
Tak lama terdengar suara mobil terparkir di depan rumah itu, terlihat sosok laki laki dan perempuan yang turun dari mobil itu dari bangku penumpang.
" Assalamualaikum " salam terdengar dari arah pintu utama
" Wa'alaikumsalam" terdengar jawaban dari dalam rumah.
" Abi...gimana keadaan mu nak? tanya Bunda Mirna menghampiri sang putra yang sedikit kesusahan berjalan
" Aku baik bun, bunda nggak perlu khawatir..aku juga salah jalan nggak liat-liat sekitar hanya fokus sama hp." ucap Abi
" Bro.. sorry kita nggak ke klinik buat jemput lo" kata Satria mebantu Abi untuk duduk di Sofa.
" Mas yakin nggak kenapa-napa? tanya Amel berjalan menghampiri Abi
" Aku okey, kalau nggak percaya.. kamu sama suami kamu bisa cek.. kan kalian dokter" ucap Abi berusaha untuk meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.
Jaka yang dari tadi terdiam dia mulai paham sekarang, Abi yang dia serempet adalah mantan suami Amel. kenapa dari tadi nggak ngeh yaa..?
Nggak tau otak si Jaka ke tutup sama Farah mingkin?
" Tuan maafkan saya, karena saya anda harus merasakan sakit" kini Jaka meminta maaf dengan tulus pada Abi
" Nggak masalah, aku juga salah.. jalan sambil main ponsel ,jadi gini deh.. " jawab Abi dengan santainya
" Kak Zira... bisa minta tolong kan, kakak awasi mas Abi untuk beberapa hari kedepan? ucap Amel membuat Zi kaget dengan permintaan Amel.
" Tapi...
" Iya nak bunda sama walid kan mau ke Singapura sama mertua Amel ada sih ART di rumah tapi.. bunda nggak bisa gitu aja percaya.." sela bunda Mirna
Bunda Mirna tahu jika Amel sengaja memilih Zi untuk jaga Abi karena tahu, kedua orang yang belum menyadari mereka saling tertarik.
" Trus kerjaan saya bagaimana? " tanya Zira bingung dengan permintaan Amel dan Bunda Mirna
" Biar Thomas yang handle, buat follow up scedule biar Amel yang melakukannya, kan selama ini kamu selalu copy paste scedule saya kan sama istri saya" sindir Satria
Satria tahu jika Zira yang setiap saat update scedule Satria pada Amel, sebenernya nggak masalah malah Satria lebih tenang jika sang istri tahu tentang pekerjaannya...namun kadang Amel selalu cerewet tentang kesehatan suaminya karena Amel sudah tahu kebiasaan Satria yang suka menunda makannya demi kerjaan yang belum selesai
" Abang nggak mau aku tau scedule abang, ngrasa terkekang? tanya Amel dengan sinis
" Bukan gitu sayaanggg... aku suka,cuma kadang kamu itu terlalu mikirin diri orang lain dari pada diri sediri.. aku suka kamu ingeyint aku makan kadang kirimin makanan ke kantor... owwwhhh... thank's you... muach.. " Satria yang keceplosan ngomong kalang kabut kalau istrinya udah manyun alias ngambek.
__ADS_1
" Kayaknya ada yang takut nggak di kasih jatah.. " sindir Ken
"Bacott...!! pekik Satria sambil melempar tisu bekas di tangannya.
" Buat urusan kantor biar gw yang handle Bi.. lo fokus sama kesembuhan lo.. lusa juga udah balik ke jakarta lagi.. " ucap Ken dengan senyuman meledek
" Astaga kalian ini...!! terserahlah..!! Abi pasrah dengan apa yang mereka rencanakan.
Abi tahu akal bulus Amel cs tapi, tak ada salahnya kan... buat menyelami makin dalam? Zira anak yang baik, kalau perkara move on Abi sudah move on dan sedang berusahan membuka hati untuk cinta yang lain.
Setelah pembicaraan malam itu,semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana.
Zira merawat Abi dibantu oleh ART rumah keluarga Ziyad dan Amel yang ikut kekantor menjadi sekretaris dadakan sang suami dan di bantu Thomas dan Ken yang menghandle kerjaan yang menumpuk di perusahaan Royal Corp ,walau dia masih pengantin baru dia juga tak bisa tutup mata dengan kebahagiaan sahabatnya.
