Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#156


__ADS_3

" Kaliannnnnn !!!! pekik Danang melihat sosok yang dia rindukan.


" Iya ini kita... apa kabar bro...!! " ucap Papi Rezvan mendekat ke Danang dan mereka bertos ala mereka yang mengundang tawa


" Baik bro... gw baik, Fitri.. lo nggak kangen sama gw..?? mengarah perhatiannya ke arah Mami Fitri yang masing mengulas sunyum manisnya


" Hehhh.. lo sorry.. lo nggak bisa ganjen lagi dia bini gw..!! cegah Papi Rezvan dengan pandangan tak dapat diartikan


" Halahhh... Fitri milik kita bersama, enak aja mau lo kuasai..!! ucap Danang dengan entengnya dan menyingkirkan badan Papi Rezvan dengan cepat dan mendekat ke arah Mami Fitri tanpa basa basi Danang memeluk tubuh Mami Fitri dengan erat


" Apa kabar Fit, lo sehat kan.. lo nggak di sakitin sama si setan belang itu..!! ucap Danang melepas pelukannya dan menunjuk ke arah papi Rezvan


" Enak aja lo... gw bukan setan belang, emang lo Play Boy cap ulet nangka!! umpat Papi Rezvan pada Danang


" Ini kenapa kalian jadi berantem deh, pusing tau nggak.. coba ada mas Gandi pasti kalian bakal kena bogem mentah dari dia apalagi kaliN berdua sering banget bikin aku kesel.. " ungkap mami Fitri dengan begitu cepat mengenang seorang Gandi Wirawan sang sahabat yang selalu membelanya.


" Sayang dia udah nggak ada Fit, kita udah ke hilangn dia.. nggak ada orang yang selalu membuat kita damai.. " ucap Danang melemah.


" Pak... udahlah ayah juga pasti seneng liat sahabatnya sudah ketemu lagi " ucap Amel menyadarkan mereka bertiga dan memandang dalam ke arah sosok yang di tinggalkan Gandi Wirawan untuk menjadi seorang yatim piatu.


" Kamu anak kami.. anak Gandi adalah anak kami juga, maafin bapak nggak bis berbuat banyak waktu kemarin-kemarin saat kamu di paksa menikah dengan Abi, maafin bapak nak.. " ucapan Danang membaut Amel berkaca-kaca


" Bapak nggak salah, itu hukuman yang harus Amel lakukan dan sekarang bapak nggak perlu khawatir Amel udah bahagia sama Bang Satria" terang Amel dengan senyuman getirnya


" Satria.. bukannya kamu istri Abi.. itu Abi kan? tunjuk Danang pada sosok yang sedari tadi menunduk merenung semua kejadian beberapa tahun lalu menari-nari di benaknya.


" Pak.. Mas Abi nggak cocok buat Amel jadiin suami, dia cocoknya jadi om Amel.. maksudnya kakak laki-laki bagi Amel dan menantu ayah sekarang Satria anak dari papi Rezvan dan Mami Fitri.. " jelas Amel


Mendengar penuturan Amel Danang membelalakkan matanya dan begitu kaget kenayataan yang dialami Amel sangat mengganggu pikirannya.


" Mel tapi, kamu bahagia kan Sama anak Setan belang itu.. semoga sifatnya kaya Fitri yang baik dan selalu bersikap manis. " ucap Danang mendefinisikan sifat Fitri yang selalu membuat dia bahagia saat melihat senyumannya.


" Maksud lo..!! Bentak papi Rezvan

__ADS_1


" Yahhh... kan lo nyadar, kalau lo setan belang yang siap menerkam mangsanya " ujar Danang mengenang masa lalu mereka.


Danang dulu seorang Play boy nanggung ,dia yang mati matian merayu tapi, Rezvan yang mendapatkan nya.


Namun beda dengan Fitri, tiga orang pria yang selalu di dekatnya, melindunginya juga menanamkan cinta di hati ketiga pria itu namun, jika Danang memang Fitri tolak karena tahu Danang dulu masih jelalatan matanya, trus Gandi dia mengiklaskan Fitri bersama Rezvan yang memang sangat mencintai Fitri, dan sudah begitu Gandi yang sudah di jodohkan orang tuanya pun tak ada yang perlu di perjuangkan untuk Fitri, apalagi keluarga nya yang keras dan tak segan-segan meluakai orang yang berusahan menghalangi niat mereka.


" Sudahlah kita kesini ingin silaturahmi, dan kita ingin kenal istrimu juga mas Danang.. " ujar mami Fitri.


" Gw udah nggak punya bini, gw udah pisah cuy.. dan anaknya dia bawa karena memang anak itu bukan anak ku" terang Danang tetlihat termenung dan dengan cepat dia dapat menguasai hatinya.


