
Maaf yaa... ada kesalahan dari Author karena salah tanggal up ini baru ngeh... padahal sudah di setting up jam 10pagi ternyata tanggalnya salah..
Ternyata ini baru taggal 10 Desember ternyata author kebablasan ngasih tanggal 12Desember.. maaf yaaa.. akibat ngantuk gitu deh
" Abang ...nggak salah, bagus abang mau jujur sama Amel... tapi, Amel juga pernah bilang sama bibi.. kalau orang yang nabrak aku itu ganteng.. trus aku bilang ke bibi, kalau aku ingin punya suami seperti dia.. karena Amel rasa dia sangat bertanggung jawab akan diri Amel.. padahal wajahnya yang sudah pucat seperti takut akan sesuatu dia masih berusaha menolong Amel sampai di pinggir jalan walaupun akhirnya dia juga pingsan." Amel merasa pelukan Satria merenggang
" Sebentar.. kok kayaknya cerita kita kaya dua versi dan satu cerita.. kamu ngrasa nggak sih Cil? Satria mulai menerka nerka.
"Masaa?? yang mana? Amel berusaha menahan senyumnya melihat ekspresi Satria
" Cil.. kamu waktu kecelakaan SMP trus sekarang abang tanya, inget mobil. warna apa yang nabrak kamu? Satria mulai menatap intens wajah Amel
" Merah.. B.. 5434 DEV... " Amel menyebut nopol mobil yang menabraknya.
Saat kecelakaan itu memang sebelum Satria mengangkat tubuhnya sempat melihat kearah plat mobil yang menabraknya.
Satria mendengar penuturan Amel menganga dan menggelengkan kepalanya tak percaya
" Cil... kamu serius akan apa yang kamu ucapkan? " Satria mencoba menegaskan bahwa apa yang dia dengar salah
" Iya aku serius abang,.. apa abang menemukan sebuah buku diary kecil ? Satria langsung mengangguk dan membuka laci nakas dekat dengan tempat tidurnya
__ADS_1
" Apa buku ini yang kamu maksud ? Satria menyodorkan sebuah buku kecil ke Amel
" Iya.. didalamnya ada sebuah tulisan soal cita-cita pemilik buku itu.. " Amel dengan masih memandang wajah suaminya
" Apa tulisan yang ada sini? Satria mulai menggenggam tangan Amel erat
" Cita-cita si empunya buku yang isinya ingin menjadi Dokter bedah" jawab Amel dengan enteng
Satria langsung memeluk tubuh Amel dengan erat dan menciumi wajah Amel dengan lembut.
" Abang nggak nyangka kamulah gadis kecil abang, penerang jalan abang untuk menjadi orang yang lebih berguna, menjadi dokter cara abang ingin mewujudkan salah satu impian kamu" Satria menangkupkan kedua tangannya di pipi Amel.
" Abang sudah mewujudkan dua keinginan Amel.. yaitu menjadi dokter dan menikahi Amel karena waktu abang bawa Amel saat kecelakaan itu Amel meminta pada Allah kirimkan Amel orang yang selalu melindungi Amel saat Amel merasa sakit.. hiks hiks.. baru abang waktu itu membuat Amel terasa terlindungi walaupun abang sudah berbuat salah abang masih bertanggung jawab atas perbuatan abang walaupun abang sendiri harus mempertaruhkan diri abang. " Amel sudah tak sanggup menyembunyikan Tangisnya lagi di depan Satria
" Kapan kamu tahu soal ini? Satria tiba-tiba menanyakan hal itu
" Beberapa hari yang lalu mami menanyakan dan ternyata mami bilang saat mami melihat aku di Rumah Sakit itu mami sudah bisa tau kalau aku gadis kecil itu makanya mami langsung seperti sudah lama mengenalku, dan faktanya lagi bib Ani pernah berpesan kalau aku harus mengembalikan sisa uang yang di pakai buat aku oprasi dulu...aku pernah kesana tapi, kata yang jaga disana kalian tak disana lagi dan menetap di Singapura tapi, mereka tak mau memberi tahukan alamatnya. " Amel menjelaskan
" Trus keputusan kam mau menikah dengan ku? Satria menatap wajah cantik Amel dengan membelai wajah itu
" Karena aku... ingin mewujudkan cita-cita mu bertanggung jawab atas hidupku selamanya, dan mewujudkan cita-cita ku untuk mendapatkan lelaki yang dulu pernah membuat kesalahan pada ku namun tanggung jawabnya padaku membuat aku merasakan cinta monyet.. " Amel dengan malu mengungkapkan segala perasaannya.
__ADS_1
" Jadi... bukan kawin paksa lagi kan? Satria ingat kalau dia pernah mengatakan pernikahan mereka adalah pernikahan paksa
" Kamu itu buat Aku jadi Istri Paksa mu dan dengan Rela dan Ikhlas aku menerima karena kenyataannya kenyamanan yang paling utama,terima kasih sikap tegas mu membuatku bisa mengambil sikap dalam menentukan pilihan terbaik buat masa depanku,aku akan berusaha buat kamu selalu nyaman dengan ku.. jangan anggap aku orang lain, dan.. katakan jika kamu tak suka apapun tentang aku dan aku pun akan melakukan yang sama ke kamu " Amel membenamkan dirinya dalam pelukan suaminya
Mata mereka saling pandang dengan perlahan Satria mendekati wajah istrinya dan mencium bibir Amel dengan lembut memagutnya dengan menggigit kecil bibir bawah Amel dan membuat Amel membuka jalan untuk lidah Satria masuk mengeksplor semua yang ada di sana, mereka saling memberikan sensasi yang memabukkan.
Tubuh Amel menegang kala tangan Satria mulai aktif membuka kancing baju tidur Amel
Namun....
Drrrrrrtttt... Drrrrrrtttt
Suara ponsel Satria berdering berkali kali membuat konsentrasi mereka terganggu.
" Sialan siapa sih yang ganggu, nggak tau waktu aja..!! Satria dengan kesal mengambil ponselnya di atas nakas.
Melihat siapa nama yang tertera di panggilan yang mengganggu itu
Bersambung
MP nya banyak yang gangguin maaf yaa..
__ADS_1
Malam. jum'at lagi... bang Satria angkat telepon dulu bentar... hehehe😁😁