Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#155


__ADS_3

Wah.. Wahhh...masih pada nungguin cerita ini kan, maaf yaa... mungkin ada sedikit kendala waktu author nih up nya sedikit lama..


Jangan lupa kalian kepoin juga cerita baru Author




Terima kasih sudah mau menanti cerita ini semoga semua berjalan dengan lancar dan juga semua Sehat-sehat yaaa...


Puspa akan lanjutin cerita Amel sama Satria yaaa...


yuk Cuss...


🔰 🔰 🔰


Setelah selesai dengan sarapannya mereka,berniat ke tempat Danang namun ingin singgah ke tempat Mak Siti lebih dulu.


Amel dan Satria serta kedua orang tua Satria melangkah ke arah kediaman Mak Siti yang di depan rumah terdapat warung nasi sederhana milik Mak Siti yang selalu ramai dengan pelanggannya.


" Amel.. lo balik kemari, apa mas Abi pulang kesini juga? " tanya seorang wanita yang terlihat sexy dengan dandanan yang medok.


" Mau ngapain nanyain mas Abi, mau centil lo.. emang lo belum nikah, kasian banget yaa.. dibilang cantik iya.. kaya juga iya, sexy... wihhhh.. jangan ditanya,seorang Windi akan berusaha berbuat apapun demi apa yang dia inginkan, benerkan?? ucap Amel sinis


" Aduhh... kalian ya, kalian berdua bukan anak SMA lagi.. selalu aja kalau ketemu berantem terus, lo ya.. Win dari dulu nggak ada abisnya gangguin Amel, nggak ada puasnya dari dulu.. " ucap Farah yang pusing melihat sahabatnya yang selalu bersiteru dengan Windi.


" Sayanggg... udahlah,jangan diladenin, kita kan mau ke makam kan? mami Fitri mencoba menengahi.


Sementara Satria melihat sosok Windi melihat nya dengan datar tanpa ekspresi.


" Mendingan kamu pergi deh Win, kalau mau bikin kacau aja " usir Farah pada Windi


" Biasa aja kali ,aku cuma mau beli makan buat yang kerja di rumah ku.. nggak niat aku buat ricuh juga" elak Windi

__ADS_1


" Ya udah sana, ngapain lo disini "usir Amel pada Windi yang masih melihat Amel dengan wajah tak suka..


.


.


Setelah mereka menyusuri jalan kampung, mereka sampai di depan rumah Danang yang sederhana namun asri.


" Ini rumah Danang Mel? tanya papi Rezvan dengan pandangan tak Percaya


" Iya pi, kenapa? tanya Amel


" Udah pi, nanti papi tanya si Danang kenapa dia bisa miskin begini" ujar mami Fitri.


Tok Tok Tok


Clek


" Assalamualaikum, bi Ati.. masih inget saya.. " ucap Amel setelah melihat siapa yang membuka pintu rumah itu


" Wa'alaikumsalam, Masyaallah.. neng Armel anaknya den Gandhi." ucap Bi Ati berkaca-kaca melihat sosok Amel yang sedang di depannya


" Bibi.. kenapa kok malah nangis?tanya Amel yang melihat Bi Ati meneteskan air mata.


" Ehh.. nggak neng, bibi cuma kangen sama eneng... jadi inget ayah neng, soalnya den Gandi kan orang baik.. " ujar bi Ati


" Bi Ati, pak Danang ada? Mel pengen ketemu boleh?? tanya Amel menggengam tangan bi Ati dan mengalihkan pembicaraan mereka


Karena bagi Amel kehilangan orang tua, sangatlah sakit dan menyedihkan.


" Ohhh... den Danang ada, maaf.. bibi lupa nyuruh kalian masuk.. tapi, neng Amel ini teh atlya naon.. sampe mak Siti ikut, Farah juga, lah... itu suami neng Amel kan.. den Abi...? ucap Bi Ati melihat Abi yang di belakang Keenan


" Aduhh... bibi, gera atuh atur keun si ka bapak.. bilang Amel dateng. " ucap Amel dengan nada lirih

__ADS_1


" Eh. ..iya.. iya, mangga masuk neng Amel" ucap Bi Ati mempersilahkan para tamunya masuk ke dalam


" Kita disini aja bi, mendingan bibi cepat panggil si Danang " kini Papi Rezvan yang menjawB dengan cepat.


Mendengar penuturan Papi Rezvan bi Ati langsung beranjak dari depan pintu segera masuk memanggil tuannya.


Tak lama berselang terlihat Danang yang sekarang sudah sedikit berbeda penampilan menampakkan dirinya


" Armel...!! "seru Danang di ambang pintu.


" Bapak.... " seru Amel setelah melihat sosok ayah kedua baginya.


" Masyaallah nak, ini bener kamu? ucap Danang menghapiri Amel tanpa berniat melihat sekeliling mereka


Amel mencium punggung tangan Danang dan Mereka berpelukan Layakny anak dan bapak.


" Bapak apa kabar? Tanya Amel terlihat sendu melihat sahabat ayahnya


" Bapak baik.. kamu sendiri?? tanya Danang balik


" Dia akan selalu baik.. selama bersama kami...


" Suara itu... mirip dengan suara Rezvan... tapi, tak mungkin aku dan Gandi sudah tidak mendengar kabar mereka" batin Danang


" Lo nggak mau lihat gw Danang Wiraguna!! seru papi Rezvan kesal dengan sahabatnya yang memang selalu sering berselisih


" Iya.. emang mas Danang nggak kangen sama Fitri.. " kini mami Fitri balik menjadi gadis yang sedang merajuk..


Danang dengan cepat melepaskan pelukan nya dari Amel dan membalikkan tubuhnya melihat sosok yang dia duga.


" Kaliannnnnn !!!! pekik Danang melihat sosok yang dia rindukan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2