
Haiii... para readers tersayang yang baik budi dan slalu santun dalam berkomentar...
Maaf yaa.. othor kemarin nggak sempet up..
jadi hari ini, othor up date langsung..tapi, maaf dikit² dulu yaaa...
Insyaallah nanti malam semua cerita othor yang on going othor up..
🔰
🔰
🔰
Amel dan Satria memasuki kediaman keluarga Hikaru dengan saling bergandengan mesra.
" Assalamualaikum " Amel dan Satria mengucap salam saat masuk ke ruangan keluarga
" Wa'alaikumsalam" ternyata disana sudah ada papi dan mami yang sedang menikmati hidangan sore mereka.
" Kamu udah pulang Sat, tumben nggak ngasih tau papi... " Sindir sang papi
" Suprise buat Amel, Pi... " Satria menyalami kedua orangtua nya diikuti Amel
" Akira mana mi? Amel tengok kanan kiri tak melihat sang adik ipar
" Ada perlu ke singapura ,besok sore udah balik.. " jawab mami Fitri
" Mam kita langsung ke kamar yaa.. pasti abang lelah.. " Amel berpamitan untuk langsung kekamar.
" Ya udah sana bersih bersih, istirahat.. " Mami Fitri memberikan kesempatan untuk mereka ke kamar
Amel dan Satria langsung menuju kamar mereka.
Sampai kamar, Satria langsung memeluk tubuh Amel dengan erat dari belakang.
" Abang, aku mau bersih-bersih dulu.. abang juga perlu istirahat " Amel dengan nada lembut memberi pengertian pada sang suami
" Kamu punya pelet apa sih Cil? kok aku keingetan kamu terus " Satria menciumi tengkuk Amel.
" Abang, aku belum mandi... nanti yaa.. " bujuk Amel dengan nada lembut
" Kangen Cil, Otong pengen masuk sarang.. " ucapan Satria yang absurd membuat Amel tertawa kecil.
" Iya tahu.. tapi bebersih dulu Abang.. " Amel mencoba melepaskan pelukan suaminya namun tak berhasil.
__ADS_1
Yang ada tubuh Amel di dorong ke atas tempat tidur dan langsung menindih tubuh Amel.
Satria menci*m bibir Amel dengan rakus lalu turun ke leher jenjang milik Amel dan menyesapnya, membuat Amel tanpa sadar mende*ah membuat Satria semakin semangat untuk menyelusuri tubuh istrinya.
Menjelajah sampai lembah terdalam, dan memberikan kecupan kecupan memabukkan, bagi Amel sungguh terlalu memabukkan, serangan Satria.
Mereka saling mengisi satu sama lain, sampai mereka merasa saling terpuaskan.
Setelah merasa lelah penuh peluh, tubuh Satria ambruk di samping Amel.
" Terima kasih Sayang... " Satria lalu mencium kening Amel dan membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang Satria.
" Hemmmm... " Amel tak kuasa untuk menjawab hanya gumaman lirih yang bisa dia lakukan.
Akhirnya mereka tertidur karena kelelahan,sungguh bagi Amel sangat gila...suami nya memang orang tak pernah sabar saat dirinya on.
.
.
Pagi pun tiba Amel dan Satria berpamitan untuk berangkat kekantor mereka masing-masing.
Satria dan Amel sampai depan Lobby Global Company, Amel segera bersiap untuk keluar dari mobil Satria.
" Nggak... kalau abang itu nggak rakus lagi, abang... itu sudah buat Amel nggak istirahat tadi malam ,abang bayangin dari kita masuk kamar... abang langsung bajak sawah, aku cuma dikasih jeda empat jam awal trus lanjut di bajak.. dasar... bener -otong surotong kalau udah tau lobang nggak mau berenti nyangkul" ucapan Amel yang ubsurd membuat Satria tertawa
" Hahaha... sorry sayang, otong emang kalo ketemu lobang kamu bikin lupa diri, tapi... kamu suka kan?? Satria malah menggoda Amel balik
" Iya sih... ehhh.. udah ah, aku masuk.. kamu hati-hati di jalan, sampe ketemu lagi nanti! "Amel meraih tangan sang suami mencium takzim dan Satria mengecup lembut pucuk kepala istrinya
" Kamu juga hati-hati yaa?? Satria mengelus lembut kepala Amel dan menganngguk patuh
Amel melangkah ke dalam lobby Global Company dan berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.
