Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Sebuah Kecelakaan


__ADS_3

Setelah membereskan semuanya Amel segera naik ke atas dan menuju kamar Satria.


Amel melihat Satria yang sibuk dengan ponselnya,sampai tak menyadari kehadirannya, lalu Amel memutuskan untuk langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah sepuluh menit dia kembali ke dalam kamar menggunakan baju tidurnya.Dan melihat Satria yang sibuk menelpon seseorang di balkon kamarnya.


Amel melangkah mendekati Satria yang terlihat sedang menahan kemarahan. entah apa yang di bicarakan Satria dengan orang di sebrang sana, namun terdengar bentakan Satria yang Amel tak mengerti akan permasalahan nya.


Amel mendekat ke arah Satria yang masih berdiri menggenggam tralis besi di balkon kamarnya dengan erat, Amel memeluk Satria dari belakang terlihat Satria seperti kaget mendapat pelukan Amel tiba-tiba ,namun.. dengan cepat Satria membawa tubuh Amel ke depannya ,terdengar suara Satria mulai melembut dan mencium lembut pucuk kepala Amel. , mendapatkan perlakuan itu Amel tersenyum dan merasa Satria sudah mulai meredam emosinya.


Beberapa saat Satria mengakhiri panggilannya dan beralih ke pinggang Amel dan memeluk erat tubuh istrinya.


" Kenapa marah-marah hemmm? Amel membelai lembut rahang kokoh Satria


" Biasa soal kerjaan, terima kasih yaa.. " Satria kembali mencium pucuk kepala Amel


" Untuk Apa abang terima kasih? Amel mencoba melerai pelukan Satria dan memandang wajah Satria


" Abang tau kamu meluk abang supaya abang tenang kan? Satria membelai lembut rambut Amel


" Muka handsome, menggemaskan tapi, kalau sudah marah kayak macan belum di kasih makan" ledek Amel dengan gelak tawa

__ADS_1


" Udah berani kamu ngatain suami kamu yang handsome kayak macan hemmmm? awas kamu yaa....??? Satria menjalankan aksinya mengklitiki Amel..


" Ampun... ampun.. ampun bang, please... stop!! Pekik Amel


" Makanya.. berani ngatain suami Macan.. " Satria memasang wajahnya dengan mode merajuk.


" Elehh ..elehhh,ternyata seorang Satria yang terkenal dingin dan juga kasar bisa merajuk.. manjanyaaaa...?? goda Amel mengelus pipi Satria dengan sayang.


" Abang... ada yang mau Amel sampaikan, sebelum kita melangkah lebih jauh dalam rumah tangga ini... aku harap kita saling jujur satu sama lain . " Amel memandang Intens wajah suaminya


" Apaan? ngomong aja.. " Satria mulai penasaran


" Sebaiknya abang bersih-bersih dulu kita ngobrol di dalam.. "Amel menarik Satria ke dalan kamar


Satria melangkah ke kamar mandi dan bebetapa saat kembali kekamar melihat Amel yang sudah diatas ranjang.


" Abang.. sini...!! Amel menepuk tempat di sampingnya


" Katanya mau ngomong,mau ngomong apa? Satria memandang Amel dengan seksama


" Abang... apa punya masa lalu yang belum abang ceritakan ke Amel, maksud Amel mantan pacarkah? Amel menggenggam tangan Suaminya

__ADS_1


"Bisa nggak , bahas masalah lain aja.. tentang itu kan udah jadi masa lalu" Amel tau kalau Satria menghidari obrolan tentang yang berkaitan dengan Zakia.


" Abang... abang pernah nggak berfikir mau nikah saat waktu abang kecil? Amel mulai mengalihkan pembicaraan


" Pernah saat abang akan masuk kuliah, abang bingung mau ambil kuliah jurusan apa, karena terus terang dari SMA memang abang sudah diajarkan bisnis sama papi" Satria menerawang jauh


" Kalau kamu pernah nggak berpikir menikah muda? Satria berbalik bertanya pada Amel


" Pernah waktu SMP, umurku 13th disaat itu. aku berfikir ingin menikah dengan seseorang yang aku lihat sebelum aku pingsang karena kecelakaan, saat itu aku lihat dia sempat menolongku dalam kecelakaan itu, walaupun akhirnya dia pingsan karena dia syok dan takut akan darah sejak kecil. "Amel memandang Wajah suaminya yang terlihat seperti berfikir.


" Lalu aku nggak tau proses apa saja yang aku lakukan selama sehabis mengalami kecelakaan itu, tapi... bibi bilang orang yang menabrak ku itu tak sengaja karena dia panik mencari temannya yang hilang dan saking banyaknya pikiran orang yang menabrak aku itu. nggak liat saat aku nyebrang dan terjadilah kecelakaan itu, kamu tau.. bibi bilang apa ke aku? Satria mendengar penuturan Amel dan menggeleng


" Orang yang mencelakai aku, mati-matian menyembuhkanku sampai mungkin banyak hartanya yang hilang karena membantuku sembuh, saat itu bibi bilang seandainya dia bertemu dengan ku.. dia pasti jatuh cinta pada ku.. " Satria mendengar penuturan Amel masih setia mendengarkan.


" Abang kenapa? Amel dengan lembut bertanya pada Satria yang tampak berpikir sesuatu


" Abang seperti mengalami kejadian yang hapir sama kayak kamu, waktu itu.. abang menabrak seorang gadis kecil dan abang nggak sengaja menatabrak nya karena kebodohan abang mencari Zakia.. abang liaylt banyak darah keluar dari kepalanya dengan sisa kesadaran abang bawa gadis kecil itu di tepi jalan tapi, karena abang takut darah abang pingsan." Satria mulai membenamkan wajahnya di tengkuk leher Amel memeluk tubuh istri kecilnya.


" Trus abang gimana ketemu dia? Amel mengusap lengan Satria yang memeluknya


" Abang sadar dari pingsan dan menanyakan sama mami soal gadis itu, tapi.. sayang dia udah pergi.. abang nggak tau dia dimana ,abang ngerasa salah sama gadis itu tapi,abang pernah berfikir untuk menikahinya suatu saat karena apa, dia tanggung jawab abang Mel.. maaf jika abang ungkap soal ini.. tapi, pasti gadis itu benci sama abang mel... karena abang sudah menabrak dia, namun karena dia abang sembuh dari fobia abang dengan darah, karena dia abang jadi dokter anastesi. " Satria mencium pucuk kepala Amel bertubi-tubi.

__ADS_1


Perlakuan Satria membuat senyuman Amel merekah dan membalas pelukan Satria.


Bersambung


__ADS_2