Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Mendaki Gunung Lewati Lembah


__ADS_3

Setelah huru hara di tempat stand makanan


Amel dan juga Zira melangkah menuju meja milik Satria dan di sana ada Thomas dan Satria sedang berbincang dengan Abi juga Keenan


" Bang.. ini salad nya.. mas Abi,bang Ke mau, aku bawa dua nih.. " Amel menyerahkan mangkuk yang ada di tangannya.


" Nggak usah Mel buat kalian aja" ucap Abi berusaha untuk bersikap biasa


" Oh iya.. ini kak Zira sekretaris bang Satria dan kak Zira ini tuan Abi juga tuan Keenan, jadi kalau berhubungan dengan Hikaru Company bisa komunikasi kan dengan Kak Zira kalau Bang Tom sudah terlalu sibuk soalnya" Amel Sengaja memperkanalkan Zira pada Abi dan Keenan langsung, karena Amel sempat menangkap sesuatu yang Berbeda dari Zira.


" Kenapa kamu tiba-tiba kenalin Kak Zira ke Abi juga Ken? bisik Satria


" Nanti diruamah aku jelasin.. okey? jawab Amel dengan senyuman misteriusnya


Keenan dan Thomas menangkap sinyal tak biasa dari sikap Amel, dan melirik Abi dan Zira yang sepertinya saling curi pandang.


" Ada Udang di balik bakwan ya..lo ??bisik Keenan yang ada di samping kanannya.

__ADS_1


" Abang harus dukung aku" jawab Amel sambil mengacungkan jempol di bawah meja.


Sampai akhir acara Amel dan Zira selalu berdua dan Amel berusaha menahan senyumnya saat Zira kepergok olehnya mencuri pandang pada Abi.


Jam dua belas malam Amel dan juga Satria sampai di mansion dan segera menuju kamarnya. Membersihkan diri karena memang sangatlah lelah untuk kegiatan hari ini.


Amel dan Satria sudah siap buat tidur karena kantuk menyerang mereka.


" Cil.. udah tidur yaa?? Satria membelai rambut panjang istrinya.


" Cil.. maksud kamu ngenalin Abi sama Zira ngapain? Satria sangat penasaran dengan tingkah Amel


" Bang, maaf.. bukan aku masih peduli sama Mas Abi atau ada perasaan cinta sama dia cuma, aku pikir mas Abi butuh wanita seperti Kal Zira.. umur mereka juga nggak jauh beda kan Kak Zira 35th mas Abi 40th dan walaupun aku baru kenal kak Zira aku yakin dia baik dari pada Tasya si lelembut itu" Ungkapan Amel membuat Satria memandang wajah Amel dengan intens


" Kamu keberatan ya Bang, aku cuma kenalin mereka kok.. perkara mereka mau gimana terserah mereka.. dan aku mau bang Ken juga berperan dalam masalah ini " Amel dengan sedikit tak enak hati mengungkap keinginannya.


" Kamu tahu nggak, kalau kita memberikan jalan seseorang untuk beribadah itu kita dapat pahala juga, apalagi ibadah nikah, itu sama saja kamu membatu suatu kaum yang mau menunaikan sunnah rosul. " Satria menggenggam tangan Amel erat dan mengecupnya

__ADS_1


" Jadi, abang nggak marah soal kak Zira sama mas Abi? tanya Amel dengan antusias.


" Kenapa harus marah, tapi.. ingat semua yang kamu rencanakan kamu harus bilangnke aku " Satria mengingatkan


" Siap... boss..!! jawab singkat Amel


" Sekarang tugas kamu..buatin stock buat tiga hari ke depan, si otong kangen.. sayang.. " Satria berbisik dengan suara serak khas orang menahan bira*i nya.


" Mesummm....!! pekik Amel dengan cepat Satria melancarkan aksinya Meminta stock si Otong yang suka berenang di dalam kolam kerinduan si lobang surgawi Amel


Amel tak pernah bisa menolak rayuan Satria yang membuat dia mabuk kepayang, dengan sentuhan Satria yang membuat dia melayang ke nirwana merasakan Indahnya mengarungi samudra kenikmat*n dan Satria selalu bersemangat menjelajah seluruh yang di miliki Amel dari mendaki bukit memabukkan, menelusuri lembah kegelapan terdalam dengan segala hasrat cinta yan menggelora.


Satria tak henti-hentinya menikmati indahnya lekuk tubuh sang istri yang membuatnya ingin lagi-lagi dan lagi,suara merdu Amel dengan jeritan manja nya membuat dia semakin bernaf*u menikmati segala keindahnya .


Jam tiga pagi Satria baru melepaskan Amel dalam kungkungannya, Satria memang sangat memuja sang istri yang selalu bisa melayaninya dan memanjakannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2