
Keenan membawa Amel ketempat Farah untuk menenangkan diri, dan memberikan pelajaran pada Abi yang begitu tak berharganya seorang istri dibandingkan dengan mantan terindah bagi Abi ( kalo Author nggak ada mantan terindah yang ada Mantan buanglah pada tempatnya ) .
Dengan lesu Amel melangkah ke dalam bangunan yang menjulang tinggi itu, masuk dalam lift dan menekan angka 8 menuju apartement Farah.
Sampai di depan apartement sudah terlihat Farah yang standby di depan pintu dan saat melihat Amel dia langsung merentangkan tangan dengan wajah sendu pada sahabatnya.
" Far... mas Abi... " ucap Amel dengan isak tangisnya dalam pelukan Farah.
" Sabar yah.. kita masuk yuk, bang Ken, mbak silahkan masuk... " Farah merangkul sahabatnya dan menggiring dia duduk di Sofa dengan segera menyuruh mbak Siti buatkan
minuman untuk tamu mereka.
" Minum coklat panasnya ya.. biar sedikit relaks.. " ucap Farah menyodorkan gelas berisi coklat panas.
" Thank's .. " ucap Amel singkat dan meminum secara perlahan minuman nya.
"Mel.. abang boleh tanya, cuma Amel. harus jawab abang dengan jujur " Keenan dengan pelan mulai membuka percakapan serius
" Tanya apa bang, tanyain aja.. biasanya juga langsung aja " ucap Amel. masih menanggapi dengan santai
__ADS_1
" Apa yang buat Amel mutusin buat pergi sekarang " tanya Keenan dengan hati-hati
" Bang Amel mau nanya sama Abang, tetang wanita yang bersama mas Abi diacara semalam" tanya Amel dengan wajah yamg sembab dan tubuh lemas nya
" Dia Nada teman sekolah abang juga Abi waktu. SMA dan menjalin hubungan dengan Abi" jawab Keenan dengan memandang sendu Amel
" Bukan hanya itu yang Amel ingin tahu bang, sejauh apa hubungan mereka selama mereka berpacaran? " tanya Amel penuh penekanan membuat Keenan ketar ketir untuk memberintahu semua tentang masa lalu Abi
" Mel... abang rasa ini bukan ranah abang untuk cerita semuanya kekamu, biar nanti Abi yang menjelaskan semuanya ke kamu yaa? " kata Keenan memberikan pengertian pada Amel.
" Gw jadi penasaran nih, apa yangblo sembunyiin tentang Abi sama Nada dari kita? " tanya Bella tiba-tiba
" Hahhh.. lo nggak perlu memperkeruh keadaan Bel.. " bentak Keenan pada Bella
" Terserah lo mau nuduh atau apapun tentang gw, tapi... lo harus tahu. gw juga nggak rela kalau Abi masih peduli sama Nada "ungkap Keenan tak kalah tinggi mengungkapkan rasa yang ingin melindungi Amel.
.
.
__ADS_1
.
" Sebenarnya apa masalah kalian, apa ini hubungannya dengan Nada? " tanya Walid Azman dengan nada datar dan air muka yang datar.
" Jawab pertanyaan Walid, Bi..bunda pesan sama kamu jangan biarkan masa lalu kamu menghancurkan masa depan kamu dengan Amel, Nada cuma masa lalu kamu.. " ucap sang bunda dengan suara seperti menahan tangis
" Apa itu ditangan kamu, coba Walid lihat" ucapan Walid membuat Abi membeku.. baru dia sadar, kalau dia membawa bukti sumber masalah rumah tangganya
" Anu.. anu Walid.. bukan apa-apa " jawab Abi gugup dan khawatir tentang bukti itu.
" Serahkan apa yang kamu pegang itu, Abi... Abidzar Akram Ziyad.. " teriak walid dengan nada tegas
Dengan terpaksa Abi menyerahkan foto tersebut,dia pasrah apapun konsekwensi nya yang didapat dari sang ayah.
Walid Azman merebut foto tersebut dan melihat satu persatu foto itu dan ada tiga foto dia lihat dan rasakan sesak di dadanya teramat sakit memang,dan tiba-tiba merasakan sakit sekali di dadanya.
" Bun.. ngg... nggak mungkin bun... Aaahhh" Walid Azma memegang dadanya yang terasa sakit dan langsung terduduk dan merasa sesak dan sakit tak tertahan
" Walid... walid kenapa... Abi cepat.. cepat kita bawa ke Rumah Sakit.. walid kenapa ini... buruan Abi.. " seru Bunda Mirna
__ADS_1
Melihat dan mendengar semua perkataan bundanya dan juga melihat sang ayah yang kesakitan Abi dengan cepat menghidupkan mobil sang Ayah dan. membawa ke Rumah Sakit.
Dalam perjalanan Abi berdoa semoga tak terjadi apa-apa pada sang Ayah. kalau sampai terjadi apa-apa dia pasti sangat menyesal.