Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Akhirnya


__ADS_3

Awas Mengandung.. ++++.


📞Thomas Call


"Hallo..!! Bentak Satria kesal


" Sorry boss, gw tau kalau gw telpon bukan waktu yang tepat, cuma gw mau sampein lo besok pagi jam 10harus ke Belanda buat cek Rumah Sakit disana kata nya disana harus lo yang nanganin nggak bisa di wakilin" Thomas sangat tau kalau Satria sudah membentak


" Hemmmm"Satria hanya menjawab sesingkat dan mematikan sambunga secara sepihak


Satria menatap intens wajah Amel membelai lembut wajah cantik alami milik istrinya.


"Armel Aisya ..boleh abang ..emmmm" Satria bingung mau ngomong apa

__ADS_1


" Abang... Amel siap, Amel milik abang... " Amel mengerti apa yang harus dia lakukan untuk membuat Satria yang baru dalam hisupnya.


Satria mendengar penuturan Amel langsung memeluk tubuh Amel dan mengusap punggung Amel... Satria mulei melancarkan aksinya mencium lembut bibir manis yang membuatnya candu ******* dengan rakusnya memag*t dengan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Amel saling berbelit menunjukkan siapa yang paling tangguh antara mereka, bagaimana pun memang Amel sudah bisa mengimbangi permainan Satria karena dia bukan gadis polos lagi yang baru buka segel.


Kedua tangan Satria sudah memainkan skuisi milik Amel yang masih terbalut piama saking tak sabarnya Satria merobek piama milik Amel, kini tubuh Amel hanya terbalut dalaman saja membuat Satria menghentikan ci*man nya dan memfokuskan matanya di penutup gunung kembar Amel yang tak semua masuk dalam cup BH itu membuat Satria menelan dengan kasar silvanya.


Satria mulai membenamkan wajahnya di tengkuk leher Amel dan membuka pengait bh itu hingga terpampang nyata Puncak gunung himalaya Amel dengan senyuman manisnya Satria menurunkan lidah yang lucknatmenuju bukit kembar yang akan menjadi favorite nya


Satria mulai menanggalkan atributnya Amel begitu kaget dengan tindakan Satria yang memang Absurd namun membuat dia tersipu malu karena memang dia dengan nyata melihat junior Satria yang tanpa malu-malu muncul di depan mata Amel.


Satria lantas menindih tubuh Amel memulai mengolah lahan yang akan gunakan untuk menanam benih kecebong nya disana.


Menyapu lebut seluruh bagian tubuh istrinya, tanpa melewatkan satu incipun.. Dengan tatapan mendamba Satria mulai membuka gerbang segitiga bermuda milik Amel yang sudah ingin dia jelajahi...sukses mendaki sampai kepuncak gunung nya dan sekarang menuju lembah ke*ikmatan yang sangat Satria inginkan, satria menyibak rerumputan yang tumbuh subur di bulut goa yang tak berpenghuni milik Amel mengusap manisnya lautan madu disana sedang Amel sudah menghila dengan serangan yang Satria lancarkan ,membuat Amel tak mau berhenti kala Satria mbuat jeda untuk bernafas... Amel memang sungguh gila karena ulah Satria di ranjang,kini ranjang pun tak berbentuk lagi bantal dimana-mana, selimut juga baju betserakan bukan hanya tempat tidur Sofa pun tak luput dari ulah Satria.. padahal belum intinya.

__ADS_1


Amel sangat memanjakan Satria mengikuti semua arahan Satria dan itu membuat Amel tergila-gila pada Satria dengan sekejap, Masuk ke hidangan utama Satria benar-benar memuji ke indahan taman syurgawi Amel menyebutkan kata sayang dan disambut Amel dengan des*an yang membuat Satria menyebut nama Amel selalu menyebutnya dan mereka larut dalam racauan mereka masing-masing, Satria merasa sedikit kesusahan masukkan si Otong ke dalam goa yang sudah lama tak perpenghuni.. dan benar saja Satria dengan sedikit kasar memasukkan si Otong agak sedikit kasar.


" Aaaw..bang kok masih sakit yaa.. " Amel berbicara walau dengan nafas terengah


" Abang juga susah masuk sayang... tapi,nanggung kalau kecebong nggak di keluarin" ucapan Satria yang absurd membuat Amel tertawa dan mengisyaratkan Satria untuk mencangkul lebih dalam.. cangkul cangkul..camgkul yang dalam... sampe Amel kewalahan ngikutin kemauan Satria.. memang Amel berfikir Suami nya Hipper se*s namun masih tahap lembut. setelah bersama sampai puncak dan perjalanan yang melelahkan sampai berjam-jam dan Satria pun minta nambah dua porsi( kata nasi padang) membuat Amel tak berdaya karena fitalitas Satria tanpa kenal lelah.. giat sekali Satria mencangkul...


Selesai menyebar benih Satria ambruk di samping Amel dan merengkuh tubuh penuh peluh.


" Terimakasih.. mau menjadi tempat untuk aku pulang, Si Otong udah punya rumah yang buat dia nyaman dan akan selelu merindukannya.. " Satria menciumi pucuk kepala Istrinya yang bersembunyi di dadanya.


" Emmmm... sama-sama, terima kasih atas semua yang Abang kasih..sudah membuat Amel sayang Sama Abang... jangan pernah tinggalin Amel.. jangan sisihkan Amel dari hidup abang.. Amel sayang abang.. " Amel membenamkan lagi wajahnya dalam dada bidang Satria dan mereka tertidur dengan lelapnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2