" Sabar ya pak... aku yakin ini yang terbaik buat bapak dan bu Siska.. " ucap Amel dengan menenangkan hati orang yang sudah dia anggap ayah keduaya.


" Iya... kamu adalah juga putri bapak, kamu warisan Gandi sudah pasti akan bapak jaga dan berusaha membahagiakan kamu juga.. " ucap Danang


"Gini Nang.. gw sama yang lain mau ngajak lo ziarah ke makam Gandi dan juga keluarganya" terang papi Rezvan


" Ayok... gw tadi juga sebenernya mau kemakam Gandi Dan Ani.. " ucap Danang


" Masih belum move on pak ? sindir Amel melirik Danang..


" Aminnn.. Insyaallah akan di ganti lebih baik" perkataab Amel sungguh membuat hati Danang menghangat


Setelah berbincang dan ngobtmrol ngalor ngidul, memperkenalkan semuanya pada Danang mereka menuju makam kedua orang tua Amel dan juga bibi dan pamannya.


Setelah berjalan sepuluh menit mereka sampai diarea makam yang terlihat rapi..


Mereka melangkah menuju suatu makam yang di pagari teralis besi dan tertera makam Gandi, Wanda, Ani dan juga Baron


Hati Amel bergemuruh, melangkah ke arah makam kedua orang tuanya, dan memungut dedaunan yang jatuh diatas batu nisan kedua buah nisan yang berdampingan namun dia heran ada bunga tabur yang masih segar disana.


" Pak... setiap hari bapak ke makam ayah sama ibu..? " tanya Amel pada Danang yanga ada di sampingnya


" Bapak kesini tiga hari sekali, kenapa emang..? tanya Danang balik

__ADS_1


" Lihat ada bunga tabur yang segar disini pak.. " ucapan Amel membuat semua nya memandang dua batu nisan yang ada taburan bunga segar diatasnya.


" Siapa yang abis kesini? tanya Satria dengan menilik wajah Amel dengan terlihat mata Amel yang teelihat sendu.


" Kita tanya kan saja pada penjaga makam, gimana? kata Abi


" Iya aku rasa kata Abi benar " timpal Papi Rezvan


" Sekarang kita berdoa buat mereka terus kita tanyakan sama penjaga makam siapa yang tadi kemari" ucap Danang


Mereka akhirnya berdoa bersama di makam kedua orang tua Amel juga bibi dan Pamannya.


Saat setelah mereka selesai dengan ziarah makam itu mereka langsung beranjak dari tempat itu dan mencari penjaga makam disitu


" Pak Maman...!!"seru Danang melihat pria paruh baya yang sedang sibuk mencabuti rumput di salah satu makam


" Den Danang.. ada den, ada yang bisa dibantu? tanya Pak Maman dengan sopan


" Pak Maman saya barusan ke makam saudara saya Gandi, bapak tau nggak.. kalau ada orang yang habis ziarah ke makam itu? tanya Danang serius


" Oh.. ke makam den Gandi.. tadi ada orang sepasang suami istri kayaknya den, mereka sudah dua kali kesini waktu yang pertama bulan lalu, karena memang nanya ke istri saya, mereka bilang kerabat almarhum " jelas Mang Maman


" Kerabat? orang nya masih muda atau sudah tua mang? kini papi Rezvan yang bertanya


" Udah sepuh juga tuan, pake mobil mewah juga.. " ujar mang Maman


" Bapak liat plat mobil atau mereka meninggalkan identitas atau mencatat di buku tamu? tanya Satri dengan beberapa pertanyaan


" Aduhh.. itu nggak ada den, emang kenapa yah den Danang apa ada yang salah atau ada sesuatu yang ilang? tanya Mang Maman


" Nggak ada pak Maman cuma dia ini ahli waris ke empat makam itu dari keluarga Gandi dan tentunya bapak kenal saya da juga kenal Siti juga Farah" Danang menjelaskan siapa saja yng seharusnya berkunjung ke Makam itu


" Tapi, kami juga nggak masalah kalau ada yang kemakam ayah juga ibu saya, apalagi mendoakan mereka itu adalah berkah juga.. tapi, kok saya nggak tau siapa beliau karena sebagian besar rekan ayah dan juga ibu saya kenal dan pasti mereka bilang jika akan berziarah" ungkap Amel dengan suara tercekat seperti menahan tangis

__ADS_1


" Begini saja pak Maman, saya mertua Amel dan sekaligus sahabat almarhum Gandi, jika orang yang tadi kesini lagi tolong kabari kami,, ke Danang atau kesaya,ini kartu nama saya dan bapak bisa langsung hubungi info sekecil apapun itu. " kata Papi Rezvan dengan menyuruh sang penjaga makam untuk mengelidiki siapa gerangan orang yang datang kemakam oran tua Amel.


Bersambung


__ADS_2