" Pagi Bang Ke?? sapa Amel saat masuk ke dalam ruang kerjanya namun dia tak tau kalau Abi ada di ruangan itu juga
" Pagi... Mel" Jawab singkat Keenan
" Lho ..ada mas Abi disini, maaf Amel nggak liat mas disini. " Amel melangkah ke meja kerjanya tanpa beban
" Ponsel kamu kenapa, nomer kamu berkali-kali di hubungi nggak aktif" Abi terlihat khawatir
" Owhh iya... sorry semalam lupa carger, tuh mati.. " Amel menunjukkan ponselnya yg ang mati Penenanda dia tak bohong.
Amel segera mencarger ponselnya, dan membuka laptopnya.
__ADS_1
" Bang Ke ..kita nanti meeting di Hikaru Company jam berapa jadinya? Amel coba menghilangkan kecanggungan di ruangan itu
" Jam sebelas siang sekalian makan siang ,Thomas ngasih tau tadi" Keenan dengan santai menjawab pertanyaan Amel
" Kalian siapkan apa yang perlu disiapkan jangan sampai ada yang terlewati " setelah berbicara Abi langsung melenggang pergi.
Amel dan Keenan saling pandang dan senyum kecut Amel membuat Keenan tepok jidat.
Keenan merasa kalau sedan dalam mode kesal.
Jam 10.30 Keenan, Amel juga Abi sampai di depan lobby Hikaru Company, dan ini kali pertama Amel menginjakkan kaki nya di perusahaan besar di kelas Eropa dan Asia dan dia tak menyangka jika perusahaan itu milik keluarga mertua nya dan sudah di wariskan untuk suaminya.
Mereka melangkah menuju lobby utama Hikaru Company, banyak pasang mata melihat ketiga orang Global Company masuk ke perusahaan mereka.
" Permisi mbak, bisa bertemu dengan Mr Dev, kami dari Global Company ingin meeting dengan beliau" Keenan meminta akses masuk ke dalam HIKARU Company melalui resepsionis.
Semua yang masuk ke dalam area Hikaru Company harus punyai akses masuknya karena jika tidak ada, akan di pastikan tidak bisa masuk ke dalam area kantor besar itu.
Sebelum resepsionis mengkonfirmasikan ke atasan mereka, ada seseorang yang memanggil Amel.
" Kak Amel... " Ternyata Akira yang memanggil Amel
" Haiii... kamu kok udah disini aja, udah selesai urusannya di Singapura? Amel menyambut pelukan adik iparnya dan cipika cipiki
" Udah lah,mau lama-lama disana juga nggak bisa yang ada orang diatas sana murka, dan kalau murka kayak macan dan yang bisa jadi pawang cuma kakak iparku ini... " Akira nyerocos tanpa sadar mengungkapkan bahwa Amel kakak iparnya
" Ahhh.. kamu lebay, kakak mau meeting... mau ambil akses bisa kan? Amel memanfaatkan momentum itu
" Aissttt kakak ada-ada aja, mbak akses buat Bu Armel Aisya sudah di buat kan? Akira menanyakan akses Amel
" Sudah bu Akira ini nomer sandinya, maaf bu Armel saya tidak mengenali ibu.. " resepsionis itu merasa bersalah
" Mbak nggak salah kok, saya memang kesini untuk urusan pekerjaan Global Company " Amel mengerti pasti ini sudah di siapkan san suami untuknya
" Ini bu Amel.. seterusnya aksesnya akan kami aktifkan." Kartu aksespun diterima Armel.
Dan untuk Abi juga Ken di beri tanda masuk tamu.
" Kenapa Amel di berikan akses khusus masuk perusahaan,mengapa Amel di berikan keistimewaan untuk masuk" batin Abi
Banyak pertanyaan yang tersirat di batin Abi. Apa hubungan Amel dengan keluarga Hikaru?
Sejak bercerai dengan Amel, Abi seperti tak sanggup menggapai Amel yang terlihat sulit di jangkau oleh orang sekelas Abi seorang CEO yang terbilang sukses.
Bersambung
__ADS_1