Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Keguguran.


__ADS_3

Sementara di tempat nan jauh Amel dengan langkah cepat ke barak pengobatan memeriksa beberapa tentara yang terkena serangan lawan dan bukan hanya tentara Indonesia saja yang dia tangani banyak juga warga sipil.


Amel mulai terbiasa mengikuti semua yang dilakukan di sana,dan dengan tekad yang kuat untuk menyesuaikan diri di bantu oleh Lisa juga team nya, namun memang kadang dia selalu bersitegang dengan Satria.


Walaupun kaya Tom dan Jerry tetap saja Amel merasa Satria juga orang baik walaupun sering membuatnya jengkel. Namun disisi lain kadang buat dia tertawa karena tingkah konyol Satria.


Namun dua bulan terakhir Amel merasa kesehatannya mulai terganggu, dia cepat sekali kelelahan dan merasa pusing. Namun sebisa mungkin dia berusaha membereskan pekerjaan nya,karena banyak yang membutuhkan bantuannya.


Saat Amel mengambil obat di gudang obat kepalanya terasa pusing.


" Ya Allah.. kenapa sama badan aku yah,dua bulan ini aku rasanya cepet lelah dan pusing " gumam Amel memegangi kepalanya.


" Amel kamu kenapa? tanya Lisa menyentuh bahu Amel.


" Kak... entahlah, aku pusing banget kak dan kak... it... itu darah apa? " tanya Amel panik melihat darah yang sudah mengalir di bawahnya


" Astagfirullah Amel, kamu kenapa? Nyoman, Satria... tolong... tolongggg...!! " teriak Lisa panik melihat keadaan Amel


" Sakit kak... sakittttt...." rintih Amel meremas perutnya yang terasa sangat sakit.


" Bertahan Mel... Satriaaaa... Nyoman... tolongggg !!" Lisa berusaha meminta tolong, dia ingin keluar namun takut Amel kenapa-kenapa.

__ADS_1


Brakkk...


" Kak Lisa.. Astaghfirullah.. kenapa Bocil. !!pekik Satria panik melihat darah yang mengalir


" Cepat ambil brangkar Sat...


" Nggak perlu, biar aku yang angkat Bocil...!!


Cill... lo denger gw kan? please usahakan lo tetep sadar, jangan bikin gw khawatir...!! teriak Satria dengan tak sadar dia mengecup kening Amel.


Satria dengan berlari membawa tubuh Amel ke dalam barak pengobatan, dan dengan cepat dia memberikan pertolongan pertama dan di bantu Lisa yang memang dokter kandungan melihat ketidak beresan pada Amel.


" Sat... " Lisa memanggil Satria


" Gw periksa dulu..." ucap Lisa dan mulai memeriksa Amel dengan teliti dari detak jantung, sudah melemah..


" Kak Li.. lisa,sakit kak... aaaaahhh"


" Bocil kapan lo terakhir datang bulan? ucap Satria spontan dan mendapat tatapan tajam dari kedua wanita di depannya


" Kak, sela..matkan dia kak... cuma dia ya..yang ak.. ku puny..a.. " ucapa Amel terbata-bata dan alhirnya dia tak sadarkan diri.

__ADS_1


dan kedua orang di hadapan Amel saling pandang.


Mereka akhirnya melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Amel namun berdasarkan pemeriksaan Lisa ,Amel mengalami keguguran.


" Mel... maafin kakak, cuma bisa bilang.. dia sudah tidak ada dan yang bisa kita lakukan, kita harus melakukan kuret.. tenang kamu masih bisa hamil, maafin kakak nggak bisa selamatkan dia mel" ucap Lisa dengan suara lirih dada yang bergemuruh.


" Kita harus segera bertindak kak.. " ucap Satria dan mempersiapkan alat untuk operasi dan memasang alat yang di perlukan selama menangani Amel.


Kedua dokter itu menangani Amel untuk melakukan kuret pada Amel sedang di luar sudah heboh dengan Amel yang ternyata keguguran.Semua ikut khawatir dengan keadaan Amel, Nyoman masih di depan barak dengan beberapa orang tentara untuk berjaga.


Kurang lebih setengah jam Amel telah selesai menjalankan kuret. Karena memang itu yang harus Dokter lakukan karena terjadi pendarahan yang hebat dan akan membahayakan sang ibu juga jika tak segera mengambil tindakan.


Satria menghembuskan nafasnya dengan kasar , memandang wajah polos Amel. yang tertidur di brankar.


" Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu,coba waktu bisa di putar..,huft... sudahlah..!! gumam Satria yang masih memandang wajah Amel.


" Sat, kenapa lo?? tenanglah.. semoga aja dia bisa terima kenyataan Sat, dan gw minta lo jangan terlalu galak juga sama dia.. oh iya darahnya...


" Biar aku kubur kak... " ucap Satria memotong omongan Lisa dan dengan cepat lisa mengangguk dengan cepat.


Satria membawa gumpalan darah yang masih segar dan dengan mengambil kaos putih polos milik nya, menggali tanah dengan dalam dan meletakkan kain itu di tanah yang berlubang karena ia gali dan meletakkan gumpalan darah itu diatas kalin dan menimbunnya dengan tanah.

__ADS_1


" Semoga ibumu kuat menjalani hidup nya kedepan" gumam Satria lirih.


Dan segera dia beranjak dari tempat itu dan kembali ke barak


__ADS_2