
Para Readers yang baik budi dan slalu santun dalam berkomentar....wahhh... bentar lagi kita akan sampai. ujung dari cerita ini,
*pasti ada yang Nanya kenapa kok ceritanya condong ke Amel bukan Abi...??
Sebenernya Untuk cerita Abi akan aku buatin cerita tapi, tunggu momment pas dan proses dulu.
*Terus kenapa di sinopsis Abi dan Amel yang bahas kok melenceng dari cerita..??
Sinetron aja banyak yang begitu, sinopsisnya apa? yang di bahas apa? tapi.. mereka selalu berkaitan kok.
Untuk Cerita Abi memang di cerita ini plotnya lebih sedikit di banding cerita Amel, karena memang cerita Abi akan saya buat kan cerita lain.
*Kan Judulnya "Istri Paksa Rela" ?
Istri paksa rela adalah bagi saya Kisah seorang wanita bernama Armel Aisya yang di paksa menjadi seorang istri yang akhirnya di sia-siakan walaupun ada sedikit kisah manis dalam dia menjalani pernikahan Paksa itu.
Dan karena kekecewaan dia pada sang suami, walaupun dia tahu dia tak lepas dari rasa salah juga, dia berani memutuskan untuk suaminya meraih kebahagiaan dia sendiri, walaupun dia sadar dia itu egois, dan pada akhirnya dia menemukan orang yang rela menerima dia dari hal terburuknya sekalipun,kesalahan pernikahan pertamanya adalah dari segi "Komunikasi "
Tapi, semua orang bisa berpendapat apapun, namanya aja kisah fiktif jadi nikmati aja alurnya.. santuy... 😀😀
Kembali ke Cerita yaaa...
" Ada apa sebenarnya dengan kalian? "
Pertanyaan itu yang berkecamuk dalam hati Amel sekarang, ada rahasia apa lagi sebenarnya?? Haruskah Amel mulai menguatkan hati untuk kecewa?
Sampai di kamar Hanna, masih ada Abi juga Zira.
" Kak Zi sama mas Abi bisa pulang istirahat.. besok kalian bisa kesini lagi"
Amel mendekat pada Hanna yang sedang tertidur pulas.
" Oke mas pulang sama Zi, kalau ada apa-apa kabarin mas.. "
Abi menyetujui usul Amel untuk pulang karena memang banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan
.
.
.
" Zi.. mas antar kamu yaa..? ada yang mas mau bicarakan sama kamu"
" Iya... "
__ADS_1
Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil Abi dan melaju dengan kecepatan sedang.
" Zi.. aku mau nanya, kamu jangan marah yaa?
" Tanya aja mas, apa yang mau di tanyain?
" Kamu dalam dekat ini ingin menikah tidak?
" Hahhh... aku sih, seketemunya jodoh mas..kalau untuk pacaran kayaknya nggak lah, kalau udah saling cocok dan satu tujuan kenapa harus lama-lama."
Abi menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" Loh.. kok berenti mas, kenapa?
" Zi.. maaf mungkin aku bukan laki-laki baik, dan juga bukan laki-laki romantis.. aku nggak bisa menahan perasaan aku selama beberapa bulan ini, aku nggak mau menyia nyiakan waktu, karena umur aku sudah banyak.. dan aku sadar kalau aku menginginkan kamu menjadi istri dan ibu dari anak-anak aku."
" Hahhh... apa mas serius? aku cuma anak yatim piatu, trus adikku juga masih butuh aku.. "
" Zi.. kamu tau kamu bukan yang pertama bagiku ada Amel yang dulu pernah aku kecewakan, namun sekarang dia sudah bahagia dengan keluarga barunya, dan itu membuat aku bahagia juga, dia dan kamu adalah wanita yang berbeda, tentang masa lalu ku kamu pasti sudah tau.. aku ingin kamu menjadi pendamping terakhirku menjalani sisa hidup bersama ,bagaimana Zira?
" Aku... belum bisa jawab sekarang mas, lebih baik kita sholat istiharoh untuk memantapkan hati dan aku janji apapun keputusan ku adalah baik buat kita.
