
Kini Amel sedang menunggu Satria dan juga yang lain di salah satu restaurant.
Amel Fokus dengan buku bacaan nya. tanpa sadar jika Satria sudah duduk di depan nya.
" Permisi mba,butuh teman? goda Satria pada Amel dengan senyum menggoda
" Haissttt... abang bikin Mel kaget aja, abang dari tadi di sini? tanya Amel melihat suaminya yang sukses membuatnya kaget.
" Lumayan lah... lihat istri abang nih, merubah rubah mimik wajah... " ucap Satria dan dia dudul di samping Amel
" Mana Thomas sama kak Zira? tanya Amel yang tak melihat kedua anak buah sang suami
" Tuh.. mereka " tunjuk Satria pada ketiga pasang orang yang berjalan menuju tempat duduk mereka.
" Wahhh.. abang ini mah cocok, Bang Ke sama Farah, Bang Tom sama AKira dan...Mas Abi sama kak Zira... kan.. kan?? kata Amel dengan semangat.
" Hemmmm.. iya juga mereka saling melengkapi lah.. " ucap Satria memeluk tubuh Amel dan mencium pipinha bertubi-tubi
" Abangggg... malu lah.. tuh banyak orang juga" protes Amel
" Haiii... " sapa mereka dan duduk seperti diatur berpasang pasang.
" Alhamdulillah.. kita bisa makan siang sama-sama" ucap Amel dengan gembira
" Sayang... mereka kesini juga buat kita mendukung kita, karena sebentar lagi aku sudah memiliki janji sama Marlin untuk ketemu sama Zakia.. nggak papa kan? aku ingin meluruskan semua kecemasan dalam diriku selama ini" ucap Satria
" Iya.. aku nggak papa, kita harus cepat selesaikan masalah kamu juga Zakia dan sekalian mas Abi, biar mas juga nggak kepikiran sama dia lagi.. dan cepet move on" ucap Amel sambil melirik Zira
" Kenapa? tanya Abi melihat kode dari Amel
__ADS_1
" Iya biar move on, dan jangan salah Mel dia lagi usaha move on.. " sindir Keenan pada sang sahabat
"Kita bisa bantu kok mas.. " goda Amel dengan cepat
" Aishhhtt ..anak kecil, tapi.. bener yaa.. bantu mas kali ini.. dan lo juga Sat.. bantuin gw, udah tua gw kapan gw punya anak.. kasian juga kan si kembar udah lama nganggur" ucapan Abi sontak membuat semua tertawa kecuali Zira karena dia fokus dengan ponselnya.
" Kak Zira kenapa kok sibuk banget sih dari tadi? " tanya Amel penasaran
" Ohhh ..ini aku lagi chat sama Mr. Marlin sama pesen makanan juga minuman buat kita" jawab Zira dengan senyum kikuk.
Tak lama terlihat Marlin berjalan beriringan dengan seorang wanita yang terlihat sexy .
" Siang semuanya.. maaf buat kalian menunggu " ucap Marlin menyalami semuanya
" Nggak papa Mr Marlin silahkan duduk. " Ucap Satria berusaha tenang
Sedang Zakia hanya diam saja dan lebih sering memunduk.
" Kita akan bahas soal istri anda Mr. Marlin " ucapan Satria yang sedikit menahan amarahnya. dan Marlin hanya mengangguk.
" Apa kabar Kia, masih ingat dengan ku? tanya Satria pada sosok yang masih menundukkan wajahnya
" Zakia... Mr. Dev tanya sama kamu, jawablah apa yang mereka akan tanyakan jawab dengan jujur" ucap Marlin menggenggam erat tangan Zakia.
" Ak... aku minta.. minta maaf Dev.. aku sungguh maafin aku selama ini" ucap Zakia dengan mendongakkan kepalanya dan mata yang berkaca-kaca.
" Kenapa kamu nglakuin semua ini Kia.. apa salah aku, selama kita berteman aku selalu memberikan apa yang kamu butuhkan dan apa yang aku lakukan padamu dulu, dan apa yang aku rasakan sejak kamu pergi tanpa kabar.. jawab aku, soal test pack yang ada dalam tas kamu, dan apa yang terjadi pada kita malam itu.. " tanya Satria dengan suara bergetar menahan sakit di hatinya dan memendam kemarahan.
