
" Ada apa sama Dya? tanya Abi dengan nada suara agak sedikit tinggi.
" Biasa aja kalee.. nanya soal Dya, kangen kamu sama Dya..? tuh..mantan istri mas Abi yang tercinta, yang mas Abi puja-puja sampe mas Abi lupa sama istri sah sendiri.. dia mau jadi pelakor.. kenapa sih, sama Dya kenapa mesti aku yang selalu hidup nya di ganggu sama dia??! " omel Amel dengan nada ketus mengingatkan Abi pada kesalahannya yang dulu.
" Sayanggg.. udah dong, abang juga nggak tertarik sama Dya.. no problem..!! ucap Satria membuat Amel mengarahkan tatapan tajam pada Satria
" Iya..tau abang nggak akan tertarik sama Dya, kalau ama yang laen? ucap Amel dengan memcebikkan bibir nya
" Ya enggak lah sayang..kamu aja nggak abis-abis " jawab Satria dengan lembut.
" Kalian tuh sama aja..,di kasih paha aja udah melotot.. huhhh.. " Amel beranjak dari kursinya dan berdiri melangkah pergi ke kamar tidurnya.
" Aneh... kenapa tuh bocah jadi marah-marah ke kita.. " ucap Keenan heran dengan tingkah Amel.
" Nggak tau juga gw, tadi dia baik-baik aja..ngapa kita jadi di omelin kaya anak bocah" gerutu Satria diangguki para lelaki..
" Berdoa aja semoga Amel cuma PMS atau mungkin pengaruh hormon.. kalau selama 9bulan Amel. kayak gitu di jamin, kalian harus hati-hati dengan omongan kalian " ucap Mami Fitri menunjuk para lelaki.
Sementara Amel. dalam kamarnya dia duduk di sofa kamar itu dan, mengecek calender di ponselnya.
" Periode gw belum bulan ini... apa jangan-jangan...?? gumam Amel sesaat
Dia cepa yg beranjak dari sofa dan membuka laci nakas, mengambil sesuatu di sana dan masuk kekamar mandi.
Setelah sekian lama dia melihat ke arah benda yang dia pegang dan betapa kagetnya dia melihat fakta jika dia sedang berbadan dua, sontak tangis nya pun pecah ,bukan tangis karena sedih kali ini tangis bahagia yang dia rasa.
__ADS_1
" Ya Allah.. Alhamdulillah.. Engkau titipkan dia di dalam diriku, aku bisa merasakan dia hadir.. nak, maafin mommy ..semoga kamu selalu sehat... nanti kita kasih tau Daddy yah,tetap bersama Mommy dan kuatkan mommy juga Daddy.. "gumam Amel mengelus elus perut ratanya.
" Maaf bang, aku rahasiakan dia dulu.. sebelum semuanya beres " batin Amel menerawang jauh membayangkan ekspresi Satria saat dia tahu kalau dia akan jadi seorang Daddy.
.
.
Setelah sarapan Satria menemui Amel dalam kamarnya.
" Sayanggg...,aku berangkat kerja yah..? semua udah pulang.. mau pamit sama kamu, cuma nggak enak takut ganggu kamu. " ucap Satria menghampiri Keberadaan Amel yang sedang ada di atas tempat tidur, sibuk dengan laptop nya.
" Owhh... bang, maaf yaa.. tadi aku marahin kamu sama mas Abi, abis aku kesel sama cewek-cewek yang ganjen sama kamu. " ucap Amel dengan memcebikkan bibirnya.
" Iya.. ati-ati yaa? Amel menyalami suaminya mencium punggung tangan suaminya dan Satria mengecup lembut pucuk kepala istrinya.
Sementara itu Zira yang di berikan waktu oleh Satria untuk kembali ke apartemennya dia di depan halte dekat Apartemen boss nya.
Tin.. tin...
" Zira.. masuk..!! seseorang menyuruh Zira masuk ke dalam kendaraan nya.
" Tuan Abi..., ng.. nggak usah repot-repot Tuan saya.. nunggu taxi aja " ucap Zira pada Abi yang memang menyuruhnya masuk dalam kendaraannya.
" Udah nggak papa biar saya antar, nanti kamu kesiangan yang ada Satria murka nanti.. "ucapan Abi membuat Zira berpikir lagi, dan segera masuk dalam kendaraan Abi.
__ADS_1
" Saya jadi ngrepotin Tuan Abi ..maaf sekali tuan" ucap Zira dengan sedikit tak enak hati.
" Nggak papa, Satria itu patner bisnis saya.. dan juga sekarang salah satu orang penting di hidup saya.. " ucap Abi sedikit menoleh pada Zira.
"Aduh... terima kasih banyak Tuan Abi,Amel dan Mr Dev orang yang sangat baik, saat banyak perusahaan yang menolakku karena satu tuduhan yang tak benar, Amel dengan lantang menerima ku sebagai sekretaris Mr Dev.. dia juga tak pernah menganggap ku orang lain bahkan dia bilang menganggapku sebagai kakak.." ungkap Zira pada Abi.
"Aku tau.. bisa kan kalau jika kita berdua jangan panggil aku Tuan? maksud ku.. kamu bisa langsung panggil namaku" harap Abi
" Emmm... kayaknya kurang sopan kalau harus panggil Abi aja, gimana kalau.. mas Abi...??
Ucap Zira dengan sedikit ragu
" Itu lebih baik... " ucap Abi dengan senyuman manisnya.
Tiga puluh menit mereka sampai di Apartement Zira dan segera Zira keluar dari mobil Abi.
" Terima kasih mas..buat tumpangannya, mas hati-hati ..sampai jumpa" Zira keluar mobil Abi dan melangkah dengan cepat masuk ke gedung tinggi itu..
" Haissstt... ada apa sama jantung gw.. astaga...!! gumam Abi memegang dadanya yang berdetak cepat.
.
.
Bersambung...
Maaf yaa... dikit dulu yaa? anak-anak ribut monta malam tahin baruan..😂😂
__ADS_1