
Saat ini Amel bersama bunda Mirna sedang membuat makanan kesukaan Abi .
" Bunda... "seru Tasya mendekati bunda Mirna dan Amel. yang sedang bergurau dan membuat hidangan untuk Abi.
" Lho bun, kan Tasya udah pesan catring.. kuenya juga enak-enak loh, Bunda nggak perlu susah-susah buat semua ini" ucap Tasya memegang loyang yang ada di hadapan Amel
" Nggak susah kok,orang cuma buat cake tiramissu ke sukaan Abi, Amel juga bantu bunda kok.. tenang aja sayang" ucao Bunda Mirna tak begitu suka dengan karakter Tasya yang anak angkat dari sahabat sang suami
" Bun, ini semua udah banyak juga.. ini oven an terakhir setelah ini Amel mau minta tolong bi Jum buat packing semua barang aku yang tersisa di dalam kamar mas Abi ..nggak papa kan bun? " kata Amel menggenggam erat tangan sang mantan ibu mertuanya
" Lho kenapa harus semuanya kamu ambil, kan bisa sebagian di taruh sini,kamu taruh di kamar samping kamar Abi Mel.. " ucap Bunda Mirna seperti tak rela menantu kesayangan nya dulu. pergi jauh darinya.
" Bunda.. harus tahu sekarang posisi Amel juga mas Abi, Amel tetap anak bunda tapi..Amel dan mas Abi tak bisa bersama lagi bun" ucap Amel seraya melirik Tasya yang sedari tadi menundukkan wajahnya.
" Kenapa Mel, kamu nggak mau jadi menantu bunda lagi? tanya Bunda Mirna dengan mata yang berkaca kaca
" Bunda, Mel ingin punya bunda yang sayang sama Amel tanpa perlu memihak menantu atau seorang anak, kasih sayang bunda sama Walid lebih dari seorang mertua, jadi Amel mohon maafin Amel yang memili untuk jadi anak bunda bukan menantu kesayangan bunda " ucap Amel dan memeluk tubuh sang bunda Mirna.
Setelah haru biru antara anak dan bunda akhirnya Amel. ke kamar dekat kamar Abi dan membersihkan diri.dan mengenakan baju muslim walaupun Amel belum berhijab,dia juga sedia baju yang menurutnya cocok untuk ke acara pengajian atau acara tasyakuran semacam malam ini karena akan ada santunan anak yatim dan dia mengenakan selendang senada dengan pakaiannya.
Amel menuruni anak tangga dan melihat Keenan dan juga Farah disana,ada juga Bella yang hadir.
" Bella... " seru Amel di berdiri di belakang Bella yang sedang bercengkerama dengan bunda Mirna Keenan juga Farah
" Amel.... I miss you... muachhh... " Bella langsung memeluk Amel dengan cepat menghapus air mata yang menetes
" Jangan nangis dong Bel, kan aku disini... Oh.. I miss you too " ucap Amel dengan nada lembut dan manjanya
Disisi lain Abi melihat Amel yang akrab dengan sanak saudaranya namun entah mengapa, Amel begitu sulit untuk menumpahkan keluh kesahnya pada Abi.
" Eh.. Mel, lo udah kerja belum? " tanya Keenan tiba-tiba
" Kenapa emang, belum.. ada lowongan kah? " tanya Amel dengan menaik turunkan alisnya
__ADS_1
" Ada cuma bagian kantor, tapi bukan kantor dengan segala perhitungan tapi ini.. kamu akan di kirim di perusahaan besar untuk bentuk team untuk penyediaan obat-obatan di beberapa Rumah Sakit milik Global Company dan kamu sembari belajar tak melulu dengan bedah membedah atau darah dan nyawa " ungkap Keenan dengan nada serius
" Serius? dimana? apa di Global? " tanya Amel penasaran
" Bukan.. jadi tadi siang pihak dari " HIKARU Company " ngabarin kalau akan ada penandatanganan berkas untuk kerja sama antara Global dan juga HIKARU ,gimana? kalau soal Abi, tenang aja aman? " ucap Keenan
" Kapan bisa bergabung, itung-itung menyalurkan pengalaman selama ikut di kesatuan kemarin " ucap Amel dengan nada membanggakan diri
" Narsis lo.. " Ucap Farah seraya merangkul sang sahabat
" Biarin.. Wlee..., oh iya ini acaranya apa aja ya? " tanya Amel karena memang tidak tau acara yang akan di laksanakan
" Pengajian pengiriman doa sayang.. " ucap Bunda Mirna
Hati Amel merasa tak nyaman saat ucapan bunda Mirna. dia mempertimbangkan apa harus sekarang dia mengungkapkan bahwa dia pernah mengandung.
