
" Maksud kamu apa Mel? Abi tak kalah terkejutnya dengan apa yang dia dengar.
" Kamu tau, paman Baron tak rela aku di campakkan begitu saja, setelah begitu mudahnya kamu bilang menikahiku malam sial itu, bibi tak rela kala tau aku tak dianggap sedikitpun, berbekal alamat yang kami punya mereka pergi ke kediaman Ziyad namun tak ada satu pun yang muncul. " Amel mulai menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya
" Astaghfirullah.. " Abi hanya mampu terduduk lesu membayangkan akan kejadian itu.
" Setelah mereka tak menemukan mu, mereka kembali,namun di perjalanan menuju Bandung mobil mereka mengalami kecelakaan dan dalam keadaan masuk jurang, pada masa kritisnya paman dan bibi merasa bersalah menikahkan ku sama kamu, dan paman berkata jika aku di ceraikan aku harus terima atau aku sudah merasa tak sanggup lagi dengan penantian pergilah dan tinggalkan kamu dengan stastus yang jelas" Ucapan Amel membuat Abi tak percaya paman dan bibinya yang menyarankan untuk Amel meninggalkannya.
" Kenapa bibi sama paman..
__ADS_1
" Karena sebejat apapun paman dia masih bertanggung jawab atas aku dan juga bibi, dia tak rela aku terlunta lunta, bibi bilang..lebih baik menerima orang yang melukai namun masih bertanggung jawab, dari pada orang yang bersifat malaikat diawal dan ternyata sesungguhnya dia bersifat setan, kamu tau artinya aku pernah mengalami kecelakaan di waktu SMP dan itu bukan kecelakaan kecil, namu kamu tau orang yang melukaiku masih sempat menyelamatkan ku walaupun dia juga berjuang demi nyawanya sendiri karena trauma dan kamu besifat malaikat dari awal dan ternyata kamu orang yang juga menghancurkan ku. " Jelas Amel dengan panjang lebar tanpa tedeng aling aling lagi.
" Paman dan bibi meninggal begitu saja tanpa bilang merasa sakit dan sebagainya ,hanya berpesan aku harus kuat sebelum menemukan bahu yang kokoh untuk tempat aku bersandar, kamu tau.. aku lelah mas terus menjadi orang yang kuat di depan orang, akhir nya aku tak kuat lagi memikul beban hidup ku dan beban mentalku, aku mengalami depresi tingkat menengah.. dan harus di bawa ke psikiater, hanya ada bu Siti dan Farah yang aku punya " Amel mencebikkan bibirnya dan menatap kosong menerawang entah kemana
" Mengapa Satria yg tau soal kamu pernah depresi? Abi heran kenapa Satria lebih tau dari pada Abi yang notabanenya suaminya Amel.
" Sepertinya dia tau banyak dengan kamu?
Abi semakin penasaran dengan Chemistry mereka berdua.
__ADS_1
.
" Kami bertemu saat aku SMP dan dia saatnya kuliah, tapi.. kami terpisah karena dia tak menemukan jejak keberadaan ku dan aku pun baru tahu kalau dia yang selama ini aku ingin temui, dua hari sebelum aku memutuskan untuk menerima dia jadi suamiku" bukan maksud Amel memberikan luka yang lebih dalan untuk Abi namun, Amel berharap Abi menerima kenyataan jika dia tak ada lagi kesempatan mereka bersama lagi.
" Lalu apa tujuan kamu memberiku kesempatan jika kamu sudah ingin menerima Satria? " Abi menatap tajam kearah Amel
" Kamu tahu mas apa yang aku butuhkan, bukan cuma kata-kata yang kamu ucapkan, tapi.. bukti kamu terlalu banyak pertimbangan dan ketakutan dan kamu belum tau apa tujuan kamu mengharapkan ku kembali, sementara kamu nggak bisa mengambil sikap tegas dengan orang yang ada di sekeliling mu dan kamu tak tegas membesmi benalu dalam hidupmu, dan kamu pun tau potensi pelakor ada di depan matamu tapi, kamu belum bisa move on dari pesona masa lalu yang kamu harapkan didalam relung hatimu yang paling dalam,apa aku sanggup diduakan kembali dengan pikiran kamu yang masih terbelit dengan masalalu? Amel sudah berusaha menjelaskan dimana posisi nya di hati Abi, masih banyak yang dia tak bisa jangkau dari hati Abi, lain dengan Satria ,Amel tau musuh yang akan dia hadapi... dan itu dia sudah mengantisipasi nya.
Bersambung
__ADS_1