Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#159


__ADS_3

Hari ini Danang sengaja ke Jakarta dan bertemu keluarga Hikaru.


Mereka sekarang berkumpul di kediaman HIKARU dan Danang juga sudah duduk dengan tenang disana.


" Gimana Nang, apa yang kamu dapet? tanya Papi Rezvan dengan to the point


"Hehhh... tenggorokan gw aja masih kering, lo udah tancap gas aja, orang mah di kasih istirahat dulu, ngrasain kamar tidur pake Ac ..bokong gw baru nempel di sofa, lo udah nyerocos "Danang bener-bener kesel sama tingka sahabatnya yang dari dulu nggak pernah berubah


" Tenang bentar lagi lo istirahat.. kalau udah ngasih informasi orang itu" timpal papi Rezvan dengan santai


" Lo nggak ada berubah nya, lo kan punya banyak duit.. sewa detektif handal buat selidiki masalah ini, ngapa gw yang di kejar-kejar setiap hari buat ngasih info.. " protes Danang juga


" Sudah-sudah.. dari tadi kalian asyik berdebat, kalian. nggak liat mata semua orang liatin kalian kaya nonton opera, tuh.. si utun aja sampe sekarang pengen rambutan kamu belum turutin, ini masalah yang bakal terbongkar juga nantinya kamu sibuk mencari sendiri, habis ini.. kalian berdua cari rambutan rapiah.. nggak mau yang gimbal yaa.. " canda Mami Fitri memberikan secangkir kopi buat Danang dan dengan cepat Rezvan merebut cangkir yang ada di tangan Danang.


" Anjir... kebiasaan lo, coba kalau Gandi.. nggak bakal berani kan lo, rebut begitu cangkir kopi... " ucap Danang terpaksa merelakan cangkir kopi nya seerti biasa.


" Kamu.. Yaa pi, udah tua malu tuh di lihat Mas Ziyad sama mba Mirna, ada Abi, Keenan, Zira, Thomas.. " protes mami Fitri melihat posesif nya sang suami.


" Jadi kita tau mi, posesif nya Satria turunan dari siapa? ledek Amel sambil menikmati snack di tangannya.


" Oke... begini, berhubung orang kaya Rezvan udah ngasih mandat ke saya, ini info lengkap yang di dapat oleh penjaga makam, dan ternyata yang mengunjungi makam Gandi yaitu pak Agung Wirawan dan juga ibu Dewi Wirawan yang tak lain Orang tua Gandi Wirawan ayah Armel Aisya. " jelas Danang dan memberikan bukti foto yang di berikan pihak penjaga makam.


" Mereka, mau apa setelah puluhan tahun membuang anaknya dan sampai dia tak bernyawa, kenapa sekarang mereka sibuk bolak balik makam ayah sama ibu" Kini Amel tak dapat menyembunyikan kemarahannya


" Sayanggg.. tenang, kita belum tahu alasan mereka sering mengunjungi makam ayah juga ibu" ujar Satria berusaha menenangkan sang istri


" Apapun alasannya abang, Amel nggak mau mereka mengusik hidup ku juga makam ayah juga ibu" Amel khawatir jika suatu saat keluarga sang ayah bertemu dengannya


" Kan ada abang, ada mami, papi,Bapak, mak Siti, ada walid juga bunda belum lagi ada Abi dan semuanya itu akan melindungi kamu, bagaimana pun caranya... kamu tenang tarik nafas dalam dalam trus hembuskan pelan, jangan sampe kamu stress mikirin apa yang seharusnya kamu nggak pikirin, jangan sampe kamu overthinking dan itu buat kamu terpuruk " Jelas Satria memeluk tubuh Amel dan menciumi pucuk kepala istrinya dengan lembut


" Mel, walaupun kamu bukan istriku lagi atau bagian dari keluarga Ziyad ..tapi, kamu sudah kami anggap keluarga, jadi.. jangan sampai kamu merasa sendiri yaaa.. " kini Abi menimpali omongan Satria membuat semua orang mengarahkan pandangannya pada Abi.


" Mel... lo kuat, gw liat selama ini perjuangan lo..kamu pernah terpuruk dan kamu juga bisa bangkit lagi,dan tunjukkan kamu lebih kuat" Farah yang berada disana terlihat sangat tahu apa yang sekarang Amel takutkan.

__ADS_1


.


" Trus gimana sekarang tentang masalah ini? tanya Keenan khawatir juga dengan keadaan Amel.


" Kita bisa temui mereka, dan Mel.. bapak mau menyampaikan sesuatu yang sangat penting, kamu pasti mengkhawatirkan pemindahan makam ayah kamu kan? tanya Danang menebak isi pikiran Amel.


"Iya pak.. trus bagaimana info lengkap nya ada lagi? tanya Amel penasaran


" Pak Agun sempat menanyakan ahli waris Gandi dan pak Maman bilang ahli waris ada di Jakarta dan pak Agung menyampaikan maksudnya untuk memindahkan makam ayah kamu supaya dekat dengan kediaman Wirawan "jelas Pak Danang dengan hati-hati


" Trus pak.. kata pak Maman apa? tanya Amel lagi.


