kamu sia-siakan lagi Amel.. hanya kamu yang bisa bikin dia tenang, cukup penderitaannya dari kecil sampe dia dewasa belum pernah merasa bahagia nak.. hiks hiks.. " Mami Fitri menggenggam erat tangan sang putra


" Mami.. mami denger Satria, aku nggak akan menyia-nyiakan istri ku sendiri mi, sekian lama aku mencarinya dan kini dia sudah jadi istriku tidak akan aku biarkan kesakitan masa lalunya menghancurkan semuanya" Satria menghapus air mata sang mami dengan lembut dia mencium tangan maminya.


" Bibi.. cuma mau kamu selalu disampingnya, kesakitan yang dulu Amel rasa jangan biarkan menghantuinya." Bi Siti kini memandang sendu wajah Satria.


Satria memeluk wanita paruh baya itu, yang sudah dianggap sebagai ibu bagi Amel.


" Lo harus sabar Sat, Amel pasti baik-baik saja " Keenan menepuk bahu Satria


" Thank's bro.. lo salah satu orang yang buat Amel tegar juga" Satria memandang Keenan dengan sendu.


Sisi lain Abi setelah mendengar yang di ungkap Satria membuat dia makin bersalah.


Dokter Ratna keluar dari ruang praktek Satria.


" Dokter Satria.. " Panggil Dokter Ratna

__ADS_1


" Ya Dok, bagaimana keadaan Amel? Satria memandang wajah Ratna penuh kecemasan


" Alhamdulillah ..nyonya Amel sudah tenang dan lebih baik, saya rasa juga bisa langsung pulang" Ucapan Ratna membuat hati Satria lega.


" Terima Kasih dokter Ratna, sekarang bisa saya bawa pulang istri saya? Satria meminta pesetujuan Dokter Ratna


" Boleh dokter, silahkan beliau sudah tenang sekarang,baik..saya undur diri dulu.. selamat sore" Dokter Ratna undur diri dari hadapan Satria.


Satria segera masuk dalam ruangan kerjanya.


" Sayang... are you okey ? Satria menghampiri keberadaan Amel yang masih duduk di brankar tempat prakteknya.


" Nggak apa-apa, mulai sekarang berbagilah denganku, aku suamimu sekarang" Satria mendekap tubuh istrinya dan menecup lembut pucuk kepalanya.


Amel merasa lebih baik dan akhirnya Amel menurut untuk pulang kerumah.


Saat keluar dari ruangan Satria, merangkul tubuh Amel di sampingnya.


" Amel... " Seru orang yang ada di depan ruangan itu.

__ADS_1


" Satria harus bawa pulang Amel mi, dia butuh istirahat.. untuk kalian kapan-kapan bisa bertemu Amel, saya tahu kalian peduli.. tapi..


" Abang ayo pulang... " Amel memotong omongan Satria membuat Satria memandang sang istri.


" Iya.. ayok... maaf kami permisi" Satria dan Amel meninggalkan tempat itu dan Amel terasa cuek saja pada sekitarnya.


Abi melihat Amel dalam dekapan Satria dan mendapat perlakuan Satria yang begitu manis, membuat dia berfikir.. Satria yang notabanenya adalah seorang pria yang dingin dan kejam, membuat Amel nyaman di sampingnya.


Amel begitu manja saat berada di pelukan Satria.


Betapa bodohnya dia, sudah melewatkan dimana saat bersamanya tak pernah memberikan kenyamanan dalam hati Amel, yang dia tahi Amel baik-baik saja, dan seolah dia yang selalu di sakiti.


Amel di bawa abi ke sebuah pantai, karena ingin Amel meluapkan isi hatinya.


" Ayo... kamu harus lepaskan beban mu yang dulu dan kita nikmati sunset sore di sini.. "


Satria membawa Amel ke satu pantai dengan keindahan sunset yang menenangkan jiwa,membuat Amel. tersenyum saat melihat keindahan nya.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2