
Buat para readers tersayang yang baik budi..
Banyak yang bilang visualnya nggak banget thor??
Oke aku penuhi yang ada di otak gw dan kalaupun seandainya kurang puas pun silahkan bayangkan tentang mereka menurut Visual pribadi masing-masing...
Sebenarnya ini Visual othor mau pake buat cerita berikutnya... yang akan othor up Akhir atau awal bulan..
Yang ada di otak ku itu mereka, kalau menurut kalian nggak juga terserah bisa kalian bayangkan dengan imajinasi visual kalian masing-masing.
Kembali ke Cerita...
👇
Sesuai dengan rencana semalam Abi kembali ke Indonesia lebih dulu dan Amel tak berani untuk bicara lagi dengan keputusan sang suami.
Amel mengantarkan Abi ke bandara sendiri sebelum dia ke Rumah Sakit.
" Mas... hati-hati, nanti sampe sana kabarin Amel yaa.. " ucap Amel dengan pandangan matanya ke arah sang suami yang kembali bersikap dingin.
__ADS_1
" Hemmm..., saya harus segera stanby di pesawat.. sudah waktunya terbang " ucap Abi dengan menyebut dirinya saya seperti waktu awal mereka bertemu.
" Mas... mas Abi marah sama Amel? " tanya Amel tertunduk lesu
" Nggak.. saya berangkat " ucao Abi melangkah memasuki ruang tunggu bandara
" Mas Abi..!! " seru Amel memanggil suaminya
Namun yang di panggil sama sekali tak menggubrisnya.
" Dia marah.. tapi, tujuan aku baik kok mas.. aku nggak mau pekerjaan kamu kacau gara-gara menungguku disini" ucap Amel dalam hati
Setelah tubuh kekar menawan milik suaminya tak terlihat lagi Amel melangkah keluar bandara dan memesan taxi untuk menuju Rumah Sakit.
Keenan sudah stanby di bandara untuk menjemputnya.
" Bro... mana Amel? " saat Keenan melihat sosok Abi dan dia hanya sendiri
" Masih di Belanda, gw suruh balik duluan.. nggak perlu gw juga dia disana.. sudah ada Mike juga yang bisa buat dia nyaman disana " tutur Abi yang mimik mukanya kayak kesal
" Kenapa lo, marahan..? baru juga kalian bareng beberapa saat sekarang kalian marahan" tebak Keenan melihat raut wajah sang sahabat kusut.
__ADS_1
" Nggak ngerti cara pikirnya, gw dengan rela sampai apapun yang dia mau gw turuti,gw yamg sibuk rela berkorban waktu demi dia, eh... malah dengan sombongnya dia bilang nyuruh gw balik.. dia tak butuh gw gitu, gw tahu itu akal akalan dia sudah di hasut juga sama Mike buat gw balik ke sini, dengan alasan kalau lo.. kualahan ngurus kerjaan" jelas Abi dengan menggebu
" Hahaha... hehh, gw rasa lo cemburu sama Amel yang deket sama cowok lain yang memang dia kenal di sana, lo juga... kata kata Amel itu benar, gw udah kuwalahan, Hotel berlu di cek ,banyak pertemuan juga yang harus lo hadiri, trus lo sebentar lagi mau opening hotel baru dan semua itu nggak bisa ge handle sekaligus " ungkap Keenan membenarkan permikiran Amel
" Ye serah,gw rasa Amel tuh nggak peka banget, wajar dong.. gw lakinya dan kita lama nggak ketemu masak dia pengen pisah lama sama gw lagi, dasar anak kecil nggak peka" umpat Abi..
" Lo juga nggak pekaan Bro... bukan Amel juga, karena lo udah membentuk Amel jadi seorang yang mandiri, nggak enak kan... punya bini mandiri,karena dia nggak perlu kita dalam banyak hal...dan gw rasa lo perlu strategi untu k bentuk Amel jadi tergantung sama lo, cinta banget sama lo.. gimana?? " usul Keenan
" Entah gw bingung mau mulai bentuk dia dari mana,dari segala sisi dia sempurna sebagai wanita muda yang mandiri" ucap Abi frustasi
" Buat dia mengandung anak lo. !!" ucap Keenan meluncur begitu saja ide dari otak Keenan
" Maksud lo..? " tanya Abi kuran paham
" Lo udah unboxing belum si Amel? " tanya Ken.
" Ngapa lo nanya gw gitu? " kata Abi kesal
" Gw saranin nih, sebaiknya lo bilang ke Amel kalau lo nggak mau Amel itu pake kontasepsi atau minum pil KB, bilang lo mau pewaris.. " ucap Keenan membuat Abi menimbang usul sang sahabat.
" Nanti gw bilan dia dan dia harus mau.. " ucap Abi seraya menyeringai penuh arti.
__ADS_1
Abi dan Keenan samai di Mansion Ziyad dan disana ada Mama dan papa nya yang menunggu dengan setia kedatangan sang putra.
Bersambung