Amel melangkah mendekati Abi yang sedang berbincang dengan Tasya, sepertinya Tasya tak mau melihat Amel dekat dengan Abi.
" Tuh anak nyolnong kemana sih? " geritu Keenan
.
.
" Mas Abi, maaf bisa kita bicara berdua saja.. ini penting." ucap Amel yang sudah menahan air matanaya
" Sebentar Sya.. " ucap Abi tak sadar menggandeng tangan Amel erat
Pemandangan itu tak lepas dari pandangan orang yang ada disana.
Walid dan bunda dengan diam-diam mengikuti mereka ke halaman samping mansion.
" Maaf.. ada apa Mel, sepertinya kamu ada hal penting? " tanya Abi melihat Amel dengan lekat
" Sebelumnya Amel mau minta maaf sama mas Abi, terserah mas mau maafin Amel atau tidak yang jelas Amel dengan tulus meminta maaf sama mas, nanti mas bisa sampaikan sama Walid juga bunda " ucap Amel yang entah dati mana Air matanya mengalir deras di kedua matanya
__ADS_1
" Heiii.. What wrong with you? are you okey..hemm? " Abi dengan reflek mengusap air mata yang mengalir di pipi Amel.
" Mas sebenarnya, saat aku di Lebanon kemarin.. aku nggak menyadari kehadiran dia di tubuhku, saat itu aku juga sangat sibuk mengurus para korban karena ledakan, aku kehilangan calon anak kita disana ,maafin Amel karena nggak bisa jaga dia.. Amel dan para team medis sudah mengupayakan untuk menyelamatkan dia, namun saat itu karena Amel banyak kehilangan darah dia tak dapat bertahan.. hiks.. hiks.. " ucap Amel dan tubuhnya merosot lemah
Namun sebelum tubuh Amel benar-benar jatuh Abi dengan cepat meraih tubuh Amel dan merengkuhnya dalam pelukannya.
" Maafin Amel mas... maaf...,Asma nggak bisa di selamatkan dia pergi.. hiks hiks" ucap Amel dengan sesegukan
" Ssssttttttt...sudah jangan nangis, mas nggak nyalahin kamu.. mungkin ini terbaik buat dia dan buat kita, karena waktu itu pun kita dalam keadaan tak baik dan kamu sudah berjuang untuk menyelamatkan dia namun Allah berkehendak lain, kita hanya bisa berharap dia dapat syurganya Allah.. " Ucap Abi dengan masih memeluk tubuh Amel dengan erat merasakan wanginya tubuh yang dia rindukan.
" Maaf.. " Amel tersadar jika dia dalam pelukan Abi dan dengan cepat Amel melepaskan pelukan Abi darinya.
"Dia di beri nama? tanya Abi
" Iya... Bang... emm maksud Amel, salah satu dokter berinisiatif menguburkan gumpalan darah itu dan memberikan nama Asma padanya itu sebagai Sunnah katanya" ucap Amel dengan mengingat perkataan Satria kalau Satria memberikan nama Asma karena ada yang mengatakan jika keguguran walaupun masih berupa gumpalan darah seperti umur 3bln dalam kandungan di sunnah kan untuk memberukan dia nama.
" Asma Putri Abidzar " ucap Abi memberikan nama tambahan untuk janin itu.
" Iya.. anggaplah dia anak pertama kamu mas dan aku juga akan melakukan itu" ucap Amel pada Abi .
Sementara bunda Mirna dan Walid Azman mendengar perbincangan itu mereka saling berpelukan betapa cobaan yang Amel sangat berat, bercerai dan kehilangan janin secara bersamaan.
Bersambung
Nggak Berasa hari ini banyak up yaa... karena ke gabutan ku di jalan jadi gitu... hahaha😂
Ayo kalian team mana # SATRIAMEL atau
# AMELABI ??
Yang jelas beberapa episode ada sedikit antara Abi, Amel juga Satria atau mungkin ada Mike di antara mereka... tunggu aja dan jangan marahin Author kalau nanti ada part yang nggak sesuai dengan yang kalian harapkan..
Terima kasih sudah dukung juga terus ikuti cerita ini..
Jangan lupa kalian para readers bisa ikuti kisah terbaru dari Author yaitu
__ADS_1
" Istri Tuan Muda Danial "