" Pak Maman menolak karena memang pak Maman tak ada kewajiban untuk menuruti keinginannya walaupun mereka bilang orang tua almarhum dan pak Maman menyerahkan hak pada ahli waris yaitu kamu. " ucap Pak Danang lagi.


" Seenak nya saja mereka mau bongkar makam ayah, selama hidupnya ayah berkerja keras dan banyak sekali yang ayah juga ibu hadapi, mereka kemana dari dulu.. " Amel sangat kecewa dengan keluarga sang Ayah.


" Kita harus cepat memberikan peringatan pada Mereka pi.." ucap Satria mulai menanggapi


" Heeemmmm... tapi, kamu siap nak buat memberikan yang terbaik buat mendiang kedua orangtua kamu, mereka adalah keluarga kandung ayah kamu, apa kamu nggak masalah dengan adanya peristiwa ini kamu tentu tak terima kan,mereka akan berhadapan dengan kamu ahli warisnya ? tanya Papi Rezvan dengan pandangan serius.


Semua orang yang ada disana berusaha menguatkan Amel, sedari kecil dia sudah sering di timpa cobaan dan harus selalu kuat menghadapi kerasnya hidup sendirian.


.


.


Sesuai kemauan Amel, ingin segera menuntaskan masalah keluarganya dan di bantu Satria yang menyuruh orang nya mencari alamat keluarga Wirawan, bukan hal yang sulit bagi Keluarga Hikaru mendapat informasi dengan kekuatan nama besarnya mereka akan lebih mudah dapat apa yang mereka inginkan.


Sekarang mereka ada di halaman rumah megah keluarga Wirawan.


" Ternyata ayah keturunan orang berada, ayah mengorbankan segala kemewahan demi kebebasan.. " batin Amel melihat bangunan yang ada di depannya, walaupun tak semegah milik keluarga suaminya.


Amel dengan langkah mantap mengekori sang mertua dan juga Pak Danang, sementara dirinya sendiri di dekap begitu erat oleh Satria.

__ADS_1


" Permisi.. pak, pak Agung Wirawan nya ada? tanya Danang dengan rama


" Tuan besar ada, maaf.. ada perlu apa yah..soalnya beliau sedang istirahat dengan nyonya " ucap orang tersebut melihat semua orang yang datang kerumah itu.


" Kami ada hal penting, tolong kasih tahu Tuan besar kalau Danang, dan Rezvan datang.. " ucap papi Rezvan dengan nada datar.


Mendengar penuturan Rezvan dan tatapan nya yang terlihat serius, pekerja itu langsung masuk kedalam dan tidak membutuhkan waktu lama, datang lah pekerja itu dengan Nyonya Dewi.


" Siang tante.. saya Fitri apa tante Dewi masih ingat kami, saya Dewi, Rezvan juga Danang sahabat mas Gandi? " mami Fitri terlihat tenang namun ada rasa kesal dengan penampakan wajah wanita sepuh itu.


" Kalian semua ngapain kesini, anakku sudah tiada.. apa kalain senang sudah berhasil memprovokasi anak ku buat pergi dari rumahnya, dan sekarang kalian kesini mau ngapain, mau mengejek kami karena telah kehilangan anak yang kami sayang selama-lamanya? ucapan nyonya Dewi membuat Amel geram, bukannya menyambut tamu dengan ramah malah sebaliknya.


" Kami sangat sedih dengan kepergian seorang laki-laki baik dan juga penyayang, tapi.. saya sangkan kenapa ayah saya punya orang tua yang tak tau bersyukur dan taka ngerti akan menghormati orang lain, mungkin ayah saya malu mempunyai orang tua yang serakah. hanya mementingkan kebahagiaan kalian sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan putranya. " ucap Amel dengan nada ketus mengingat sosok ayah baginya.


" Kamu lancang anak muda.., kamu nggak sopan !! terdengar bentakan dari arah dalam rumah besar itu.


" Om...


" Pi.., mi, pak.. biar ini urusan Amel,aku mohon " ucap Amel lirih dan penuh gejolak dalam batinya


" Sayang are you okey? " tanya Satria dengan lembut


" I'm oke hubby, aku akan buat mereka sadar " ucap Amel dengan nada lirih.


" Apa rumah orang kaya nggak punya tempat duduk,atau setidaknya disedia in tiker deh, pegel juga berdiri mulu" sindir Amel melirik kedua orang tua yang berdiri di ambang pintu yang botabanenya kakek dan nenek Amel sendiri.


" Silahkan masuk" ucap Tuan Agung Wirawan dengan suara tegasnya.


Mereka akhirnya duduk di ruang tamu dan Amel mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan terlihat Foto besar seorang pria yang gagah terpasang indah di tembok ruang tamu, sekilas bibir Amel tersenyum melihat foto sng ayah.


Bersambung.


📕 Buat para readers yang nanya kenapa kehidupan Abi nggak di ceritakan?

__ADS_1


Jawabannya setelah masalahnya ini kelar kita akan bahas Mas Abi yang sudah curi-curi pandang dengan Zira sekretaris Satria..


__ADS_2