
Untuk para readers Author minta maaf ,karena banyak typo bertebaran yaa... hehehe.. 😅
Maklum lah keadaan di dalam mobil goyang-goyang, sambil nulis juga liat kanan kiri..dengan jalan yang turun naik dan jalanan sempit posisi diatas bus yang memang isinya emak-emak pada heboh buat si supir jangan ngebut-ngebut dan gw jadi kepecah otak gw sambil nulis sambil komentar omongan emak-emak.. hehehe
Itu hanya sekelumit pengalaman kalo ngater emak mertua ikut wisata religi..😀
Kalau banyak typo maaf yaaa...
Masih panjang soalnya perjalanan kita..
Balika ke cerita...
🔰
Waktu terus bergulir kehidupan terus saja berjalan,Abi telah merasakan penyesalan karena ditinggalkan oleh istrinya Amel an Abi mulai menata dirinya ntuk berubah lebih baik.
Sedang Amel pun demikian dia sudah mengikuti misi perdamaian di Lebanon selama Enam bulan dari sehabis keguguran dia selalu merasa bersalah karena tak mengetahui kehadirannya dalam rahimnya, bagaimanapun keadaaan rumah tangganya dengan Abi dia juga ingin memiliki seorang anak.
__ADS_1
Namun di balik itu semua pasti ada hikmahnya,mungkin jika dia masih mengadung akan merasa sangat bersalah karena sekarang dia di situasi yang tak mudah yaitu dalam hidup dan mati walaupun dia di garda pendukung para pejuang di jalur Gaza namun sewaktu-waktu nyawanya terancam karena kerasnya perang saudara itu, seranga demi serangan dilancarkan oleh pihak musuh kadang dirinya haris berpindah untuk menyelamatkan diri dan juga para pejuang lainnya dan juga warga sipil yang tetkena imbasnya. Jika dia sedang hamil pasti akan lebih membahayakan dirinya juga anaknya dan merepotkan banyak orang.
Seperti biasa pagi hari setelah membersihkan diri dan mereka kini berkumpul untuk bergantian sarapan Amel dan Lisa dengan cepat ingin menyelsaikan sarapan mereka.
" Kak Lisa gw sama Satria mau ke pasar di bagian barat karena hari ini kita bebas tugas jadi kita mau kesana buat beli keperluan kita lah" ucal Nyoman pada Lisa
" Lo berdua doang? " tanya Lisa dengan mengunyak makanannya
" Nggak juga sama komandan juga beberapa tentara lainnya yang bebas tugas hari ini" jawab Nyoman
" Bli.. Amel. bisa ikut nggak, mau ngasih kabar sama abang angkat ku juga sahabatku" ucap Amel dengan nada memohon.
" Serius oke aku ikut sebentar aku ambil tas ku dulu, kak Lisa mau ikut ngga? " kata Amel sambil memandang Lisa
" Boleh deh lo ikut jadi gw ikut gw benahin ini lo abil tas gw sama lo di kamar" ucap Lisa pada Amel lantas Amel mengangguk dan sedikit berlari ke kamarnya.
Setelah siap mereka ke barak prajurit dan terlihat satu mobil kesatua. siap berangkat
__ADS_1
" Bli.. lo nggak salah bawa mereka? " tanya Satria dengan muka tak suka
" Hehh.. Bang Sat.. apa masalahnya sih kalau kita ikut, lagian mobil juga bukan lo yang bawa" ucap Amel tak terima
" Nggak masalah lo ikut tapi, ingat jangan pernah nyusahin. " ancam Satria pada Amel
"Isssttt...orang satu nih buat kesel aja"gumam Amel dengan menghetakkan kakinya ke tanah karena geram dengan tingkah Satria yang selalu sinis padanya.
" Sudahlah sehari saja kalau kalian nggak ribut itu nggak bisa yah? "ucap Lisa melerai. perseteruan antara Amel dan Satria.
" Hahaha... sekarang saja berantem siapa tahu nanti jodoh kak Lisa " ledek Nyoman
" Nggak mau aku" ucap Amel dengan berkacak pinggang
" Siapa juga yang mau sama lo bini orang juga kan? " seloroh Satria dengan cepat berlalu naik ke atas mobil dan bergabung dengan para tentara.
Mendengar penuturan Satria menyinggung statusnya dia menjadi murung dan benar kata Satria status nya sekarang bagaimana dia berniat menanyakan pada Keenan.
__ADS_1
Bersambung