" Jawablah nona Zia, karena ulah kamu.. suami. ku menderita selama ini, karena dihantui rasa bersalah pada mu..jadi tolong jawab dengan jujur, agar aku juga nggak meragukan suami ku " ucap Amel dengan nada ketus
" Oke.. maafkan aku Dev, test pack itu memang milik ku, tapi... anak itu adalah anakku bersama Bobby teman kita.. dan aku pergi dari Singapura meminta Bobby bertanggung jawab atas perbuatannya,dan akhirnya kami menikah di Bandung.. aku minta maaf selama ini aku buat kamu di hantui rasa bersalah kamu, waktu setelah anak itu lahir aku dan Bobby berpisah dan aku kembali ke Singapura, sebenarnya aku ingin sekali minta maaf padamu tapi, aku nggak berani karena aku merasa bersalah sekali padamu. " jelas Zakia dengan tangisan nya yang pecah.
" Malam itu tidak terjadi apapun,dengan kita.. aku sekarang sedang menjalani karma ku Dev, aku kehilangan jejak anakku " ucap Zakia dengan tangisan pilu.
__ADS_1
" Maksudnya?? tanya Satria.
" Mantan suami Kia meninggal karena over dosis setelah usia anak nya satu tahun, dan dia meninggal di Jakarta karena memang Bobby bekerja di salah satu Club di Jakarta ini, anak yang Kia memang di tinggalkan bersama Bobby.. itulah penyesalan terbesar Zakia,selama ini memang kami mencari anaknya entah dimana dia sekarang " ucap Marlin memeluk tubuh Zakia dengan erat.
" Maaf saya boleh tanya.. Tia, kamu kenal saya.. kakak ? tanya Abi sedikit ragu
" Kak Akram, Abidzar Akram Ziyad kan? maaf kak, seandainya aku nggak ikut perempuan itu ke Singapura pasti aku masih baik baik saja di sini, Daddy meninggal saat..beberapa bulan pindah ke Singapura " ucap Zakia dengan menerawang jauh membayangkan saat sang ayah meninggal karena sakit nya.
" Innalillahi wainnailaihi rojiun... lalu, apa kamu??
" Aku tinggal bersama perempuan itu, tapi.. aku hanya di jadikan pembantu kak.. dan masih untung aku bisa sekolah.. dan saat itu aku jadi anak yang tak punya arah, dan menjalani hidup di dalam pergaulan bebas " jelas Zakia.
" Apa ada petunjuk soal anak kamu? tanya Satria dengan hati-hati
" Waktu aku ke Bandung menanyakanke tetangganya mereka bilang di bawa ke panti sosial karena keluarga Bobby nggak menerima anak itu.. karena anak itu memiliki sakit jantung bawaan sejak lahir.. hiks hiks.. " ucap Zakia.
Mendengar penuturan Zakia hati Amel mendadak sakit mengingat Hana yang di buang oleh seseorang yang tak menginginkan nya.
Abi dan juga Amel saling pandang dan memang mereka jadi ingat seorang Hana.
" Berapa umurnya sekarang, pasti sudah dewasa kan? tanya Abi
" Kalau sekarang dia berumur 15th kak.. semoga dia masih ada dan aku bisa menebus kesalahan aku pada nya.. hiks hiks.. " Zakia makin terisak saat mengingat kejahatan yang dia perbuat pada anaknya.
" Abang.. bagaimana apa sudah jelas dengan penjelasan Kak Zakia soal apa yang selama ini yang membuat kamu merasa bersalah, merasakan trauma sama apa yang tak terjadi bang?? tanya Amel menggengam erat tangan suaminya.
" Iya sayang... aku lega dan aku sangat lega kalau anak itu bukan hasil dari perbuatan ku dan aku lega kalau malam itu tak terjadi apa-apa, jadi.. kamu nggak akan ninggalin aku kan? kata Satria menatap intens wajah Amel
" Abang... walaupun sepahit apapun masa lalu kamu aku akan berusaha menerimanya, karena pengalaman ku kehilangan Asma juga karena keegoisan aku di masa lalu yang tak bisa terima masa lalu mas Abi, dan mas Abi.. aku mohon maaf saat itu aku sangat egois.. dan dari pengalaman itu aku bisa mengambil hikmah dan aku harus menerima apapun kekurangan pasangan kita. " ucap Amel dengan sikap yang lebih dewasa.
" Apapun yang terjadi pada kita itu sudah jadi takdir yang harus kita jalani Mel, sekarang kamu harus lebih bahagia dan jangan sampai kamu melepaskan apa yang kamu punya saat ini.. dan aku akan selalu mendukungmu juga aku sudah anggap kamu adik ku " ucap tulus Abi dengan senyum lebarnya.
Bersambung
__ADS_1