Abi berhak menemukan orang yang tepat untuk mendampinginya, semua orang mendukung rencana Amel yang menurut mereka baik untuk Abi, walaupun Abi dan Amel adalah mantan pasangan mereka bisa mengubah kesakitan di masa lalu menjadi kebahagiaan dengan cara saling mendukung.
📞Sekolah Hanna
Ada apa tumben sekolah Hanna telpon atau jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi sama Hanna
" Hallo Selamat siang.. "
" Siang, dengan nyonya Armel Aisya..
" Maaf buu.. kami dari asrama sekolah mengabarkan jika Hanna kecelakaan saat kerja bakti di sekolah dan harus di rawat di RS.
" Hahhh...Astagfirullah sekarang dimana Hanna dirawat
" Central Hospital masih di ruang IGD
" Baiklah.. kami akan segera kesana.
Panggilan terputus begitu saja dan Amel lantas melangkah ke ruang kerja suaminya
" Abang.. " panggil Amel mendekati sang suami yang sedang sibuk dengan berkasnya
" Ada apa sayang, kenapa kamu nangis... kamu sakit? tanya Satria melihat sang istri yang sedang panik
" Nggak, aku baik-baik saja cuma Hanna.. dia mengalami keceakaan saat kerja bakti di sekolah " ucap Amel dengan nada khawatir.
" Kamu tenang dulu.. abang yakin Hanna akan baik-baik saja ... kita kesana..yaa?
__ADS_1
" Tapi, kerjaan kamu gimana? tanya Amel
" Nggak masalah,nanti Thomas handle. " ucap Satria enteng
" Bener nanti kak Thom yang handle sekarang Amel tenang.. pergilah sama Satria." ucap Thonas akhirnya.
Amel dan Satria meninggalkan Hikaru Company dan menuju Central Hospital.
Amel menghubungi Abi walaupun sekarang Abi sedang masa pemulihan dia harus tau.
" Hallo mas Abi... Assalamualaikum "
" Wa'alaikumsalam Amel
" Kak Zi... maaf mas Abi nya ada?
" Ada lagi ke kamar mandi, ada apa Mel ?
" Emmm... gini deh, tolong kakak bilngin Mas Abi kalau Hanna kecelakaan.. tapi, mas Abi nggak usah khawatir ada aku sama Satria yang. ke Rumah Sakit Central Hospital jadi, mas abi doakan Hanna dari rumah..
" Nanti kakak sampaikan ya Mel
" Iya.. makasih kak, Assalamualaikum
" Wa'alaikumsalam
Panggilan pun ditutup oleh Amel, dan dalam pikiran Amel banyak sekali pertanyaan yang tersirat di otak nya.
" Sejauh apa hibungan mereka yahh? tapi, itu sudah bukan urusanku.. " batin Amel
" Sayang... kenapa? kamu telpon Abi? tanya Satria melirik sang istri yng sepertinya sedang berpikir sesuatu
" Iya.. aku kabarin mas Abi, walaupun gimana pun Hanna saudara angkat kami, dia anak asuh aku sama mas Abi." jelas Amel
" Iya abang ngerti.. trus kenapa tiba-tiba kamu kayak mikirin sesuatu gitu, abis telpon Abi..dia nggak ngomong macem-macemkan yang.. maksud abang.. dia nggak ngomong yang nyakitin hati kamu? " tanya Satria
" Nggak... malah yang angkat telpon Mas Abi kak Zira,katanya mas Abi lagi di kamar mandi tadi.. " jawab Amel dengan senyuman penuh arti
" Jangan pikirin yang aneh-aneh kamu sayang.. " ucap Satria tau betul isi otak istrinya
" Emang aku mikir apa? aku seneng aja kalau mas Abi coba buka hati abang... " Ungkap Amel dengan menyandarkan tubuhnya pada jok nya.
__ADS_1
Mereka menuju Central Hospital ,namun Satria sudaj menyuruh Nyoman untuk mengurus semua nya di RS supaya lebih mudah.
Bersambung