Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Bunda Mirna dan Walid Azman sangat geram dengan tingkah anaknya itu dan ketakutan bagi sang bunda saat wanita masa lalu Abi muncul kembali.


Rahasia besar Abi yang belum terungkap sampai saat ini, bunda hanya doakan dalam hatinya semoga Amel tak lagi meninggalkan sang putra.


Malam kian larut namun Abi belum kembali ke kamar hotel entah dia pergi kemana Amel menghubungi ponsel Abi tak tersambung. Ingin rasanya dia lari dari semua ini, bertanya pada hatinya apakah dia sanggup melalui ujian ini.


Amel berusaha memejamkan matanya dia sungguh lelah hari ini, karena dia melayani Abi dengan tiada henti dan segala kesibukkan nya hari ini sungguh menguras tenaga dan fikirannya.


Didalam lelap tidurnya seperti bermimpi Abi memeluk tubuhnya dengan erat mencium pucuk kepala nya dan membelai lembut wajahnya.


Saat itu dia terbangun ternyata memang bukan mimpi Abi berjalan menuju kamar mandi dan Amel melihat ponsel ,ternyata sudah jam 3pagi, Abi baru saja kembali entah dia dari mana namun sekilas mencium aroma parfum bukan bau parfumnya namun terkesan bau parfum wanita, sungguh sakit hati Amel membayangkan Abi yang dengan gampangnya melupakan istrinya.


Amel memejamkan matanya kembali mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Abi merebahkan tubuhnya disamping Amel dengan memeluk tubuh kecil sang istri menghirup aroma tubuh istrinya dengan lembut.


" Maaf... maaaff sayang" ucap Abi lirih namun masih terdengar oleh Amel yang memunggungi Abi.


Amel menangis dalam diam mendengar penuturan suaminya.


" Mas tahu.. kamu belum tidur,mas minta maaf.. tadi....


" Tidurlah mas, besok aku kembali ke Jakarta sama Bella juga orang tua kamu" ucap Amel menyerobot omongan Abi tanpa merubah posisi tidurnya.


"Istirahatlah, kamu pasti lelah sayang... " ucap Abi dan mencium kepala Amel


" Begitu gampangnya kamu mas meminta maaf, apakah aku harus pergi dari kamu untuk kesekian kalinya.. "batin Amel berusaha memejamkan matanya yang memang sudah sangat lelah.


Pagi pun menjelang, Amel dan Abi telah bersiap untuk sarapan di bawah karena mertua dan Bella serta Ken sudah menunggu dia di bawah.

__ADS_1


" Sayang.. kamu jangan diamkan aku kayak gini, bisa kan kita bicara baik-baik..." ucap Abi mencekal tangan Amel


" Sudahlah mas,kita sarapan dulu.. semuanya sudah menunggu kita.. " ucap Amel dan melangkah keluar kamar dan di ikuti Abi dari belakang.


.


.


" Hadeuh... mentang-mentang penganten baru, ngerem mulu di kamar" goda Bella yang bersikap biasa seperti tak tau apapun.


"Iri lo.. makanya cepet halalin " Jawab Amel dengan melirik Keenan yang masih membisu, fokus dengan ponsel dan juga sarapannya.


" Emang kamu tau sayang siapa laki-laki yang sudah mencuri hati kakak kamu ini" timpal Bunda Mirna mencoba untuk bersikap biasa


" Ada bun, Bang Ke...!! " seru Amel mengagetkan Keenan membuat Keenan tersedak kopi yang dia minum


"Uhuk Uhuk.. jahat lo Mel, kalo mau ngagetin ngomong dong?? " protes Keenan dengan memutar bola matanya memandang dengan jengah pada Amel dan Bella.


" Ya Allah Amel begitu keras kamu menutupi hatimu yang terluka nak... apapun keputusan kamu nanti bunda akan selalu mendukung kamu,mendukung kebahagiaan kamu" batin Bunda Mirna memandang wajah Amel dengan sendu


" Sayang.. kamu mau makan apa? " tanya Abi dan seketika menghentikan tawanya


" Sandwich aja lah, sama teh hijau " ucap Amel


" Eh... mas take away aja.. soalnya sejam setengah pesawat kita kan ?" ucap Amel lagi


" Mel mendingan lo sarapan dulu juga, lo dari semalem nggak makan kan? " ucap Bella melirik sinis Abi


" Kamu nggak makan semalam, kok bisa sih.. Bel kamu sama Amel kan juga sama bunda kenapa nggak paksa dia makan sih" ucap Abi dengan suara agak meninggi.

__ADS_1


" Aku semalam nggak selera aja kok, aku minta punya kamu aja Bel.. nanti punya aku take away aja" ucap Amel dengan menyantap roti panggang milik Bella


" Gw mah rela bagi-bagi kalo makanan mah Mel.. kecuali ,perasaan ga. bisa gw bagi.. " sindir Bella dan mendapat tatapan tajam dari Amel


" Sudah... sekarang kamu kalau sudah selesai ambil semua yang harus di bawa Bunda sama Walid tunggu di lobby yah..? ucap Walid Azman dengan nada suara yang lembut pada kedua wanita muda itu.


" Oke Walid... " jawab Amel dan Bella bersamaan.


Amel segera ke kamarnya dan membereskan semua barang yang dia bawa juga Abi, dan memasukkan baju kotor ke kantong terpisah dan saat memasukkan kemeja kotor Abi dan betapa kagetnya apa yang dia lihat.


" Astaghfirullah...!! " ucap Amel lirih.


" Sayangg... " Panggil Abi dan menghampiri sang istri yang berdiri membeku di dekat tempat tidur dengan memegang kemeja milik Abi.


" Mas... ini kemeja kamu? " tanya Amel dengan mata yang sudah berembun menahan tangis.


" Hahh.. emmm say....


" Apa ada wanita lain diantara kita? " tanya Amel dengan dada yang naik turun menahan tangis dan segala amarahnya.


" Ngg.. nggak ada sayang, cuma sayang yang mas cintai disisa umur mas sayang... " Abi mencoba meraih tangan sang istri namun di tepis dengan kasar oleh Amel.


Amel dengan cepat membereskan semuanya,dan bergegas menenteng tas pakaiannya.


" Sayang tunggu...!! " Abi mencekal tangan Amel untuk menghentikan langkah Amel.


" Please mas, aku nggak mau ribut.. apalagi disini ada Bunda juga Walid.. " ucap Amel dan melepaskan diri dari suaminya.


__ADS_1


Amel melangkah pergi meninggalkan Abi,dan sementara Abi masih terduduk lemas di pinggir tempat tidur,memejamkan mata dan membuang kasar nafasnya, dan segera mengambil kopernya melangkah meninggalkan kamar itu.


Bersambung


__ADS_2