" Baik lah aku akan tunggu kamu..
Sementara di Rumah Sakit ,Amel terlihat diam karena merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya.
" Seharusnya aku yang tanya sama kamu, kamu kenapa...? ada rahasia apa lagi kamu sama Zakia? kamu tau kan, bagaimana kisah masa lalu aku dengan sebua kenyataan yang aku lalui dari pernikahan yang sangat buruk itu salah satunya pemicunya itu komunikasi, dan kejujuran dan sekarang kamu akan melakukan hal sama seperti..
" No no no.. sayang bukan itu maksudnya, aku...
" Aku apa, ada apa kamu sama Kia... apa masih ada yang belum selesai antara kalian?
Amel menatap Satria begitu tajam menusuk, dan membuat Satria menelan kasar silvanya.
" Kamu tetap mau main rahasia-rahasiaan sama aku bang, baik lah kalo itu yang kamu mau.. "
" Sayang ..dengerin aku, kita bicara aku akan cerita tapi.. tidak disini,aku akan telpon Nyoman sama Lisa dulu supaya bisa jaga Hanna. "
Satria dengan cepat meraih ponselnya dan menghubungi Nyoman, dan memminta tolong padanya supaya menjaga Hanna.
Setelah Nyoman dan Lisa datang, Amel dan Satria pergi ke Caffe dekat dengan Rumah Sakit.
" Kamu mau minum atau makan sayang?
Satria berusaha tenang dan tetap berusaha selembut mungkin berbicara pada Amel.
__ADS_1
" Aku minum aja, Vanilla latte aja sama kentang goreng, sama roti bakar pake kejunya yang banyak, trus rotinya di bakarnya jangan terlalu gosong, sama pisang bakar Chocochip, trus salad buahnya juga udah itu aja.
" Heemmm katanya minum aja tapi..buntutnya banyak.. Haissstt... sabar-sabar"
Satria mendengar Amel memesan beberapa makanan hanya tersenyum samar Satria tahu jika istrinya sedang mode merajuk.
" Udah itu aja..? Ice cream nya nggak?
Pancing Satria dengan melirik sang pelayan yang sedang senyum senyum.
" Iya aku lupa, Ice cream nya satu yang rasa Coklat ya mba.. udah itu aja."
" Ada yang lain kak?
" Kopi hitam satu ya mba.., udah gitu aja...
" Oke ditunggu ya kak.. kami siapkan dulu. "
Setelah Pelayan itu pergi, wajah Amel dengan sendirinya berubah lagi begitu sinis melihat Satria.
" Cepat katakan apa hubungan kamu sama Kia?
mau ada cerita CLBK?
" CLBK.. (Ciluk Bak) maksudnya? Kamu tuh negatif tinking sayanggg..,nggak baik loh curiga mulu sama suami, jangan ikutin Mommy ya nak.. cemburuan oarangnya.. "
Ucap Satria dengan mengelus elus perut buncit Amel.
" Aku nggak cemburu bang, cuma waspada.. beda kan, cemburu sama waspada..!!
Elak Amel dengan tegas .
" Oke ,gini.. sebelum nya abang minta kamu tenang yaa..? ingat kandungan kamu"
" Iya aku tau,sekarang cepet beri tau aku ada apa kamu sama Kia.. dari tadi bebibet banget sih?
" Kamu pernah perhatiin nggak, kalau ada kemiripan Hanna dan Kia?
" Maksudnya, Kia ada hubungannya tentang masa lalu dari orang tua Hanna?
Satria mengangguk dengan cepat, dan memegang tangan sang istri dan mengecupnya.
" Iya, dan Kia melihat punya kemiripan dengan Hanna, dan aku bilang kalau dia jangan pernah mencari tahu apapun tentang Hanna ,dan aku takut kamu dan juga Hanna akan terguncang apalagi kamu sekarang sedang mengandung,sebenarnya aku dan Abi sudah merasakannya tapi, kata Abi dia sama kamu sudah menelusuri asal usul Hanna namun belum ada petunjuk. ".
Amel mendengar penuturan Satria hanya bisa diam,dan mencoba tenang.
__ADS_1
Bersambung...